Showing posts with label ekonomika. Show all posts
Showing posts with label ekonomika. Show all posts

Pengertian Sistem Ekonomi Pasar (Liberal), Ciri-Ciri, Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar (Liberal)

October 14, 2019 Add Comment
Pengertian Sistem Ekonomi Pasar (Liberal). Sistem ekonomi pasar (liberal) berpangkal dari pemikiran Adam Smith, yang tertuang di dalam bukunya yang berjudul "An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealth of  Nations". Dalam bukunya tersebut, Adam Smith menyatakan bahwa "kemakmuran suatu bangsa akan terjamin jika setiap orang diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri, apa, berapa, di mana, dan bagaimana melakukan kegiatan ekonomi.

Adam Smith meyakini bahwa tata ekonomi yang paling mendukung kesejahteraan suatu bangsa adalah tata ekonomi di mana pemberintah memberikan kebebasan kepada perseorangan dan lembaga-lembaga swasta untuk menyelenggarakan produksi dan konsumsi menurut pertimbangannya sendiri. Berkaitan dengan jenis dan jumlah produksi, bagaimana cara pendistribusian barang produksi, dan untuk siapa barang produksi tersebut ditujukan, semuanya ditentukan oleh mekanisme pasar. Sehingga berdasarkan pemikiran dari Adam Smith tersebut dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan sistem ekonomi pasar (liberal) atau biasa juga disebut sebagai perekonomian kapitalis, secara umum dapat diartikan sebagai suatu sistem ekonomi di mana pengelolaan ekonomi diatur oleh mekanisme pasar (permintaan dan penawaran).

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Pasar (Liberal). Sistem ekonomi pasar (liberal) mempunyai karakteristik tersendiri, yang ditandai dengan beberapa ciri-ciri diantaranya adalah sebagai berikut :
  • pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
  • setiap orang memiliki hak untuk berusaha dan bersaing dalam kegiatan ekonomi.
  • harga-harga barang atau jasa di pasar ditentukan oleh permintaan dan penawaran secara bebas.
  • kegiatan ekonomi yang terjadi selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
  • biasanya barang-barang produksi yang dihasilkan bermutu atau berkualitas tinggi.
  • campur tangan pemerintah dibatasi. Tetapi pemerintah dapat melakukan intervensi untuk mencegah terjadinya monopoli.
  • setiap orang berhak untuk memiliki alat produksi dan bebas melakukan kegiatan perekonomian.
  • setiap kegiatan produksi bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dan pelaku ekonomi dapat mengambil keuntungan yang sebesar-besarnya.
  • masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan golongan masyarakat pekerja (buruh).

Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar (Liberal). Sistem ekonomi pasar (liberal) mempunyai kelebihan, yaitu sebagai berikut :
  • setiap individu memiliki kebebasan untuk mengatur kehidupan ekonomi sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.
  • hak milik diakui serta adanya kebebasan dalam melakukan segala sesuatu yang dianggap baik bagi kepentingan pribadi, sehingga kreativitas dalam mencari keuntungan menjadi tinggi.
  • dengan kebebasan dalam berusaha dan bersaing akan mendorong setiap orang untuk mencari kemajuan. Dengan kata lain, kegiatan ekonomi lebih cepat mengalami kemajuan sebagai akibat adanya persaingan.
  • produksi didasarkan pada kebutuhan masyarakat, sehingga masyarakat atau konsumen akan mendapatkan barang produksi yang lebih berkualitas dan sesuai dengan selera.

Kekurangan Sistem Ekonomi Pasar (Liberal). Selain mempunyai kelebihan, sistem ekonomi pasar (liberal) juga mempunyai kekurangan. Kekurangan sistem ekonomi pasar (liberal) diantaranya adalah sebagai berikut :
  • dapat mengakibatkan adanya eksploitasi terhadap orang lain.
  • dapat menimbulkan monopoli perdagangan.
  • dapat menimbulkan terjadinya kesenjangan pendapatan.
  • rentan terhadap adanya krisis ekonomi. 

Jadi pada hakekatnya, sistem ekonomi pasar (liberal) menetapkan adanya kebebasan individu dalam melakukan kegiatan perekonomian, artinya adalah setiap individu diakui keberadaannya dan mereka bebas bersaing. Setiap pelaku ekonomi didorong untuk melakukan yang terbaik agar ia memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Semua hak individu dapat terpenuhi dengan menggunakan sistem ekonomi pasar (liberal) ini.

Semoga bermanfaat.

Pengertian Resesi Ekonomi, Indikator, Penyebab, Dampak, Serta Cara Mengatasi Resesi Ekonomi

October 12, 2019 Add Comment
Pengertian Resesi Ekonomi. Istilah resesi sangat erat kaitannya dengan masalah perekonomian, terutama berkaitan dengan kemerosotan atau kelesuan perekonomian suatu negara. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, resesi diartikan sebagai :
  • kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti). 
  • menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri).

Pertumbuhan ekonomi suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal yang seringkali tidak bisa dikendalikan, seperti mekanisme pasar dan lainnya. Dalam konteks ekonomi makro, resesi adalah kondisi ketika Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDP)menurun atau ketika pertumbuhan ekonomi riil bernilai negatif selama dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Produk Domestik Bruto (PDB) atau Gross Domestic Product (GDB) adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu. PDB atau GDB ini merupakan salah satu metode untuk menghitung pendapatan nasional.

Faisal Basri, seorang ahli ekonomi Indonesia, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan resesi adalah kondisi pertumbuhan ekonomi suatu wilayah mencatat angka negatif selama dua triwulan berturut-turut. Sedangkan National Bureau of Economic Research (NBER) mengartikan resesi sebagai periode jatuhnya aktivitas ekonomi, tersebar di seluruh ekonomi dan berlangsung selama lebih dari beberapa bulan.

Indikator Resesi. Secara umum, resesi terjadi ketika ekonomi menurun secara signifikan. Terdapat beberapa indikator terjadinya resesi, yaitu sebagai berikut :
  • pertumbuhan ekonomi lambat, bahkan melemah selama dua kuartal berturut-turut. Pada umumnya, pertumbuhan ekonomi digunakan bagai ukuran untuk menentukan baik buruknya kondisi ekonomi suatu negara. Jika pertumbuhan ekonomi mengalamai kenaikan berarti negara tersebut dalam kondisi ekonomi yang kuat, demikian sebaliknya apabila pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami penurunan, bisa jadi negara tersebut diambang resesi ekonomi.
  • terjadi inflasi atau deflasi yang tinggi. Kondisi inflasi yang terlalu tinggi akan mempersulit kondisi ekonomi suatu negara, karena harga-harga komoditas akan melonjak sampai tidak dapat dijangkau oleh masyarakat. Kondisi inflasi yang demikian akan memicu terjadinya resesi ekonomi. Demikian halnya dengan deflasi. Harga-harga komoditas yang menurun secara drastis akan mempengaruhi tingkat pendapatan dan laba perusahaan yang rendah. Akibatnya, biaya produksi tidak tertutup sehingga volume produksi akan rendah. Kondisi yang demikian juga akan memicu terjadinya resesi ekonomi.
  • terjadi ketidak-seimbangan atara produksi dengan konsumsi. Keseimbangan antara produksi dan konsumsi menjadi dasar pertumbuhan ekonomi, maka ketika produksi dan konsumsi tidak seimbang akan mengakibatkan permasalahan dalam siklus ekonomi. Jika tingkat produksi tinggi, tetapi tidak diikuti dengan tingkat konsumsi yang tinggi juga akan mengakibatkan terjadinya penumpukan stok persesediaan barang. Demikian juga sebaliknya, apabila produksi rendah sementara konsumsi tinggi, maka kebutuhan masyarakat tidak dapat tercukupi, dan harus dilakukan impor. Hal demikian dapat memicu terjadinya resesi ekonomi.
  • nilai impor lebih besar dibandingkan nilai ekspor. Apabila nilai perdagangan impor dan ekspor suatu negara tidak stabil, dalam arti nilai impor lebih besar dari pada nilai ekspor maka hal tersebut akan berdampak pada perekonomian negara yang bersangkutan. Nilai impor yang jauh lebih besar dibandingkan nilai ekspor akan beresiko pada defisit anggaran negara. Hal demikian akan memicu terjadinya resesi ekonomi.
  • tingkat pengangguran tinggi. Tingkat pengangguran yang tinggi akan berpengaruh kepada rendahnya daya beli masyarakat. Dalam tataran tententu dapat memicu timbulnya tindak kriminal untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kondisi yang demikian itu dapat juga memicu terjadinya resesi ekonomi.

Faktor Penyebab Resesi Ekonomi. Selain dari beberapa indikator terjadinya resesi ekonomi tersebut di atas, terdapat juga beberapa sebab terjadinya resesi ekonomi, diantaranya adalah :
  • suku bunga tinggi.
  • hilangnya kepercayaan investasi.
  • jatuhnya harga properti.
  • anjloknya pasar modal.
  • krisis kredit.
  • deregulasi. 
  • deflasi.

    Dampak Resesi Ekonomi. Dengan kondisi perekonomian yang terus menurun, akan banyak lini kehidupan yang akan terpengaruh. Resesi ekonomi akan menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan masyarakat, diantaranya sebagai berikut :
    • mengakibatkan penurunan pada aktifitas atau kegiatan ekonomi masyarakat.
    • mengakibatkan sulitnya ketersediaan lapangan kerja, investasi, dan mengurangi keuntungan suatu perusahaan.
    • meningkatnya jumlah pengangguran.
    • daya beli masyarakat menurun serta kesulitan memenuhi kebutuhan pokok.
    • banyak usaha yang tutup karena bangkrut.
    • angka kriminalitas meningkat.

    Mengatasi Resesi Ekonomi. Dampak dari resesi ekonomi dapat berimbas pada neraca pembayaran dari sisi impor maupun ekspor, juga akan berpengaruh pada pasar saham dan pasar uang. Terdapat beberapa cara yang akan diambil oleh pemerintah dalam upayanya mengatasi resesi ekonomi yang terjadi, diantaranya adalah :
    • melakukan kebijakan fiskal, seperti penurunan bea masuk, pemberian subsidi dan menciptakan insentif agar perusahaan atau sektor usahanya tidak terbebani terlalu besar.
    • mempertahankan suku bunga acuan dari bank central.

    Resesi ekonomi dapat mengakibatkan penurunan secara simultan pada seluruh kegiatan ekonomi seperti lapangan kerja, investasi, dan keuntungan perusahaan. Di mata masyarakat awam, resesi sering diasosiasikan dengan turunnya harga-harga (deflasi) atau meningkatnya harga-harga secara tajam (inflasi) dalam proses yang dikenal sebagai stagflasi

    Semoga bermanfaat.

    Pengertian Bisnis, Karakteristik, Jenis, Fungsi, Tujuan, Dan Etika Bisnis

    October 11, 2019 Add Comment
    Apa yang terlintas dalam pikiran, saat mendengar kata "bisnis" ? Seringkali orang berpikir, bahwa bisnis berkaitan dengan perdagangan, jual beli, atau kegiatan lain yang sejenis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, bisnis diartikan sebagai usaha komersial dalam dunia perdagangan, bidang usaha, usaha dagang. Sedangkan dalam "business dictionary", bisnis disebutkan sebagai sebuah organisasi atau sistem ekonomi di mana barang dan jasa dipertukarkan menjadi bentuk lain atau dalam bentuk uang.

    Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli. Istilah "bisnis" berasal dari bahasa Inggris, yaitu "business" yang berarti kesibukan. Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya. Secara umum, bisnis dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan, baik oleh perorangan maupun organisasi, yang melibatkan suatu kegiatan produksi, penjualan, pembelian, serta pertukaran barang atau jasa. Istilah bisnis dapat merujuk pada :
    • badan usaha, yaitu kesatuan yuridis, teknis, dan ekonomis untuk mencari keuntungan.
    • sektor pasar tertentu, seperti pasar modal.
    • seluruh aktivitas, terutama pada komunitas produsen barang dan jasa.

    Berkaitan dengan pengertian tentang bisnis tersebut, di kalangan para ahli masih belum ada kata sepakat tentang apa yang dimaksud dengan bisnis. Masing-masing ahli mengemukakan pendapatnya berdasarkan pengalaman keilmuan yang mereka dapat, diantaranya adalah sebagai berikut :
    • Allan Afuah, berpendapat bahwa bisnis adalah suatu aktivitas atau kegiatan usaha individu atau sekelompok orang yang terorganisasi dalam menghasilkan serta serta menjual barang atau jasa agar bisa memperoleh keuntungan.
    • Mahmud Machfoed, berpendapat bahwa bisnis adalah usaha perdagangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi dan menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
    • Jeff Madura, berpendapat bisnis adalah sebuah perusahaan yang menyediakan produk atau sebuah layanan yang diinginkan oleh para pelanggan.
    • L.R. Dicksee, berpendapat bahwa bisnis adalah suatu bentuk aktivitas yang utamanya bertujuan untuk memperoleh sebuah keuntungan bagi yang mengusahakan atau yang berkepentingan dalam terjadinya sebuah aktivitas tersebut.
    • William Spregal, berpendapat bahwa bisnis adalah suatu kegiatan yang berhubungan dengan produksi dan distribusi barang atau jasa yang bisa diklasifikasikan dalam kegiatan-kegiatan bisnis.
    • Hughes dan Kapoor, berpendapat bahwa bisnis adalah suatu kegiatan individu yang sangat terorganisasi, yang bertujuan untuk menghasilkan serta menjual barang dan jasa yang berguna untuk mendapatkan keuntungan dalam memenuhi suatu kebutuhan pada masyarakat.
    • Brown dan Pretello, berpendapat bahwa bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan atau menciptakan suatu barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat dan semua hal yang mengenai berbagai usaha yang dilakukan oleh pemerintah atau swasta baik mereka yang mengejar keuntungan ataupun tidak.
    • Ebert dan Griffin, berpendapat bahwa bisnis adalah aktivitas dalam menyediakan barang atau jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh masyarakat sebagai konsumen.  

    Karakteristik Bisnis. Bisnis dalam dunia perekonomian mempunyai karakteristik sebagai berikut :
    • lembaga/organisasi/institusi sosial dan ekonomi.
    • berhubungan dengan berbagai barang dan jasa yang memenuhi kebutuhan manusia.
    • mencari keuntungan/laba/profit.
    • menentukan harga yang sesuai.
    • akan ada kemungkinan mengalami kerugian.

    Pihak yang Berkepentinga dalam Suatu Bisnis. Terdapat beberapa pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan bisnis. Pihak-pihak dimaksud adalah :
    • Pemilik (owner/employer), yaitu pemilik usaha.
    • Kreditor (creditor), yaitu pihak yang memberikan pinjaman modal ke pemilik perusahaan, bisa perorangan ataupun perusahaan.
    • Karyawan (employee), yaitu orang yang bekerja pada pemilik usaha.
    • Pemasok (supplier), yaitu orang atau perusahaan yang menjual bahan yang akan diolah perusahaan lain menjadi produk siap jual.
    • Pelanggan (customer), yaitu orang yang membutuhkan barang hasil produksi (konsumen).

    Jenis Bisnis. Suatu bisnis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu :

    1. berdasarkan motif.
    Berdasarkan motifnya, bisnis dapat dibedakan menjadi dua jenis :
    • bisnis yang berorientasi pada keuntungan/laba/profit. Seperti : Perseroan Terbatas, Perseroan Comanditer, Firma, dan lain-lain.
    • bisnis yang tidak berorientasi pada keuntungan/nirlaba/non profit. Seperti : yayasan, organisasi sosial, dan lain-lain.

    2. berdasarkan jenis kegiatan.
    Berdasarkan jenis kegiatan, bisnis dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    • bisnis ekstraktif, yaitu bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan. Seperti : tambang emas, nikel, timah, dan lain-lain.
    • bisnis agraris, yaitu bisnis yang bergerak dalam bidang pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan peternakan.
    • bisnis industri, yaitu bisnis yang bergerak di bidang industri manufaktur. Seperti : industri otomotif, garmen, dan lain-lain.
    • bisnis jasa, yaitu bisnis yang bergerak di bidang jasa yang menghasilkan produk-produk yang tidak berwujud. Seperti : jasa perbankan, keamanan, kecantikan, dan lain-lain.

    3. berdasarkan nilai kegunaan.
    Berdasarkan nilai kegunaannya, bisnis dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu :
    • form utility (kegunaan bentuk). Merupakan kegiatan bisnis untuk mengubah sesuatu benda ke dalam bentuk yang berbeda sehingga lebih bermanfaat bagi masyarakat atau konsumen.
    • place utility (kegunaan tempat). Merupakan kegiatan bisnis untuk memindahkan sesuatu benda (produk) dari satu tempat ke tempat lain yang dapat memiliki manfaat lebih.
    • possesive utility (kegunaan pemilikan). Merupakan kegiatan bisnis yang menjalankan usahanya untuk menciptakan atau memenuhi kegunaan pemilikan terhadap sesuatu barang atau jasa.
    • time utility (kegunaan waktu). Merupakan kegiatan bisnis yang melakukan usaha dengan menyimpan barang dengan tujuan barang tersebut akan dikeluarkan pada saat mempunyai manfaat bagi masyarakat atau konsumen.

    Selain itu, bisnis juga dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk, yaitu :
    • Monopsoni, yaitu suatu bentuk pasar di mana di dalamnya terdapat satu konsmen (yang biasanya pelaku usaha) yang menjadi pembeli tunggal dan menguasai pasar komoditas. 
    • Oligopsoni, yaitu suatu bentuk pasar di mana di dalamnya terdapat dua atau lebih pembeli (yang pada umumnya pelaku usaha) yang menguasai pasar dalam hal penerimaan pasokan, atau berperan sebagai pembeli tunggal atas barang atau jasa di dalam suatu pasar komoditas. 
    • Monopoli, yaitu suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar (terdapat satu penjual, dengan banyak pembeli). Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut "monopolis". 
    • Oligopoli, yaitu suatu bentuk pasar di mana penawaran atas satu jenis barang dikuasai oleh beberapa produsen atau perusahaan (terdapat beberapa penjual, dengan banyak pembeli). Umumnya jumlah produsen atau perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh. Oligopoli mempunyai struktur pasarnya sendiri.

    Fungsi Bisnis. Bisnis merupakan suatu kegiatan untuk menciptakan nilai atau kegunaan, dari sesuatu yang sebelumnya kurang bernilai diolah atau diubah menjadi sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau konsumen. Nilai kegunaan (utility value) yang tercipta dari kegiatan bisnis tersebut adalah fungsi utama dari bisnis. Selain itu, masih terdapat lagi beberapa fungsi dari bisnis. Secara lebih terperinci, fungsi dari bisnis dapat dijabarkan sebagai berikut :
    • Fungsi produksi atau mengubah bentuk (form utility). 
    • Fungsi distribusi atau memindahkan tempat produk tersebut (place utility).
    • Fungsi penjualan atau mengubah kepemilikan (possesive utility).
    • Fungsi pemasaran atau menunda waktu penggunaan (time utility).

    Sedangkan menurut Steinhoff, bisnis mempunyai tiga fungsi utama yaitu :
    • mencari bahan mentah (acquiring raw material).
    • mengubah barang mentah menjadi barang jadi (manufacturing raw materials into product).
    • menyalurkan barang yang sudah jadi tersebut ke tangan konsumen (distributing product to consumers). 

    Tujuan Bisnis. Tujuan utama dari bisnis adalah untuk mendapatkan keuntungan atau laba. Namun begitu, masih terdapat tujuan lain kenapa seseorang atau organisasi mengadakan bisnis. Tujuan lain dari bisnis tersebut diantaranya adalah :
    • mengadakan barang atau jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
    • meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
    • pemanfaatan faktor produksi.
    • menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
    • meningkatkan kemajuan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat secara umum.
    • menunjukkan eksistensi suatu perusahaan dalam jangka panjang.

    Etika Bisnis. Bisnis yang dilakukan oleh para pelaku usaha ada etikanya. Etika bisnis adalah studi yang difokuskan untuk menentukan standar moral pada para pelaku bisnis dalam menerapkan kebijakan dan perilaku yang benar. Etika tersebut diterapkan pada organisasi dan sistem yang akan dipakai oleh masyarakat moderen dalam mendistribusikan dan memproduksi barang atau jasa. Etika dalam berbisnis dikatakan sebagai kontrol para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya etika dalam berbisnis, maka cara berbisnis akan lebih terarah sesuai dengan norma dan nilai dalam kehidupan masyarakat. Ketentuan tentang etika bisnis dijelaskan dan diatur langsung oleh hukum.

    Setiap bisnis membutuhkan investasi dan pelanggan yang cukup untuk menjual keluarannya pada kuantitas tertentu untuk menghasilkan keuntungan. Ada tiga hal penting dalam bisnis, yaitu menghasilkan barang atau jasa, mencari keuntungan/laba, dan memaksimalkan kebutuhan konsumen. Bisnis dapat dimiliki secara pribadi, bukan untuk keuntungan pribadi.

    Semoga bermanfaat.

    Pengertian Defisit, Penyebab Dan Cara Mengatasi Defisit

    October 09, 2019 Add Comment
    Defisit, secara umum dapat diartikan sebagai suatu keadaan di mana pengeluaran keuangan sebuah organisasi, baik pemerintah atau swasta, lebih besar dibandingkan penghasilannya. Darise menyebutkan bahwa defisit adalah selisih antara penerimaan dan pengeluaran, dalam arti pengeluaran melebihi penerimaan.  Dalam artikel ini, lebih membicarakan defisit dalam kaitannya dengan Anggaran Negara.

    Pengertian defisit dapat dibedakan menjadi tiga hal, yaitu :
    • defisit secara konvensional, yaitu selisih antara total belanja dengan total pendapatan termasuk hibah.
    • defisit moneter, yaitu selisih antara total belanja pemerintah (di luar pembayaran pokok hutang) dengan total pendapatan (di luar penerimaan hutang).
    • defisit operasional, yaitu defisit moneter yang diukur dlam nilai riil dan bukan nilai nominal.

    Pengertian Defisit Anggaran. Menurut Dornbusch, defisit anggaran dapat dikelompokkan menjadi dua komponen, yaitu :
    • defisit primer, adalah selisih antara pengeluaran pemerintah (tidak termasuk pembayaran bunga hutang) dengan seluruh penerimaan pemerintah (tidak termasuk hutang baru dan pembayaran cicilan hutang).
    • komponen pembayaran bunga hutang
    Maksud diadakannya pengelompokan komponen difisit anggaran tersebut adalah untuk melihat peranan beban utang dalam anggaran pemerintah. Jika beban utang pemerintah, suku bunga pinjaman, dan kurs mata uang semakin tinggi, maka pembayaran bunga utang juga akan semakin tinggi, yang membuat difisit anggaran cenderung akan semakin tinggi. Dalam kondisi demikian, pemerintah terpaksa menjalankan defisit anggaran yang lebih tinggi karena faktor pembayaran bunga utang. 

    Selain itu, masih terdapat banyak pengertian tentang defisit anggaran yang dikemukakan oleh para ahli, diantaranya adalah sebagai berikut :
    • Abimanyu, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan defisit anggaran pemerintah adalah stimulus fiskal yang bersifat ekspansif. Menurutnya, perekonomian yang berada pada kondisi kelesuan, yang ditunjukkan oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi memerlukan kebijakan fiskal ekspansif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
    • Rahardja dan Manurung, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan defisit anggaran adalah anggaran yang memang direncanakan untuk defisit, karena budget constraint, pengeluaran pemerintah direncanakan lebih besar dari penerimaan pemerintah untuk memenuhi tujuan bernegara. Anggaran yang defisit ini biasanya ditempuh bila pemerintah ingin menstimulasi pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut umum dilakukan saat perekonomian berada dalam kondisi resesi.
    • Samuelson dan Nordhaus, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan defisit anggaran adalah suatu anggaran ketika terjadi pengeluaran lebih besar dari pajak.
    • Dornbusch, Fischer, dan Startz, menyebutkan bahwa yang dimaksud dengan defisit anggaran adalah selisih antara jumlah uang yang dibelanjakan pemerintah dan penerimaan dari pajak. 

    Penyebab Defisit Anggaran. Defisit anggaran terjadi disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu :
    • Pembiayaan pembangunan. Investasi besar-besaran yang dilakukan untuk membiayai pembangunan meskipun bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyatnya, seringkali justru menjadi faktor penyebab terjadinya defisit anggaran.
    • Daya beli masyarakat rendah. Defisit juga dapat terjadi karena rendahnya daya beli masyarakat terhadap barang dan jasa untuk kebutuhan sehari-hari.
    • Nilai tukar mata uang melemah. Melemahnya nilai tukar mata uang terhadap mata uang asing, terutama dollar, juga menjadi faktor penyebab terjadinya defisit anggaran.
    • Penyimpanan realisasi dari rencana. Tidak terealisasinya target penerimaan negara sebagaimana yang direncanakan, sehingga menyebabkan banyak program pemerintah tidak dapat dilakukan, juga menjadi faktor penyebab dari defisit anggaran.
    • Pengeluaran saat inflasi. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang disusun setiap tahun, pemerintah menggunkan standar harga yang telah ditentukan. Tapi, terjadinya peningkatan harga diluar perkiraan (inflasi), menjadikan beban biaya untuk berbagai program pemerintah akan meningkat sedangkan jumlah anggaran sudah ditetap. Hal tersebut juga menjadi faktor penyebab terjadinya defisit anggaran.

    Dampak Defisit Anggaran. Defisit anggaran yang terjadi akan menimbulkan berbagai dampak dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Dampak dari defisit anggaran tersebut diantaranya adalah :
    • kenaikan tingkat suku bunga. 
    • meningkatnya nilai inflasi.
    • berkurangnya tingkat konsumsi dan tabungan masyarakat.
    • meningkatnya angka pengangguran.

    Cara Mengatasi Defisit Anggaran. Defisit yang terjadi pada anggaran dapat diatasi dengan berbagai cara dan upaya. Pada umumnya, pemerintah akan mengatasi defisit anggaran melalui dua cara, yaitu :

    1. Dari Sisi Penerimaan.
    Dari sisi penerimaan, defisit anggaran diatasi dengan cara :
    • melakukan pinjaman dari bank. Hal ini ditujukan untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat, selain juga harus dibarengi dengan peningkatan jumlah barang yang diproduksi.
    • menerbitkan obligasi. Hal ini ditujukan untuk menyerap uang masyarakat sehingga penerimaan pemerintah akan bertambah. Penerbitan obligasi juga dapat mengurangi uang yang beredar di masyarakat yang akibatnya dapat menurunkan harga sevara umum.
    • meminjam dari luar negeri. Hal ini ditujukan untuk pembiayaan proyek yang produktif dan efisien, di mana pembayaran angsuran pokok diambilkan dari pajak.
    • meningkatkan penerimaan pajak. Hal ini ditujukan untuk menambah pemasukan negara.

    2. Dari Sisi Pengeluaran.
    Dari sisi pengeluaran, defisit anggaran diatasi dengan cara :
    • mengurangi subsidi. Pengurangan subsidi dilakukan untuk mengurangi pengeluaran negara yang terlampau besar.
    • mengurangi pengeluaran rutin. Pengeluaran rutin yang harus dikurangi seperti biaya perjalanan dinas, rapat, seminar, dan lain-lain.
    • mengutamakan pengeluaran prioritas. Maksudnya pemerintah harus lebih mengutamakan program-program yang cepat menghasilkan (program jangka pendek dan menengah).
    • memotong biaya program tertentu. Pemerintah harus mengurangi atau memotong pembiayaan program-program pemerintah yang tidak mendorong pertumbuhan sektor riil, pajak, dan devisa. 

    Sedangkan menurut Kartika untuk menutup defisit Anggaran dan Pendapatan Belanja Negara (APBN), pemerintah mempunyai tiga pilihan, yaitu :
    • hasil privatisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
    • hutang dalam negeri.
    • hutang luar negeri. 

    Semoga bermanfaat.

    Hubungan Antara Ilmu Ekonomi Dengan Kemakmuran

    October 05, 2019 Add Comment
    Pengertian Ilmu Ekonomi. Ilmu ekonomi dapat diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam usahanya menggunakan sumber daya yang berbatas untuk menghasilkan barang dan jasa dengan tujuannya mendapatkan kemakmuran. Ilmu ekonomi juga dapat berarti :
    • ilmu yang mempelajari daya upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya.
    • ilmu yang mempelajari persoalan memilih kemungkinan penggunaan sumber daya yang terbatas agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang tidak terbatas.

    Dari pengertian ilmu ekonomi tersebut di atas, dapatlah dikatakan bahwa kegunaan dan manfaat dari ilmu ekonomi bagi manusia adalah :
    • memberikan masukan dalam pengambilan keputusan terhadap tindakan-tindakan ekonomi.
    • membantu manusia dalam memahamo pola perilaku ekonomi suatu masyarakat.
    • membantu memberikan pengertian tentang potensi dan keterbatasan suatu kebijakan ekonomi.
    • meningkatkan kepekaan manusia terhadap masalah ekonomi.

    Pengertian Kemakmuran. Kemakmuran adalah suatu keadaan di mana manusia dapat memenuhi semua kebutuhannya, baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun kebutuhan tersier. Kemakmuran juga dapat diartikan sebagai kemampuan manusia dalam memenuhi semua kebutuhan hidupnya dengan tanpa adanya tekananan, maksudnya adalah dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tersebut, manusia tetap dapat mengatur dengan baik keadaan finansial, waktu, dan tenaganya. Dengan demikian, dikatakan makmur apabila manusia tersebut juga memiliki waktu untuk bersosialisasi, menjalankan hobi, dan berekreasi.   

    Dari pengertian kemakmuran tersebut, dapat disebutkan bahwa secara umum kriteria dari kemakmuran adalah :
    • terpenuhinya kebutuhan pokok atau primer, yang terdiri dari sandang, pangan, dan papan.
    • mampu menjangkau kebutuhan sekunder maupun tersier dengan mudah.
    • tidak memiliki tekanan batin, sehingga pikiran ringan.
    • memiliki orang yang menjadi tempat kepercayaan.
    • tidak kesulitan mengatur waktu, tenaga, maupun finansial.
    • tercukupinya kebutuhan diri akan rekreasi dan menjalankan hobi.
    Kriterian kemakmuran tersebut mengacu pada kemapanan dari segi finansial (material) seseorang. Seseorang dengan kemampuan keuangan yang melimpah cenderung akan mampu untuk mendapatkan apapun yang diinginkan.

    Lantas apa hubungan antara ilmu ekonomi dengan kemakmuran ? 

    Ilmu ekonomi berhubungan erat dengan kemakmuran. Tujuan mempelajari ilmu ekonomi adalah agar dapat membantu masyarakat dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan hidup. Sebagaimana batasan dalam pengertian ilmu ekonomi tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa hakekat mempelajari ilmu ekonomi adalah terbatas pada pencapaian kesejehteraan material. Masyarakat yang sejahtera berarti masyarakat tersebut mengalami kemakmuran (secara material). Masyarakat dikatakan makmur apabila semua kebutuhan materi dapat dipenuhi dengan sebaik-baiknya. Di sinilah ilmu ekonomi memegang peranan yang penting, maksudnya adalah :
    • untuk mencapai kemakmuran material diperlukan perancangan langkah-langkah yang sistematis dan berbagai pertimbangan yang masak. Langkah-langkah tersebut didasarkan pada analisis yang cermat terhadap situasi aktual yang terjadi di dalam masyarakat, disertai dengan hipotesis dan asumsi yang berkaitan dengan permasalahan yang ada.
    Tanpa bantuan ilmu ekonomi akan sulit mencapai ketetapan langkah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Ilmu ekonomi memberikan tawaran-tawaran yang rasional kepada pihak-pihak yang berkepentingan sehingga dapat lebih memudahkan dalam mengambil langkah-langkah untuk mewujudkan suatu kemakmuran bagi masyarakat.  

    Untuk mencapai kemakmuran, masyarakat harus melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan manusia yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di mana kegiatan ekonomi dapat dikelompokkan dalam tiga bidang, yaitu :
    • kegiatan produksi, yaitu usaha manusia untuk menghasilkan atau menambah guna suatu barang untuk memenuhi kebutuhannya.
    • kegiatan distribusi, yaitu kegiatan pengiriman barang dan jasa hasil produksi dari produsen kepada konsumen. 
    • kegiatan konsumsi, yaitu suatu kegiatan menghabiskan atau mengurangi guna barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Sedangkan hubungan ekonomi dengan kemakmuran suatu negara, dapat dijelaskan sebagai berikut :
    • ekonomi mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Tanpa ekonomi perputaran kegiatan ekonomi tidak pernah ada. Apabila perekonomian suatu negara baik, maka kesejahteraan rakyatnya akan didapatkan. Pada umumnya, tolak ukur yang digunakan untuk menyebutkan bahwa perekonomian suatu negara baik atau buruk adalah PNB (Product National Bruto) dan PDB (Product Domestic Bruto). Semakin tinggi PNB dan PDB menunjukkan kondisi perekonomian suatu negara baik. PNB dan PDB juga dapat dijadikan sebagai tolak ukur pendapatan perkapita penduduk suatu negara. Pendapatan perkapita adalah pendapatan dari penduduk suatu negara. Selain itu dalam suatu negara dikenal juga adanya pendapatan nasional, yaitu pendapatan dari suatu negara dalam satu tahun.  Pendapatan perkapita dan pendapatan nasional memiliki hubungan yang searah dengan tingkat kemakmuran dan kesejahteraan suatu negara. Semakin tinggi tingkat pendapatan nasional dan pendapatan perkapita suatu negara, maka tingkat kemakmuran dan kesejahteraan negara tersebut akan semakin tinggi pula. Demikian pula sebaliknya.

    Ilmu ekonomi mempelajari upaya manusia dalam mencapai kemakmuran. Tingkat kemakmuran dapat diukur dari banyaknya barang dan jasa yang dihasilkan serta banyaknya barang dan jasa yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Satu hal yang juga penting, bahwa ilmu ekonomi dapat digunakan untuk membantu mencapai kecukupan finasial yang dapat membantu dalam memenuhi semua kebutuhan manusia hingga tercapai suatu kemakmuran.

    Semoga bermanfaat.