Showing posts with label Info. Show all posts
Showing posts with label Info. Show all posts

Menristek Luncurkan Rapid Test RI-GHA Covid-19 Hasil Inovasi Anak Negeri

July 11, 2020 Add Comment
Pemerintah meluncurkan rapid test RI-GHA Covid-19 atau Rapid Diagnostic Test IgG/IgM hasil inovasi dan produksi dalam negeri.

Peluncuran dilakukan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Menteri Bambang menjelaskan bahwa RI-GHA Covid-19 merupakan alat rapid test yang dikembangkan oleh Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).

Pengembangan dilakukan BPPT bersama Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Bandung, Universitas Mataram, dan PT Hepatika Mataram.

“Alat rapid test tersebut telah teruji sensitivitas 98% dan spesifitasnya 96% melalui uji laboratorium terhadap orang Indonesia,” jelas Menteri Bambang saat konferensi pers peluncuran inovasi produk RI-GHA Covid-19 di Kantor Kemenko PMK, Kamis (9/7/20).

Alat uji tersebut, lanjutnya, tergolong fleksibel karena mampu mendeteksi OTG, ODP, PDP, dan pasca infeksi dengan menggunakan sampel serum, plasma, atau whole blood.

“Hasilnya pun bisa diketahui secara cepat dalam waktu 15 menit tanpa membutuhkan alat tambahan maupun tenaga terlatih, dan dengan harga yang sangat murah yaitu Rp 75.000.”

Menko PMK Muhadjir Effendy pada kesempatan yang sama sangat mengapresiasi hasil temuan alat rapid test tersebut. Alat itu digadang mampu menjadi solusi atas pemenuhan kebutuhan alat kesehatan yang sudah sangat mendesak dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Tentu saja kita harus mendukung karya anak bangsa. Kita dorong agar produk dalam negeri bisa memenuhi kebutuhan dalam negeri kita tanpa harus tergantung produk dari luar,” ungkap Menteri Muhadjir.

“Dalam kesempatan ini saya menyambut baik inisiatif dari Bapak Menristek yang telah dengan sangat agresif dan penuh antusias untuk merespon kebutuhan lapangan yang sangat mendesak.”

Turut hadir dalam acara ini Kepala BPPT Hammam Riza; Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Bambang Wibowo; dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP), Roni Dwi Susanto.

Pada akhir acara dilaksanakan rapid test massal pertama kali menggunakan RI-GHA yang juga diikuti seluruh pejabat yang hadir.

Dukung Pariwisata Era New Normal, LinkAja Hadir di Pantai Pandawa Bali

July 11, 2020 Add Comment
Aplikasi digital LinkAja menjadi salah satu pilihan pembayaran akses transaksi digital di kawasan wisata Pantai Pandawa, Kebupaten Badung, Bali. Transaksi itu termasuk tiket masuk, wahana, dan berbagai sajian kuliner yang ada di tujuan pelesir tersebut.

Transaksi digital tersebut merupakan bagian dari protokol ketat dalam perlindungan kesehatan serta adaptasi perilaku di area wisata pun dilakukan demi mencegah penyebaran virus COVID-19.

Sebelumnya, tujuan pariwisata ditutup karena pandemi, tetapi memasuki era new normal, Bali mulai bersiap untuk kembali membuka pintu pariwisata. Pantai Pandawa sendiri telah resmi dibuka untuk umum pada tanggal 9 Juli 2020.

Solusi pembayaran elektronik di Pantai Pandawa tersebut merupakan hasil kerja sama antara LinkAja dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan Bank Indonesia sebagai penyedia layanan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard).

Kerja sama tersebut memungkinkan seluruh transaksi yang ada di ekosistem pantai untuk menyediakan layanan pembayaran melalui satu QR Code yang bisa digunakan untuk lebih dari satu operator pembayaran.

Transformasi pembayaran digital yang dihadirkan oleh LinkAja di lingkungan Pantai Pandawa diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi secara signifikan.

Hanya dengan metode pindai kode QR yang terdapat pada gerbang masuk, berbagai wahana atraksi, dan kios pedagang, maka transaksi berhasil dilakukan dalam waktu singkat, secara mudah, aman, dan nyaman.

Selain itu, tentunya pelancong dan pedagang serta manajemen pantai yang memiliki areal perbukitan tersebut terbebas dari potensi penyebaran virus, dibandingkan dengan penggunaan uang tunai.

“Kami menyambut positif digitalisasi transaksi yang ada di Pantai Pandawa ini sebagai bentuk dukungan kemudahan akses transaksi pada era normal baru,” ujar Haryati Lawidjaja, Direktur Utama LinkAja.

“Kami harap kemudahan metode pembayaran yang dapat dinikmati oleh para wisatawan dan pedagang dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bertransaksi, karena meminimalkan penggunaan dan penyebaran uangtunai di area ekosistem pantai.”

“Sehingga, langkah ini dapat menjadi bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Semoga solusi yang memudahkan ini dapat kembali meningkatkan pertumbuhan sector pariwisata.”

Herinaldi, Regional CEO Bali & Nusa Tenggara Bank Mandiri mengatakan sejak terdeteksi adanya virus corona di Indonesia dan seiring dengan keinginan Bank Mandiri untuk menjadi modern digital bank, perusahaan secara konsisten terus mensosialisasikan pemanfaatan alat pembayaran elektronik dalam bertransaksi.

“Apalagi pada saat berlangsungnya pembatasan sosial berskala besar. Harapannya, keberadaan sistem pembayaran non tunai ini akan menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang akan menghabiskan waktu di Pantai Pandawa,” ujar Herinaldi.

Dia menambahkan, program digitalisasi Kawasan Wisata Pantai Pandawa ini juga didukung sepenuhnya oleh Pemprov Bali dan Bank Indonesia serta masyarakat adat setempat sehingga diharapkan proses sosialisasinya dapat berjalan dengan lancar.

Kawasan Pantai Pandawa merupakan salah satu dari beberapa objek wisata di Pulau Bali yang telah dapat menggunakan LinkAja sebagai metode pembayarannya, selain Bali Zoo, Bali Bird Park, dan Bali Safari.

Berbagai ekosistem lainnya di pulau Bali yang telah dapat menggunakan LinkAja yaitu pusat oleh – oleh, pasar tradisional, modern retail, transportasi lokal, rumah sakit, dan kuliner.

Beberapa pusat oleh-oleh itu adalah Pie susu asli enak, Khrisna Oleh-oleh, Harum Bali Lapis Legit, dan The Keranjang Bali), sedangkan beberapa pasar tradisional adalah Pasar ikanKedonganan dan Pasar Shindu.

Modern retail yagn sudah dapat menggunakan LinkAja adalah Tiara Gatzu Supermarket, TiraDewata, dan Toko Soputan Fresh), sedangkan transportasi lokal adalah KarangAsem Ojek Online (K-Jek) dan Gianyar Ojek Online (Giajek).

Layanan rumah sakit yang sudah dapat menggunakan aplikasi LinkAja adalah Rumah Sakit (RSIA PuriBunda Denpasar Bali).

Selain itu, beberapa destinasi kuliner terkenal seperti Goddes Bakery dan Mitos Kopi pun sudah menyediakan layanan LinkAja.

Hingga saat ini, LinkAja telah dapat digunakan di lebih dari 200.000 merchant di seluruh Indonesia, 466 pasar tradisional, lebih dari 14.000 partner donasi digital, dan 1.569 e-commerce.

Layanan serupa juga dapat dimanfaatkan untuk pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari.

Contohnya adalah pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer kesemua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

LinkAja adalah merupakan uang elektronik nasional berbasis server yang merupakan produk andalan dari PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) yang berdiri pada 21 Januari 2019 dan telah terdaftar di Bank Indonesia.

Finarya merupakan sinergi dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) dan sembilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan anak usahanya.

Kesembilan perusahaan itu adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI, dan PT Pertamina (Persero).

Selanjutnya adalah PT Asuransi Jiwasraya (Persero), PT Danareksa (Persero), PT Kereta Commuter Indonesia, PT Jasamarga Toll Road Operator, serta PT Dana Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen.


Program Bantuan Insentif Pemerintah Dibuka untuk Industri Kreatif & Pariwisata

July 11, 2020 Add Comment
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara resmi membuka pendaftaran program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) dengan anggaran sebesar Rp 24 miliar.

BIP merupakan program tahunan yang diselenggarakan sejak 2017 yang bertujuan memberikan tambahan modal kerja dan/atau investasi aktiva tetap kepada pelaku usaha ekonomi kreatif dan sektor pariwisata.

Di dalam ekonomi kreatif, terdapat enam subsektor yaitu aplikasi digital dan pengembangan permainan, fesyen, kriya, kuliner, dan film.

“Untuk sektor pariwisata dikhususkan bagi homestay dan 13 jenis usaha pariwisata yang semuanya harus berada di lokasi di desa wisata,” ujar Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo dalam sosisalisasi pendaftaran BPI yang digelar secara daring, Kamis (9/7/2020).

Setiap tahun penyelenggaraannya, BIP terus mengalami peningkatan jumlah penerima dan penyaluran dana. Tahun pertama penyelenggaraan,

BIP diberikan kepada 34 penerima berasal dari 19 subsektor kuliner dan 15 Aplikasi Digital dan Pengembang Game (AGD) dengan total dana sebesar Rp 5,26 miliar.

Sementara itu, pada 2018 BIP disalurkan kepada 52 penerima (14 kuliner, 12 AGD, 13 fesyen, dan 13 kriya dengan total penyaluran dana sekitar Rp4,7 miliar. Tahun lalu, BIP diberikan kepada 62 penerima dari 5 subsektor ekonomi kreatif  yaitu kuliner, AGD, fesyen, kriya, dan film.

Total penyaluran dana yang diberikan tahun lalu sebesar Rp5,8 miliar. Sedangkan pada tahun ini, penyaluran BIP dianggarkan sebesar Rp24 miliar.

Fadjar Hutomo mengatakan, meski anggaran yang diberikan semakin besar, Kemenparekraf/ Baparekraf tetap melakukan seleksi dan kurasi yang melibatkan praktisi berpengalaman.

Pola pendekatan yang digunakan ke sumber pembiayaan mempertimbangkan pemberdayaan tenaga kerja kreatif yang bertalenta demi meningkatkan kapasitas usahanya dan menghasilkan lebih banyak produksi dan kualitas karya-karyanya.

“Dengan demikian diharapkan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai pelaku utama dapat memanfaatkan anggaran yang dialokasikan untuk kesinambungan kemajuan dan pengembangan usahanya,” kata Fadjar.

Plt. Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim menjelaskan, program Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) tahun ini terbagi dalam dua kategori yakni reguler dan afirmatif.

Untuk kategori reguler, BIP dapat diberikan kepada pelaku usaha berbadan hukum seperti PT, Koperasi, dan Yayasan/Perkumpulan dengan maksimal bantuan yang diberikan sebesar Rp 200 juta.

Sementara untuk kategori afirmatif dapat diberikan kepada pelaku usaha yang belum berbadan hukum seperti UD, Firma, atau CV dengan maksimal bantuan sebesar Rp 100 juta.

“Namun untuk nilai tetapnya tergantung dari kurator saat mengkurasi proposal yang diajukan oleh para pelaku usaha,” kata Hanifah Makarim.

Nantinya BIP diharapkan dapat dimaksimalkan oleh pelaku usaha antara lain untuk sewa ruang kerja dan software, pembelian bahan baku, peralatan, dan mesin penunjang.

“BIP bentuknya hibah, tetapi bukan berarti bisa sembarangan tanpa ada pertanggungjawaban. Dalam menerima dana BIP ini nantinya pelaku usaha harus melaporkan penggunaan pemanfaatan dana sesuai dengan permohonan.”

“Jadi tidak boleh ada penyimpangan penggunaan dana di luar proposal yang diajukan, kami akan melakukan pengawasan dan monitoring,” kata Hanifah.

Untuk memperoleh bantuan tersebut, terdapat delapan tahapan yang harus dilalui oleh seluruh peserta.

Kedelapannya yaitu pengajuan proposal, seleksi administrasi, mekanisme seleksi substansi, penetapan penerima bantuan, pengikatan pomitmen PKS, pencairan bantuan, laporan dan pertanggungjawaban, serta monitoring, pengendalian, dan evaluasi.

“Pengajuan proposal resmi dibuka mulai hari ini hingga satu bulan ke depan. Semua proses dalam BPI dilakukan secara gratis dan segala informasi akan disampaikan panitia melalui kanal resmi seperti email dan website,” kata Hanifah.

Wishnutama Kusubandio, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, mengatakan dana BIP yang semakin besar di tahun ini diharapkan dapat menjadi stimulus nyata bagi pelaku ekonomi kreatif dan pariwisata.

“Terutama dalam situasi saat ini untuk bangkit dari pandemi COVID-19 yang memberikan dampak yang sangat besar bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Tetap semangat, tetap positif dan terus berkreasi,” kata Wishnutama.

Pelaku usaha ekonomi kreatif dan pariwisata bisa mendaftar BIP secara online dan membaca petunjuk teknis melalui http://bip.kemenparekraf.go.id/ atau http://www.kemenparekraf.go.id  yang dibuka dari 9 Juli 2020 dan ditutup pada 7 Agustus 2020. 

Taman Bacaan Masyarakat

June 01, 2020 Add Comment

Taman Bacaan Masyarakat



A.Pengertian
Menurut Sutarno NS (2008: 129) Taman Bacaan Masyarakat adalah tempat yang sengaja di buat pemerintah, perorangan atau swakelola dan swadaya masyarakat untuk menyediakan bahan bacaan dan menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang berada di sekitar Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Taman Bacaan Masyarakat (TBM) merupakan suatu tempat yang sengaja di buat dan dikelola oleh masyarakat, perorangan, lembaga dan pemerintah untuk menumbuhkan minat baca kepada masyarakat yang ada dilingkungan taman
bacaan tersebut dan taman bacaan masyarakat termasuk dalam kategori perpustakaan umum.
Menurut Sinaga, Dian (Sinaga, Dian: 2005) perbandingan Taman Bacaan Masyarakat dengan perpustakan ditinjau dari sifatnya adalah Taman Bacaan Masyarakat sifatnya lebih in formal dan cakupan tidak terlalu luar ketimbang perpustakaan sedangkan perpustakan sifatnya lebih formal dan cakupannya lebih luas.
B. Fungsi, Tujuan dan Manfaat Taman Bacaan Masyarakat
Dalam memenuhi peranannya sebagai sumber belajar yang dapat memfasilitasi pembelajaran seumur hidup, TBM mempunyai fungsi sebagai tempat belajar dan mencari informasi yang dibutuhkan masyarakat, baik mengenai masalah yang langsung berhubungan dengan masalah pendidikan maupun tidak berhubungan dengan pendidikan.
Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman Bacaan Masyarakat dalam artikel (Possa: 12), fungsi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) adalah; (1) sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, (2) sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat, (3) sumber penelitian dengan menyedikan buku-buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan, (4) sumber rujukan yang (5) sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memamfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.
Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat (2006: 2), fungsi taman bacaan masyarakat adalah : 1. Sarana pembelajaran bagi masyarakat untuk belajar mandiri, dan sebagai penunjang kurikulum program Pendidikan Luar Sekolah, khususnya program keaksaraan.
2. Sumber informasi yang bersumber dari buku dan bahan bacaan Iainnya yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat.
3. Sumber penelitian dengan menyedikan buku-buku dan bahan bacaan Iainnya dalam studi kepustakaan.
4. Sumber rujukan yang menyediakan bahan referensi bagi pembelajaran dan kegiatan akademik Iainnya.
5. Sumber hiburan (rekreatif) yang menyediakan bahan-bahan bacaan yang sifatnya rekreatif untuk memamfaatkan waktu senggang untuk memperoleh pengetahuan/informasi baru yang menarik dan bermanfaat.
Dari uraian diatas TBM menjalankan beberapa fungsi. Fungsi tersebut terdiri dari fungsi pembelajaran, hiburan dan informasi. TBM melaksanakan kegiatan pelayanannya bervariasi. Ada banyak nama yang digunakan TBM, misalnya Rumah baca, pondok baca, perahu baca, Warung baca, namun pada hakikatnya kesemua lembaga atau organisasi tersebut , melakukan fungsi yang sama dengan TBM.
Taman bacaan masyarakat tergolong dalam kategori perpustakaan umum, jadi Tujuan perpustakaan umum menurut Sulistyo-Basuki dalam buku (2006: 22) adalah (1) Sebagai sarana pembelajaran masyarakat (2) sarana hiburan (rekreasi) dan pemanfaatan waktu secara efektif dengan memanfaatkan bahan–bahan bacaan dan merupakan sumber informasi lain sehingga warga masyarakat dapat memperoleh pengetahuan dan informasi baru guna meningkatkan kehidupan mereka (3) sarana informasi berupa buku, multi media lain, atau bacaan lain yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar dan masyarakat setempat.
Menurut Buku pedoman Pengelolaan Taman bacaan Masyarakat (2006: 1), manfaat taman bacaan masyarakat :
1. Menumbuhkan minat, kecintaan dan kegemaran membaca.
2. Memperkaya pengalaman belajar bagi warga.
3. Menumbuhkan kegiatan belajar mandiri
4. Mempercepat proses penguasaan proses penguasaan teknik
5. Membantu pengembangan kecakapan membaca
6. Menambah wawasan tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
7. Melatih tanggungjawab melalui ketaatan terhadap aturan-aturan yang ditetapkan
8. Membantu kelancaran penyelesaian tugas.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manfaat taman bacaan masyarakat adalah menumbuhkan minat baca dan kecintaan membaca untuk memperkaya pengalaman belajar bagi warga dan menambah wawasan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi. Selain memberikan kemudahan mendapatkan bahan bacaan yang dibutuhkan masyarakat, TBM juga melakukan berbagai kegiatan untuk menumbuhkembangkan minat dan kegemaran membaca. Apabila melaksanakan fungsinya dengan baik.
C. Perbedaan Perpustakaan dengan Taman Baca Masyarakat (TBM)
Bila kita lihat dari segi fungsinya, perpustakaan dan TBM memang sama. Dan banyak orang yang mengartikan TBM adalah perpustakaan dan tidak sedikit juga mereka salah memahami dan sulit membedakan diantara keduanya karena dari segi fungsinya yang sama tersebut.
Perpustakaan sendiri merupakan suatu instansi resmi dari pemerintah yang ada anggarannya secara khusus. Berbeda dengan TBM, menurut Gola Gong ketua Umum Forum Taman Baca Masyarakat seluruh Indonesia dalam acara seminar yang dilakukan di yogyakarta, beliau menyampaikan TBM adalah suatu lembaga non formal in formal, dikelola dengan dana swadaya dan biasanya tidak diberlakukan peraturan – peraturan khusus seperti diperpustakaan. Sebagai contoh mungkin untuk masuk ke perpustakaan harus dalam keadaan rapih, sopan, formal, tidak boleh berisik dan tidak sedikit perpustakaan yang terkesan kaku. Lain halnya dengan TBM, lembaga ini memang bisa dikatakan adalah lembaga swasta, karena penanganannya tidak harus dilakukan oleh pegawai negeri atau seseorang yang ahli dalam bidang perpustakaan, siapapun yang mau bisa mendirikan dan mengelola TBM.
Setidaknya TBM didalam lingkup masyarakat yang kecil sudah mulai mampu mengenalkan masyarakat terhadap bahan bacaan yang masyarakat awam mengidentikkan TBM sebagai suatu perpustakaan. Dengan demikian tinggal bagaimana perpustakaan lebih menarik simpati masyarakat secara luas untuk menggunakan fasilitas yang disediakannya. Akan lebih efektif bila terjalin suatu kerjasama yang erat antar perpustakaan umum atau perpustakaan formal lainnya dengan Taman Baca Masyarakat, sehingga apa yang dibutuhkan masyarakat akan terpenuhi dengan adanya sistem kerjasama ini. Apabila suatu TBM tidak mempunyai koleksi yang dibutuhkan masyarakat maka akan dirujuk kepada perpustakaan yang biasanya memang memuat informasi yang lebih banyak. Hal ini dapat dianalogikan dengan suatu puskesmas, apabila ia menemui pasien yang tidak bisa diobati, maka akan dirujuk kepada rumah sakit yang lebih besar dan lengkap pengobatannya. Tentunya TBM dan Perpustakaan merupakan lembaga yang berbeda dan perlu saling melengkapi satu sama lain. Adapun perbedaan hanya untuk memberikan warna diantara keduanya. Perpustakaan hendaknya lebih memasyarkat dan layanan yang diberikan kepada pemustaka bukan hanya layanan prima, akan tetapi layanan ikhlas. Banyak TBM yang lebih eksis, karena pelayanan yang dilakukannya didasari dengan keikhlasan dan rasa keterpanggilan, bukan tugas. Sepatutnya hal yang demikianpun dapat ditumbuhkan diperpustakaan. Adapun mengenai sistem teknis TBM memang perlu banyak berdiskusi dan meminta saran serta kerjasama dari perpustakaan untuk dapat menerapkan sistem yang lebih baik, walaupun tidak sama dengan perpustakaan yang harus sesuai dengan peraturan – peraturan yang berlaku.
Sumber :
Putri, Gustia Windy. 2013. Rancangan Pembuatan Sarana Promosi di Taman Bacaan Masyarakat Suka Maju Sejahtera Padang. Padang: UNP (Universitas Negeri Padang)
Arifin, Ridwan Nur. 2012. Perpustakaan dan TBM, Versus or Featuring???.Yogjakarta (diakses pada web http://coretanridwan.blogspot.com)
kesetaraan

kesetaraan

June 01, 2020 Add Comment
kesetaraan pendidikan adalah
kesetaraan pendidikan di indonesia
kesetaraan pendidikan di indonesia pdf
kesetaraan pendidikan pdf
pendidikan kesetaraan paket c
pendidikan kesetaraan paket b
pendidikan kesetaraan gender
pendidikan kesetaraan paket a b dan c
perspektif pendidikan kesetaraan adalah
pendidikan kesetaraan paket a
artikel kesetaraan pendidikan
pendidikan kesetaraan belajar masyarakat mitra dikmas
contoh kesetaraan pendidikan brainly
kesetaraan dalam bidang pendidikan tercermin dalam contoh berikut ini yaitu
kesetaraan dalam bidang pendidikan
kesetaraan gender dalam bidang pendidikan
kesetaraan gender di bidang pendidikan
contoh kesetaraan pendidikan
pendidikan kesetaraan program paket c
pendidikan kesetaraan kreatif paket c sma kota medan sumatera utara
modul paket c pendidikan kesetaraan
kesetaraan dalam pendidikan
pendidikan kesetaraan dan keaksaraan
makalah kesetaraan pendidikan di indonesia
kesetaraan gender dalam pendidikan
kesetaraan gender dalam pendidikan islam
kesetaraan gender dalam pendidikan di indonesia
pendidikan kesetaraan in english
e modul pendidikan kesetaraan
e proposal pendidikan kesetaraan
pendidikan kesetaraan non formal
pengertian kesetaraan pendidikan non formal
makalah pendidikan kesetaraan gender
kesetaraan gender pendidikan tinggi
wanita kesetaraan dalam pendidikan islam
isu kesetaraan pendidikan
pendidikan kesetaraan jurnal
pendidikan kesetaraan kejar paket
modul pendidikan kesetaraan kurikulum 2013
unduh modul pendidikan kesetaraan kurikulum 2013
download modul pendidikan kesetaraan kurikulum 2013
kasus kesetaraan pendidikan
pengertian kesetaraan pendidikan
kesetaraan gender dalam lembaga pendidikan
pengertian pendidikan kesetaraan menurut para ahli
makalah kesetaraan pendidikan
kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu
kesetaraan peluang pendidikan di malaysia
forum tutor pendidikan kesetaraan nasional
pendidikan kesetaraan pondok pesantren
pendidikan kesetaraan pondok pesantren salafiyah
pendidikan kesetaraan ppt
kesetaraan sosial pendidikan
contoh kesetaraan sosial pendidikan
bop pendidikan kesetaraan tahun 2018
juknis bop pendidikan kesetaraan tahun 2019
juknis bop pendidikan kesetaraan tahun 2018
tujuan kesetaraan pendidikan
uu tentang pendidikan kesetaraan
kalender pendidikan kesetaraan 2019
bop pendidikan kesetaraan 2019
kalender pendidikan kesetaraan 2018
juknis pendidikan kesetaraan 2019
juknis pendidikan kesetaraan 2018
kalender pendidikan kesetaraan 2018 jawa barat
ujian nasional pendidikan kesetaraan 2019
juknis bop pendidikan kesetaraan 2019
8 standar pendidikan kesetaraan
AnyBODY ​​bisa berenang

AnyBODY ​​bisa berenang

May 24, 2020 Add Comment
Hal tentang berenang adalah siapa saja bisa melakukannya. Tidak peduli seberapa besar atau kecil atau berbadan sehat, siapa pun dapat masuk ke dalam air

Saya suka berenang di air terbuka. Saya suka dingin. Saya suka teman-teman yang saya buat. Saya suka rasa komunitas. Saya suka teh dan kue sesudahnya. Saya suka keheningan mengambang. Saya suka sukacita melompati ombak. Saya suka ketenangan terendam. Saya suka perasaan saya setelah berenang. Tetapi yang paling penting, saya suka penolakan total dan sepenuhnya terhadap gagasan bahwa hanya tipe tubuh tertentu yang bisa berenang.

Hal tentang berenang adalah siapa saja bisa melakukannya. Tidak peduli seberapa besar atau kecil atau berbadan sehat. Siapa saja dapat masuk ke dalam air dan mengalami tekstur, gerakan, suhu pada kulit mereka. Anda mungkin perlu hoist, atau kursi roda. Anda mungkin memerlukan perangkat pengapungan atau seseorang untuk mendukung Anda secara fisik. Anda mungkin tidak bisa mendorong diri sendiri melalui air tetapi Anda mungkin bisa melayang. Anda mungkin tidak dapat melihatnya, mendengarnya, menciumnya atau merasakannya, tetapi Anda akan dapat merasakannya. Rasakan bobotnya, rasakan dinginnya, rasakan energinya. Bagaimanapun Anda mengalaminya, siapa pun bisa berenang.
The Salty Seabirds benar-benar semua bentuk dan ukuran. Salah satu dari banyak hal yang saya sukai dari kawanan kami adalah kepercayaan tubuh yang menular yang telah menyebar saat kami menelanjangi pantai dengan pemandangan penuh dari turis yang lewat, pejalan kaki anjing dan perenang lainnya. Anda tidak punya waktu untuk khawatir tentang siapa yang dapat melihat bagian Anda saat Anda berpacu melawan arus dan berenang bergetar untuk mendandani tubuh yang mati rasa. Dan bertentangan dengan apa yang disarankan oleh nama Seabirds, kami memiliki beberapa, meskipun sedikit, perenang laut jantan dalam jumlah kami. Mereka telah melihat milik kita dan kita telah melihat milik mereka.
Seiring dengan kepercayaan diri tubuh ada sejumlah besar kepositifan tubuh yang sekali lagi menular. Anda akan menganggap keduanya berjalan beriringan tetapi tidak. Saya memiliki massa kepercayaan tubuh, dibesarkan dengan seorang ibu yang praktis naturis, ada tubuh telanjang yang terus-menerus dipajang di masa muda saya. Namun, saya memiliki 2 operasi caesar yang membuat saya membenci tubuh yang telah gagal pada jam ke-11 dan telah meninggalkan saya dengan pengingat fisik permanen. Saya tidak dapat melihat kekuatannya dalam menggendong dua bayi. Saya memiliki keyakinan untuk telanjang, tetapi saya tidak memiliki hubungan positif dengan tubuh saya karena saya fokus pada estetika dan beberapa menit terakhir kehamilan saya.
Ini telah berubah sejak berbagi berenang dengan Burung Laut Asin. Orang-orang yang berbagi pakaian renang dengan saya memiliki dampak mendalam pada hubungan saya dengan tubuh saya. Saya tidak lagi mengukur kekuatan dan kesuksesan tubuh saya dengan berapa banyak maraton yang saya jalankan, atau seberapa cepat tetapi dengan hal-hal sehari-hari yang saya andalkan. Bagaimana itu bisa membawaku ke pantai untuk bertemu teman-temanku. Bagaimana itu beradaptasi dengan air dingin dan membuat saya bertahan. Bagaimana semua indra saya memproses pemandangan, suara, dan aroma pengalaman berenang liar saya. Inilah kekuatan dan keberhasilannya. Itu tidak dan tidak mengecewakan saya. Orang sering bertanya kepada saya bagaimana saya melakukannya? Bagaimana caranya masuk ke air sedingin itu? Tanggapan saya adalah semacam mengangkat bahu. Semoga bukan yang sombong atau acuh tak acuh, tapi jelas mengangkat bahu. Saya telah datang untuk mengambil kemampuan tubuh saya untuk beradaptasi dengan suhu laut yang dingin begitu saja - itu hanya ketika saya mengambil langkah mundur dan mempertimbangkan apa pencapaian itu, bahwa saya dapat melihat itu kekuatan dan kesuksesan. Tapi bukan hanya tubuhku yang bisa melakukannya. Siapa saja bisa!
Tanpa niat kita dikurung oleh orang lain dan diri kita sebagai 'tipe' orang sejak usia sangat dini. Seabird Cath menyebut dirinya sebagai 'bukan tipe sporty khas Anda' karena dia tidak termasuk dalam kategori itu di sekolah. Namun, dia telah menjalin hubungan baru dengan tubuhnya sejak berenang di air dingin. Dia mampu melihat melampaui label sebelumnya dan melihat dirinya sebagai perenang tangguh yang memungkinkan tubuhnya yang kuat.
Bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan tubuh kita memiliki pengaruh besar pada kepercayaan diri kita akan kemampuannya. Kita benar-benar dibombardir dengan pendapat orang lain tentang tubuh kita sejak usia sangat dini. Dari orang yang kita kenal - anggap kerabat lansia meremas pipi kita dan menyebut kita gemuk, hingga orang yang tidak kita kenal - pikirkan majalah mengkilap yang memberi tahu kita berapa berat setiap selebriti dan lebih kecil dari kita. (Ini adalah kebencian yang sangat hewan peliharaan. Kecuali jika kamu berdiri di kamar selebritis itu sambil melihat jumlah sisik tempat mereka berdiri, bagaimana kamu bisa tahu berapa banyak mereka? Raja, berat?)
Dua Burung Laut Asin Christine dan Claudine telah bersama-sama menciptakan sebuah lokakarya bernama 'Think, Eat, Move'. Bagian 'Think' mendorong peserta untuk mempertanyakan bagaimana kita melihat diri kita sendiri dan menantang pesan media tentang seperti apa tubuh itu. Setelah berdamai dengan 'Pikirkan', Anda kemudian pindah ke bagian 'Makan' dan 'Pindahkan'. Fokusnya bukan makanan yang baik atau buruk, melainkan bahan bakar untuk tubuh kita dan tidak ada tujuan yang didorong oleh bentuk latihan tetapi gerakan menjadi menyenangkan dan sebagai cara untuk menjaga tubuh kita sehingga itu akan menjaga kita di kemudian hari.
Kami tidak dilahirkan dengan perasaan tertentu tentang tubuh kami atau berfokus pada bagaimana anggota tubuh, kulit, dan rambut kami terlihat bagi diri kami sendiri dan dunia luar. Tanya Shadrick menghabiskan musim sebagai penulis di kediaman di Pells Pool. Dia menulis dengan tangan panjang pada gulungan untuk proyeknya 'Kesabaran Liar: Lap di Longhand ”, satu mil dari kata tertulis. Saya senang mendengarkan Tanya membaca ekstrak suatu malam musim panas di Swim Talks yang diselenggarakan oleh Sea Lanes dan sejak itu selalu ada di tangan saya. Tidak hanya nada beludru halus dari kata yang diucapkannya memikat saya, tetapi juga kata-kata tertulisnya ketika dia ingat saat dia berusia 9 tahun, bebas dari pelabelan tipe yang dia cintai sendiri yang hanya dia pelajari lagi di usia 40-an. . Kita semua harus menjadi gadis berusia 9 tahun itu lagi.
Saya, bersama dengan banyak Burung Laut Asin telah berhasil menemukan diri kita yang berusia 9 tahun - dia menyembunyikan dirinya dengan baik dan bisa sangat sulit ditemukan tetapi jika Anda mencari cukup lama dia akan muncul. Di setiap bulan, rusa berenang, melompati ombak, menyelam dari dermaga - dia ada di sana tersenyum dan melengking bahagia ditemukan lagi. Dia mampu, dia percaya diri, dia positif dan dia ada di dalam diri kita masing-masing. Ayo berenang bersama kami dan Anda akan menemukannya karena siapa pun bisa berenang!
Penulis: Seabird Kath
PS Baca ekstrak Tania Shadrick - luar biasa - klik tautan ini