Showing posts with label IEEE. Show all posts
Showing posts with label IEEE. Show all posts

Khoirul Anwar, 4G dan Tantangan Kompetensi Aktivis KAMMI

March 14, 2016 Add Comment

Oleh: Bambang Prayitno dan Eka Suwarna
(Anggota dan Pengurus Keluarga Alumni KAMMI)

HAMPIR setahun ini, masyarakat Indonesia dihebohkan oleh berita tentang anak muda peneliti asal Indonesia yang menemukan (konsep dasar) teknologi 4G dimana konsep dasar yang diyakininya menyatakan bahwa teknik double FFT (Fast Fourier Transform) dalam transmisi akan menjadikan teknologi transmisi masa kini menjadi lebih stabil dan itu merupakan terobosan paling baru dan mendekati puncak dalam bidang teknologi komunikasi.
Cerita yang beredar tentangnya sangat menginspirasi. Dimulai dari tahun 2005 ketika ia diremehkan atas proposal penelitian yang ia ajukan untuk membuktikan teorinya saat diikutkan dalam International Conference, diragukan oleh Chairman; bahwa teknik double FFT ini 'useless' (tidak bisa digunakan). Padahal, gagasan untuk menggunakan double FFT itu justru demi 'membangunkan' kebanyakan ilmuwan bidang transmisi yang merasa cukup dengan keyakinan bahwa transmisi OFDM (wifi) yang hanya memakai satu FFT itu sudah luar biasa.

Komentar yang sama didapat saat kunjungan "visiting researcher" di Australia, bahwa teknik double FFT ini tidak ada gunanya karena teknik lain seperti "bit loading" menjadi tidak bisa diaplikasikan. Tapi ia kemudian "nekat" memepertahankan gagasannya dan mematenkan temuannya. Saat mematenkan, sensei (guru atau profesor) nya memberikannya semangat; "paten yang bagus adalah karya yang sederhana tapi hasilnya luar biasa dan tidak terpikirkan oleh orang sebelumnya".

Dan dengan bekal paten yang dianggap "useless" serta semangat pantang menyerah yang terus menerus ia pupuk itu, ia membawa karyanya ke Amerika dalam sebuah simposium tentang teknologi elektronik di mana ia mewakili Asia. Dan di situlah ia mendapatkan penghargaan dan pengakuan dari publik dunia yang sedang berkumpul di California, Amerika. Di Amerika-lah, publik menyambutnya dan memberikan panggung untuk membuktikan semua mimpinya.

Dialah Khoirul Anwar. Lebih tepatnya Doktor Khoirul Anwar. Doktor dan peneliti muda dari Indonesia yang pernah aktif di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) lalu kemudian di JAIST yang mengkonsentrasikan diri dalam bidang penelitian transmitter inilah yang menemukan teknik transmisi dan teknologi Fourth Generation Long Term Evolution (4G LTE).

Teknik ini diadopsi menjadi standar internasional oleh The International Telecommunication Union (ITU-T) dengan nomor ITU-R S.1878 dan ITU-R S.2173 pada awal 2010. Keputusan untuk menjadikan teknik yang ditemukan Khoirul ini dikeluarkan, setelah Khoirul berhasil menjawab seluruh pertanyaan 'reviewer' yang datang terus menerus sejak dipatenkan tahun 2005. Bahkan, dengan berbagai pertanyaan tersebut, Khoirul akhirnya harus menurunkan rumus baru dan bukti baru kepada para 'reviewer' paten.

DR. Khoirul Anwar pantas berbangga. Karena karyanya mendunia. Dipakai oleh hampir seluruh manusia di muka bumi yang menggunakan teknologi komunikasi pintar terbaru. Dan DR. Khoirul Anwar pantas dibanggakan dan mendapatkan tempat terhormat di tanah air kita.

Karena berkatnya lah, Indonesia mampu menegakkan wajah dengan gagah. Seolah-olah sedang berkata; bahwa bangsa kami punya putra-putri yang memiliki kecerdasan dan kemampuan yang setara dengan bangsa-bangsa penemu lainnya di dunia. Mampu berkontribusi bagi peradaban manusia di dunia.

Pengakuan dunia datang silih berganti. Mulai dari penghargaan Travel Grant Award, Computer and Communications Conference Conference Award dari Massachusets Institute of Technology (MIT), tahun 2004, disusul penghargaan The Best Student Paper oleh Institute of Electrical and Electronic Engineering (IEEE) di bidang Radio and Wireless Symposium 2006 (RWS2006) di California, pada Januari 2006.

Bertahun kemudian, datang penghargaan yang lain, berupa Best Paper untuk kategori Young Scientistdi tengah acara Institute of Electrical and Electronics Engineers Vehicular Technology Conference(IEEE VTC) 2010-Spring yang digelar 16-19 Mei 2010, di Taiwan. Dan tak lupa, dapukan terbaru yang datang dari Indonesia; Penghargaan Achmad Bakrie XII pada tahun 2014 yang lalu.

Kebanggaan KAMMI

Keberhasilan dan kebanggaan DR. Khoirul Anwar tentu juga telah mengalirkan kebanggaan tersendiri bagi aktivis KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dan para alumninya. Karena Khoirul Anwar memang aktivis KAMMI tulen. Pada saat ia mengambil jenjang S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) itulah Khoirul Anwar mengenal KAMMI dan terlibat di dalamnya.

Khoirul muda adalah aktivis KAMMI Komisariat ITB. Kemudian, saat mengambil studi Master dan Doktor di Jepang, Khoirul diberi amanah untuk menjadi Ketua KAMMI Perwakilan Jepang. Istri Khoirul, Teh Sri Yayu Indriyani -sesama Alumni ITB- juga aktivis KAMMI. Saat masih kuliah di ITB, Teh Yayu pernah menjadi Staf Pengurus KAMMI Daerah Bandung Bidang Pengembangan Organisasi.

Selain kepada Khoirul, kita juga pantas menyematkan kebanggaan kita pada beberapa senior KAMMI. Ada yang berkontribusi lewat dunia cendekia dan mengembangkan bidang ekonomi syari'ah dan hukum tatanegara. Ada juga yang menggeluti dunia politik dan memberikan sumbangsih besar tentang posisi kelembagaan legislatif dalam penyelenggaraan negara. Semua mantan aktivis KAMMI itu, dalam usia yang masih muda -sekira 40 tahunan- telah ikut berkontribusi bagi Indonesia dan dunia.

Tapi ada uniknya. Sebagian alumni KAMMI yang 'expert' dalam sebuah ilmu dan terlibat secara tematik dalam bidang tertentu, justru tidak banyak berbicara dalam ruang diskusi media sosial. Apalagi di ruang publik. Mereka hanya sesekali berkomentar tentang sesuatu. Itupun kadang, berdasar pada tema yang bertalian dengan bidang yang digeluti. Seolah-olah mereka ingin mengajarkan untuk "sepi ing pamrih, rame ing gawe"; senantiasa mempersembahkan karya terbaik, tanpa pamrih dan keinginan terselubung.

Ini sekaligus kebanggaan tapi suatu saat nanti harus menjadi otokritik tersendiri bagi alumni KAMMI. Bahwa kadang, sesekali kita juga mesti berbicara di depan khalayak tentang gagasan, mimpi, narasi dan karya kita, sebagai bentuk kredibilitas intelektual dan aktivisme kita; sebagai bentuk pertanggungan jawab kita pada sejarah dan masa depan; sebagai bentuk paling sederhana bahwa kita telah menunjukkan apa yang kita impikan tentang perjalanan umat manusia.

Di luar perbincangan kita soal "sudah saatnya kita tampil berbicara di depan khalayak", mungkin kita juga perlu menengok jauh ke dalam diri kita, berkaca dengan penuh kesadaran; baik sebagai pribadi, maupun sebagai sebuah komunitas aktivis pemuda muslim Indonesia. Tentang kompetensi yang kita yakini lalu kita rumuskan bersama. Perihal 6 (enam) pengetahuan, kemampuan dan perilaku yang harus kita rajut dalam diri sebagai aktivis pemuda Islam, agar sematan "Muslim Negarawan" layak tersandingkan di pundak kita semua.

Kompetensi-kompetensi itu adalah; 1) pengetahuan keislaman yang utuh; 2) kredibilitas moral yang senantiasa ajeg dalam jiwa; 3) wawasan ke-Indonesiaan yang maujud dalam laku nasionalisme kita; 4) kepakaran dan profesionalisme sebagai buah dari kegelisahan dan keinginan kita untuk menyelesaikan masalah bangsa dan umat manusia; 5) kepemimpinan yang mampu menggerakkan dan menginspirasi perubahan; dan 6) kemampuan dalam membangun jejaring dan merekatkan jiwa seluruh elemen bangsa.

Kompetensi kritis itu tak berdiri sendiri. Ia kesatuan yang utuh dan melengkapu satu dengan lainnya. Tak akan lengkap sematan "Muslim Negarawan", jika salah satu tertinggal ketika kita sedang dalam proses memadu-sulamkan.

Otokritik KAMMI

Lalu, adakah asbab yang menjadikan enam (6) kompetensi kritis itu tak lengkap kita rangkai? Kami mencoba mencatat secara ringkas beberapa sebab-sebabnya;

Pertama; kita tidak tekun mendaras sumber-sumber pengetahuan Islam. Kedua; kita tak mampu menghubungkan narasi langit dengan keragaman aktivitas manusia. Ketiga; tidak utuh melihat Indonesia sebagai sebuah lanskap pelangi yang memerlukan kebesaran jiwa untuk mengerti dan dengan sadar nan bahagia ingin terus ikut mewarnai.

Keempat; kita tak selesai mendaras pengetahuan tematik kita dan lebih suka terlibat dalam berbagai bidang yang tak yakin kita kuasai secara utuh. Kelima; kurangnya pengetahuan kita akan orang lain yang berbeda beserta jiwa dan perasaannya yang asing, hingga kadang tak mampu kita selami. Keenam; kita terlalu asyik dengan dunia kita yang kita khayali lengkap tapi ternyata belum menjad jejaring yang lengkap.

Berkaca pada permasalahan mendasar kita yang menjadi batu sandungan untuk menuju "Muslim Negarawan", maka ada baiknya kita menyelami sebagian cerita Khoirul Anwar di berbagai media, bahwa ia ternyata tekun belajar tentang keislaman sejak masa kuliah; ajeg menjaga moralnya dalam pengembaraannya; mencintai Indonesia dan selalu penuh hasrat untuk berbagi ilmu dengan anak-bangsa;

Ia juga mumpuni dan mumtaz dalam pengetahuan yang ia pelajari; mampu menginspirasi anak-anak muda Indonesia dan dunia untuk tekun menuntut ilmu dan mengembangkan ilmu pengetahuan baru; serta berhasil meyakinkan para peneliti dunia dari luar untuk ikut dalam proyek besar mencari sarana baru komunikasi manusia yang kini mendekati puncaknya.

Sadar atau tidak, Khoirul Anwar ternyata sedang melengkapi kompetensi kritisnya menuju cita "Muslim Negarawan" yang ideal seperti halnya cita masing-masing kita. Walaupun masih ada kekurangan di sana-sini dan masih terus berproses tanpa pernah henti, Khoirul Anwar telah membuktikan bahwa ia ingin menjadi "Muslim Negarawan" yang berkontribusi bagi peradaban dunia.

Lalu apa dan sudah sampai dimanakah bentuk pembuktian kita?

Selasa, 8 Maret 2016

*sebagian cerita berdasarkan tanya jawab dengan narasumber (DR. Khoirul). Ucapan terimakasih kepada semua pihak yang ikut terlibat menjadi kontributor cerita.

Sumber :

MAN (Metropolitan Area Network)

October 14, 2015 Add Comment

Metropolitan Area Network (MAN) adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Berikut adalah karakteristik MAN yaitu:
1. Meliputi area seluas antara 5 dan 50 kisaran km. Banyak MAN mencakup area perkotaan.
2. Sebuah MAN (seperti WAN) umumnya tidak dimiliki oleh satu organisasi. MAN, komunikasi linknya dan peralatan, umumnya dimiliki oleh salah satu konsorsium pengguna atau oleh penyedia layanan jaringan yang menjual pelayanan kepada pengguna.
3. MAN sering bertindak sebagai jaringan kecepatan tinggi untuk memungkinkan berbagi sumber daya daerah. Hal ini juga sering digunakan untuk menyediakan koneksi bersama untuk jaringan lain dengan menggunakan link ke WAN.
4. MAN berukuran lebih besar dan biasanya memakai teknologi yang sama dengan LAN.
5. Hanya memiliki sebuah atau dua buah kabel dan tidak memiliki elemen switching, yang berfungsi untuk mengatur paket melalui beberapa output kabel . Adanya elemen switching membuat rancangan menjadi lebih sederhana

MAN sendiri diartikan Sebagai Suatu jaringan yang meng-cover sebuah kota (Computer networks, ANDREW S.T, halaman 117). 
Pada awalnya rangkaian MAN dihubungkan dengan menggunkan Kabel LAN untuk menghubungkan kantor yang satu ke kantor cabang yang lainnya yang jaraknya beberapa KM, dengan hadirnya WIMAX maka pengguna layanan internet semakin tertarik pada Wireless yang berskala MAN.
Peralatan pre-Wimax(IEEE 802.16) merupakan suatu perangkat yang didesain khusus untuk wireless bersekala MAN, contoh peralatan ini adalah Redline AN-50 AN-30,Alvarion Link Blaster.
Wireless MAN dapat bermain pada beberapa frekuensi yaitu frekuensi 900 MHz, 1.5 GHz, 2 GHz, 2.5 GHz, 3.3 GHz, 5.8 GHz. Dan Saat ini diindonesia yang ijinkan pemerintah untuk dipakai oleh masyarakat umum adalah frekuensi 2.4GHz yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa channel
Berikut penulis menyajikan gambar pembagian frekuensi yang digunakan diudara:
(Gambar diambil dari e book”CCNA: Cisco Certified Network Associate Study Guide six Edition” halaman 706)
Gambar pembagian frekuensi :





Pada kesempatan ini penulis asumsikan kita menggunakan IEEE 802.11b untuk mendesain jaringan wireless berskla MAN (Metropolitan Area Network) dengan menggunakan frekuensi 2.4GHz.
Daftar Frekuensi kanal-kanal yang dapat digunakan pada frekuensi 2.4GHz


Tiap negara mempunyai aturan yang berbeda-beda dalam penggunaan channel diatas, Misalnya saja untuk beberapa daerah di Amerika, hanya dapat menggunkan Kanal 1 hingga kanal 11, dieropa menggunkan kanal 1 hingga 13, sedangkan jepang sendiri yang mempunyai tingkat teknologi tinggi hanya bermain pada kanal 14.
Untuk WiFi yang berlabelkan 802.11b yang menggunakan Modulasi Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), akan terlihat spectrum yang yang lebarnya 22MHz untuk setiap stasiun yang memancar.




Dapat dilihat diatas satu channel akan melebar kebawah 11MHz dan akan melebar 11MHz keatas hingga total spectrum yang terambil adalah 22MHz, hal ini tentunya akan mengambil dua kanal diatas dan 2 kanal dibawahnya sehingga kanal yang terpakai sebanyak 5 kanal.
Sehingga jika anda ingin membangun jaringan ini ada baiknya anda membebaskan/tidak menggunakan 2 channel dibawah dan 2 channel diatas dari kanal yang anda gunakan agar terbebas dari inteferensi.

Pengertian VSAT.

October 07, 2015 Add Comment

VSAT merupakan kependekan dari Very Small Aperture Terminal yang menyediakan akses yang sangat efisien. 
Metode Jaringan berbasis VSAT memberikan solusi efisien yaitu dengan metode cost effective dan reliable untuk distribusi data ke sejumlah lokasi berbeda tanpa terkait jarak untuk distribusi data ke banyak lokasi dengan tingkat pelayanan dan perawatan yang sama di tiap titik. 
VSAT mudah diatur dari satu tempat, dibanding dengan komunikasi terestrial yang menggunakan banyak jalur komunikasi dan peralatan dari penyedia jaringan dan vendor yang berbeda.
Maka dalam pengertian VSAT di jelaskan bahwa VSAT adalah pilihan bagi mereka yang berada di tempat terpencil dan membutuhkan koneksi Internet dimana tidak ada infrastruktur lain sepertileased line, ISDN, bahkan tidak juga telepon. 
VSAT berbentuk seperti piringan yang berukuran besar dan menghadap ke langit. Dengan peralatan ini maka sinyal digital diterima dan dikirimkan ke satelit. Satelit berfungsi sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.
Untuk mendapatkan data Internet dari setelit, sistem ini sama dengan mendapatkan sinyal televisi dari satelit. Jadi Data dikirimkan oleh satelit dan diterima oleh sebuah alat decoder pada sisi pelanggan. Data yang diterima dan yang hendak dikirimkan melalui VSAT harus di-encode dan di-decode terlebih dahulu. 
Satelit Telkom-1 menggunakan C-Band (4-6 GHz). Selain C-Band ada juga KU-Band. Namun C-Band lebih tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan KU-Band. Satelit ini menggunakan frekuensi yang berbeda antara menerima dan mengirim data. 
Intinya, frekuensi yang tinggi digunakan untuk uplink (5,925 sampai 6,425 GHz), frekuensi yang lebih rendah digunakan untuk downlink (3,7 sampai 4.2 GHz). Sistem ini mengadopsi teknologi TDM dan TDMA.
Sebenarnya piringan VSAT tersebut menghadap ke sebuah satelit geostasioner. Satelit geostasioner berarti satelit tersebut selalu berada di tempat yang sama sejalan dengan perputaran bumi pada sumbunya. 
Satelit geostasioner mengorbit selalu pada titik yang sama di atas permukaan bumi, katakanlah di atas Monas, maka dia akan selalu berada di atas sana dan mengikuti perputaran bumi pada sumbunya. 
VSAT menyediakan bagi pelanggannya untuk sambungan internet secara permanen dengan kecepatan tinggi atau private network dengan kecepatan tinggi. VSAT sangat sesuai untuk perusahaan-perusahaan yang memiliki banyak cabang yang harus selalu terhubung dengan kantor pusat. 
Perusahaan-perusahaan dalam industri pertambangan, energi, perkebunan, keuangan dan perbankan maupun perusahaan-perusahaan yang memiliki cabang di seluruh wilayah Indonesia membutuhkan solusi VSAT sebagai sarana komunikasi mereka.
Umumnya konfigurasi VSAT adalah seperti bintang. Piringan yang di tengah disebut hub dan melayani banyak piringan lainnya yang berlokasi di tempat yang jauh. Hub berkomunikasi dengan piringan lainnya menggunakan kanal TDM dan diterima oleh semua piringan lainnya. 
Piringan lainnya mengirimkan data ke hub menggunakan kanal TDMA. Dengan cara ini diharapkan dapat memberikan konektifitas yang baik untuk hubungan data, suara dan fax. Semua lalu lintas data harus melalui hub ini, bahkan jika suatu piringan lain hendak berhubungan dengan piringan lainnya. Hub ini mengatur semua rute data pada jaringan VSAT.
KU-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik dengan jarak frekuensi dalam gelombang mikro mencapai 11,7 hingga 12,7 GHz (downlink frequencies) dan 14 hingga 14,5 GHz(uplink frequencies). 
KU-band atau Kurtz-Under band terutama digunakan pada satelit komunikasi, khususnya untuk penerbitan dan penyiaran satelit televisi atau Direct Broadcast Television. KU-band juga digunakan untuk sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis.
C-Band adalah nama yang diberikan kepada bagian tertentu dari spektrum elektromagnetik, serta berbagai panjang gelombang dari gelombang mikro yang digunakan untuk telekomunikasi radio jarak jauh. 
IEEE C-band dan variasi-variasi kecil nya berisi rentang frekuensi yang digunakan untuk transmisi satelit komunikasi paralel oleh beberapa perangkat Wi-Fi, beberapa telepon nirkabel, dan beberapa sistem radar cuaca.
IEEE C-band adalah bagian dari spektrum elektromagnetik pada rentang frekuensi microwave berkisar 4,0-8,0 Ghz, tetapi definisi ini adalah salah satu yang diikuti oleh produsen radar dan pengguna, namun tidak harus oleh pengguna telekomunikasi radiomicrowave.
Dalam sebuah system jaringan VSAT, element jaringannya dapat dibagi dalam 2 kategori, yaitu :
Ground segment; yaitu element jaringan VSAT yang berada di bumi, yang terdiri dari HUB, dan terminal VSAT itu sendiri.
Space segment, yaitu element jaringan VSAT yang terdapat di langit, yang terdiri dari satelit, dalam hal ini digunakan satelit GEO (Geosynchronous Earth Orbit).
Dengan teknologi VSAT yang semakin maju, komunikasi antar pulau di Indonesia akan menjadi semakin mudah, murah dan efisien. Mudah, karena tidak terhalangi lautan maupun topografi bumi. 
Murah, karena jauh atau dekat biayanya sama. Teknologi VSAT dapat dimanfaatkan untuk mempermudah telekomunikasi di banyak industri dan bisnis. Bidang bisnis yang sangat membutuhkan antara lain perbankan (misalnya komputerisasi online), perusahaan pengeboran minyak, penerbangan, distribusi barang dan jasa, bisnis perkayuan dan lain-lain.
Kelebihan VSAT dibandingkan saluran kabel, selain lebih murah biayanya, juga andal, dengan bandwidth lebar dan sistem transmisi paket data. VSAT juga berfungsi sebagai substitusi atau pengganti line telepon dan gelombang mikro (microwave). 
Kemampuan VSAT dalam transfer data, suara dan video sangat bagus karena bandwidth yang lebar. Dengan memanfaatkan teknik kompresi yang baik, gambar dan suara semakin mudah ditransfer dengan biaya murah.

Beberapa keuntungan dari penggunaan VSAT antara lain adalah :
1. Jangkau luas, karena menggunakan satelit GEO, maka untuk menjangkau seluruh permukaan bumi cukup digunakan 3 buah satelit.
2.  Fleksible, terminal VSAT dapat dipasang dan dikurangi dengan mudah dan cepat serta dapat dipasang di mana saja.
3.  Cocok untuk digunakann pada daerah dengan kondisi geografis yang susah digunakannya kabel dan terrestrial seperti kepulauan yang luas dan banyak.
4. Bandwidth yang digunakan dalam komunikasi satelit cukup lebar, cocok untuk komunikasi broadband.

Dalam hal biaya, sulit dibandingkan antara VSAT dengan layanan terestrial. Terestrial selalu memperhitungkan jarak dan kapasitas, sementara VSAT hanya memperhitungkan kapasitas, jauh maupun dekat jarak yang ditempuh tidak masalah. 
Pada VSAT biaya investasi awal tinggi namun abonemen akan semakin turun setiap client bertambah. Berbeda dengan layanan terestrial yang memerlukan tambahan investasi dan biaya operasional setiap kali client bertambah.

Kerugian system VSAT antara lain adalah :
1. Jarak satelit dan bumi yang relative jauh mengakibatkan adanya delay propagasi yang signifikan.
2.  Rentan tehadap kondisi cuaca dan atmosfer bumi.
3.  Biaya setup awal sebuah system satelit sangat mahal.

Pada era informasi global, persaingan di dunia bisnis memerlukan kecepatan waktu. Kebutuhan pengambilan keputusan dalam bisnis memerlukan informasi yang cepat dan akurat. Hal ini perlu didukung oleh infrastruktur yang andal dan mudah diimplementasikan.
Di Indonesia, penggunaan infrastruktur jaringan telekomunikasi satelit VSAT merupakan pilihan tepat, mengingat Indonesia terdiri dari banyak pulau yang tersebar sehingga sulit dijangkau oleh teknologi komunikasi microwave maupun jaringan kabel. 
Selain kurang efektif, jaringan microwave maupun kabel tidak efisien karena instalasinya memakan waktu lama dan menelan biaya besar. Di samping itu, keduanya sangat rentan terhadap gangguan, sedangkan cakupan areanya pun sangat terbatas karena kendala geografis.

http://catatan-teknologiku.blogspot.co.id/2013/01/pengertian-vsat.html

LAN (Local Area Network)

September 02, 2015 Add Comment

1. Pendahuluan
Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. 
Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. 
Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot. 
Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur.
Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai. 


Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1.Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2.Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3.Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi
Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

2. Prinsip kerja Local Area Network
Prinsip Kerja LAN , LAN dapat definisikan sebagai network atau jaringan sejumlah system komputer yang lokasinya terbatas didalam satu gedung, satu kompleks gedung atau suatu kampus dan tidak menggunakan media fasilitas komunikasi umum seperti telepon, melainkan pemilik dan pengelola media komunikasinya adalah pemilik LAN itu sendiri. Dari definisi diatas dapat kita ketahui bahwa sebuah LAN dibatasi oleh lokasi secara fisik.
Adapun penggunaan LAN itu sendiri mengakibatkan semua komputer yang terhubung dalam jaringan dapat bertukar data atau dengan kata lain berhubungan. Kerjasama ini semakin berkembang dari hanya pertukaran data hingga penggunaan peralatan secara bersama.
LAN yang umumnya menggunakan hub/switch, akan mengikuti prinsip kerja hub itu sendiri. Dalam hal ini adalah bahwa hub tidak memiliki pengetahuan tentang alamat tujuan sehingga penyampaian data secara broadcast, dan juga karena hub hanya memiliki satu domain collision sehingga bila salah satu port sibuk maka port-port yang lain harus menunggu. Itulah diantara kelebihan dan kekurangan jaringan LAN

3.Cara Membuat Jaringan LAN,
Jaringan LAN merupakan jaringan komputer local yang digunakan untuk area terbatas seperti rumah ataupun sekolah. Jaringan LAN sangat mudah dibuat karena hanya membutuhkan beberapa peralatan dan setting pada komputer. (Baca Juga: Trik Mengatasi Komputer/Laptop Lemot). Kali ini saya akan memberikan artikel singkat 'cara membuat lan sendiri' pada windows 7 .

4. Alat untuk membangun sebuah jaringan LAN
4.1. Router
Router adalah jantung pada sebuah jaringan. Router berfungsi untuk menghubungkan jaringan satu dengan jaringan lain. Dalam kasus ini, router menghubungkan jaringan internet dengan jaringan LAN .
4.2. Switch
Berbeda dengan router, switch berfungsi untuk menghubungkan masing-masing komputer pada sebuah jaringan LAN .
4.3. EthernetCard
Ethernet card adalah sebuah adapter untuk mencolokkan kabel ethernet sehingga komputer bisa tersambung menuju jaringan. Biasanya, pada komputer-komputer terbaru, kartu ini telah disematkan secara onboard sehingga anda tidak perlu untuk membeli lagi.
4.4. EthernetCable
Yaitu kabel yang digunakan untuk menghubungkan komputer ke router atau bisa juga komputer satu dengan komputer lain. Ujung pada kabel ini diberi sebuah konektor yang disebut RJ-45. 
RJ-45 memiliki 2 settingan, yaitu straight dan cross. 
Straight digunakan untuk menghubungkan komputer ke router.
Cross digunakan untuk menyambungkan komputer langsung dengan komputer.
4.5. Modem
Jika anda ingin menghubungkan jaringan anda ke internet, maka anda juga harus membeli sebuah modem. Jika anda tidak membeli sebuah modem, maka komputer anda hanya bisa berkomunikasi dengan komputer lain yang terdapat pada jaringan LAN tersebut.
4.6. Peralatan lain
Crimping tool, LAN tester, gunting, multimeter.
Crimping tool digunakan untuk menyambungkan RJ-45 dengan kabel ethernet. 
LAN tester digunakan untuk testing kabel LAN telah berfungsi atai tidak. 
Sebagai alternatif untuk mempercepat ataupun mempermudah pekerjaan anda, anda bisa meminta tolong kepada penjual kabel ethernet misalnya untuk sekaligus memasangkan RJ-45 sehingga anda tinggal memasangkan kabel-kabel tersebut menuju router dan komputer.
Sebelum menyiapkan peralatan diatas. sangat disarankan anda melakukan perencanaan terlebih dahulu, yaitu meliputi jumlah komputer, luas area, dengan begitu anda bisa membuat rancangan kabel yang efektif sehingga bisa menghemat biaya yang dibutuhkan. Anda bisa menggunakan software seperti paint untuk membuat rancangan penataan jaringan LAN anda. 
Setelah itu, barulah anda beli perlengkapan yang diperlukan dan pasangkan perlatan-peralatan di atas .
Berikut adalah model yang akan kita pakai untuk membangun jaringan LAN (bisa juga untuk Warnet). sumber gambar (microsoft.com)
1. Adalah Internet
2. Kabel atau Jack DSL
3. Adalah modem sekaligus Router yang menghubungkan komputer server menuju internet
4. Komputer server
5. Switch
Setelah hardware terpasang, sekarang adalah tahap untuk setting software. Setting ini meliputi instalasi OS, setting network connection, konfigurasi TCP/IP address, terakhir adalah uji coba jaringan yang telah anda pasang.

4.7. Mengaktifkan Internet Connecting Sharing
ICS bertujuan untuk membagikan koneksi internet komputer host menuju komputer lainnya. Untuk mengaktifkan ICS pada komputer server, silahkan buka Control Panel, klik Network and Internet, klik Network and Sharing Center, klik Change Adapter Center, Klik kanan pada koneksi yang ingin anda bagikan, klik Properties, klik tab Sharing, lalu centang kotak Allow other network users to connect through this computer’s Internet connection, simpan.
Oke, sampai tahap ini, hanya komputer server yang bisa terhubung ke internet Setelah koneksi dibagikan, maka masing-masing komputer harus mendapatkan IP address. 
Caranya,
1. buka Control Panel, klik Network and Internet, klik Network and Sharing Center, klik Change Adapter Center.
2. Klik kanan pada Koneksi LAN, Klik Properties
3. Klik Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4) atau Internet Protocol Version 6 (TCP/IPv6), kemudian pilih properties
4. klik Obtain an IP address automatically atau Obtain an IPv6 address automatically.

Artikel Terkait :
Kabel RJ-45
https://www.google.co.id/search?q=Cable+RJ-45&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0CAcQ_AUoAWoVChMIjdicrbHaxwIVyh-UCh0OqAR4&biw=1280&bih=643 

Unipolar Line Coding, Polar Line Coding dan Bipolar Line Coding

September 01, 2015 Add Comment


Dalam sistem komunikasi data, data yang dikirimkan sering  diterima tetapi rusak atau error. Untuk mengantisipasinya maka diterapkan pengkodean terhadap pengiriman data.
Oleh karena data yang dikirimkan adalah dalam bentuk sinyal digital maka pengkodean data dilakukan dengan membentuk pola data. 
Tujuannya menjamin sebuah pesan dapat diterima sesuai dengan pesan yang dikirimkan baik dari sisi reliabilitas maupun dari integritas data.
Sinyal digital tersusun dari sederetan bit biner dan setiap bit memiliki 2(dua) kondisi yaitu logika 0 dan logika 1. 
Bentuk kode biner 1 dan 0 tersebut pada saat dikirimkan, melalui media transmisi diubah menjadi format sinyal digital secara serial, kode yang digunakan untuk membentuk data tersebut dikenal dengan istilah line-code.
a.  Unipolar Line Coding
Kode ini menggunakan hanya satu non-zero dan satu zero level tegangan, yaitu untuk logika 0 memiliki level zero dan untuk logika 1 memiliki level non-zero.
Implementasi unipolar line coding merupakan pengkodean sederhana, akan tetapi terdapat dua permasalahan utama yaitu akan muncul komponen DC dan tidak adanya sikronisasi untuk sekuensial data panjang baik untuk logika 1 atau 0. 
Secara diagram pulsa ditunjukan pada gambar berikut:
Gambar 1. Diagram pulsa kode unipolar


b. Polar Line Coding
Kode ini menggunakan dua buah level tegangan untuk non-zero guna merepresentasikan kedua level data, yaitu satu positip dan satu negatip. Permasalahan yang muncul adalah adanya tegangan DC pada jalur komunikasi, untuk pengkodean polar terdapat 4 macam jenis kode polar seperti ditunjukan pada gambar berikut:




Gambar 2. Struktur kode polar

1) Non Return to Zero (NRZ)
Terdapat dua jenis kode NRZ yang meliputi:
 Level-NRZ, 
level sinyal merupakan representasi dari bit, yaitu untuk logika 0 dinyatakan dalam tegangan positip dan untuk logika 1 dinyatakan dalam tegangan negatip. Kelemahan kode ini memiliki sinkronisasi rendah untuk serial data yang panjang baik untuk logika 1 dan 0.
 Invers-NRZ, 
Kode dengan ciri invers level tegangan,  memiliki nilai logika 1 apabila ada perubahan level tegangan dari tegangan negatif ke tegangan positif atau dari tegangan positif ke tegangan negatif dan berlogika 0 apabila tidak ada perubahan level tegangan. 
Untuk logika 1 dalam sederetan data memungkinkan adanya sinkronisasi, walaupun demikian untuk sekuensial yang panjang untuk data berlogika 0 tetap terdapat permasalahan.




Gambar 3. Diagram pulsa pengkodean NRZ


Berdasarkan diagram pulsa di atas ternyata untuk pengkodean NRZ-I masih lebih baik dibanding pengkodean NRZ-L. Walaupun demikian keduanya tetap tidak memberikan sinkronisasi yang lengkap. Penerapan kode ini dapat memberikan sinkronisasi yang lengkap apabila setiap bit terjadi perubahan sinyal.
2). Return to Zero (RZ)
Kode RZ level sinyal merupakan representasi dari bit, yaitu untuk logika 0 dinyatakan dalam tegangan negatip dan untuk logika 1 dinyatakan dalam tegangan positip, dan sinyal harus kembali zero untuk separuh sinyal berdasarkan interval dari setiap bit, artinya bila waktu untuk satu bit baik logika 1 atau logika 0 sama dengan 1 detik maka pernyataan logika 1 dengan level tegangan positip adalah 0,5 detik dan 0,5 detik berikutnya level tegangan kembali ke nol volt (zero). Demikian juga untuk pernyataan logika 0 level tegangan negatip adalah 0,5 detik dan 0,5 detik berikutnya level tegangan kembali ke nol volt (zero).


Gambar 4. Diagram pulsa pengkodean RZ


Penggunaan kode ini memiliki sinkronisasi sempurna, untuk kode balik bit dilakukan dengan perubahan 2 sinyal, kecepatan pulsa adalah 2x kecepatan kode NRZ dan diperlukan bandwidth sekuensial bit yang lebih lebar. Sebagai awal sebuah bit data dapat digunakan level non-zero.
3). Manchester
Pada kode Manchester terjadi inversi level sinyal pada saat sinyal bit berada di tengah interval, kondisi ini digunakan untuk dua hal yaitu sinkronisasi dan bit representasi. Kondisi logika 0 merupakan representasi sinyal transisi dari positip ke negatip dan kondisi logika 1 merupakan representasi sinyal transisi dari negatip ke positip serta memiliki kesempurnaan sinkronisasi. 
Selalu terjadi transisi pada setiap tengah (middle) bit, dan kemungkinan satu transisi pada akhir setiap bit. Baik untuk sekuensial bit bergantian (10101), tetapi terjadi pemborosan bandwidth untuk kondisi jalur berlogika 1 atau berlogika 0 untuk waktu yang panjang, kode digunakan untuk IEEE 802.3 (Ethernet).


Gambar 5. Diagram pulsa pengkodean Manchester


4) Diferensial Manchester
Pada kode Diferensial Manchester inversi level sinyal pada saat berada di tengah interval sinyal bit digunakan untuk sinkronisasi, ada dan tidaknya tambahan transisi pada awal interval bit berikutnya merupakan identifikasi bit, dimana logika 0 jika terjadi transisi dan logika 1 jika tidak ada transisi, memiliki kesempurnaan sinkronisasi. 
Baik untuk jalur berlogika 1 pada waktu yang panjang, tetapi terjadi pemborosan bandwidth untuk kondisi jalur berlogika 0 untuk waktu yang panjang, kode digunakan untuk IEEE 802.5 (Token Ring).


Gambar 6. Diagram pulsa diferensial Manchester


Gambar 7 menunjukan contoh format pengkodean bit biner data ke dalam metode pengkodean dalam bentuk diagram pulsa, yaitu pengkodean biner ke unpolar NRZ (Non Return Zero), biner ke format polar NRZ, dari biner ke unipolar RZ (Return Zero), dari biner dikodekan ke bipolar RZ (Return Zero) dan dari biner ke kode manchester.


Gambar 7 Pengkodean bit biner (line-code).
c. Bipolar Line Coding
Kode bipolar menggunakan dua level tegangan yaitu non-zero dan zero guna menunjukan level dua jenis data, yaitu untuk logika 0 ditunjukan dengan level nol, untuk logika 1 ditunjukan dengan pergantian level tegangan positip dan negatip, jika bit pertama berlogika 1 maka akan ditunjukan dengan amplitudo positip, bit kedua akan ditunjukan dengan amplitudo negatip, bit ketiga akan ditunjukan dengan amplitudo positip dan seterusnya.
Dalam menggunakan jalur saat melakukan pengiriman data membutuhkan lebih sedikit bandwidth dibanding dengan kode Manchester untuk sekuensial bit logika 0 aau logika 1, kemungkinan terjadi kehilangan sinkronisasi untuk kondisi jalur berlogika 0.
Gambar 8. Diagram pulsa kode bipolar



Artikel Terkait
Komunikasi Data
15. Topologi Jaringan Liniear Bus
14. Media Transmisi Jaringan
13. Perangkat Keras Jaringan 2 (Repeaters, Birdges dan Routers)
12. Perangkat Keras Jaringan 1 (File Servers, WorkStation, NIC dan Hubs)
11. Sistem Jaringan Lokal
10. Kode Blok Data dan Kode Humming
9. Unipolar, Polar dan Bipolar Line Coding dalam Slide
8. Kode 2B1Q, Kode Blok dan Kode ASCII
7. Unipolar Line Coding, Polar Line Coding dan Bipolar Line Coding


4. OSI (Open System Interconnection)

3. Aplikasi Komunikasi

2. Pengantar Sistem komunikasi Data
1. Glosarium Komunikasi Data.