Showing posts with label Biner. Show all posts
Showing posts with label Biner. Show all posts

Relasi Logika Dasar, Kombinasi dan Sekuensial

August 21, 2019 Add Comment



Relasi logika dasar dalam sistem komputer, terdiri dari gerbang logika dasar yang dilengkapi dengan simbol dan karakteristik. Gerbang logika merupakan blok bangunan untuk komputer yang paling rumit sekalipun. 

Gerbang logika disusun komponen integrated circuit (IC). Jenis atau variasi dan gerbang-gerbang logika yang tersedia dalam semua kelompok logika termasuk TTL dan CMOS.

1. Gerbang AND
Gerbang AND kadang-kadang disebut “gerbang semua atau tidak”. Dasar tentang gerbang AND yang menggunakan saklar sederhana. Gerbang AND dioperasikan tersusun dari dioda, transistor, dan tersusun dalam suatu IC. 
Untuk memperlihatkan gerbang AND digunakan simbol logika. Simbol gerbang AND standar digunakan pada relay saklar, rangkaian pneumatik, dioda diskrit dan transistor atau IC.
Gerbang AND dihubungkan ke saklar masukan A dan B. Indikator keluaran adalah suatu LED. Bila suatu tegangan RENDAH (GND) muncul pada masukan A dan B, maka LED keluaran tidak menyala. 
Perhatikan juga pada baris 1 bahwa masukan dan keluaran diberikan digit biner. Baris 1 menyatakan bahwa bila masukan adalah biner 0 dan 0, maka keluaran akan menjadi suatu biner 0. 
Lihat dengan teliti empat kombinasi dan saklar A dan B. Perhatikanlah bahwa hanya biner1 pada kedua masukan A dan B yang akan menghasilkan suatu biner1 pada keluaran.

Gambar 1. Rangkaian Gerbang AND
Tabel 1.Tabel Kebenaran Gerbang AND


ANDMasukanKeluaran
ABC
Tegangan SaklarBinerTegangan SaklarBinerMenyalaBiner
Baris 1Rendah0Rendah0Tidak0
Baris 2Rendah0Tinggi1Tidak0
Baris 3Tinggi1Rendah0Tidak0
Baris 4Tinggi1Tinggi1Ya1

2. Gerbang OR
Gerbang OR kadang-kadang disebut “gerbang setiap atau semua”. Gagasan dasar gerbang OR yang menggunakan saklar sederhana. Dengan melihat rangkaian di bawah bahwa lampu keluaran akan menyala bila masing-masing atau kedua saklar masukan tersebut tertutup, tetapi lampu keluaran tidak akan menyala bila kedua-duanya terbuka. 
Suatu tabel kebenaran untuk rangkaian OR diperlihatkan Tabel 2 Tabel kebenaran yang memperlihatkan kondisi rangkaian gerbang OR dengan dua input A dan B lihat pada Gambar 2.
Tabel 2. memperlihatkan bahwa hanya baris 1 pada tabel kebenaran OR yang menimbulkan keluaran 0, sedangkan semua beris lain menimbulkan keluaran 1.
Perhatikan diagram logika, dimana masukan A dan B di-OR-kan untuk menghasilkan suatu keluaran Y. 
Ekspresi Boolean hasil rekayasa untuk fungsi OR juga digambarkan. Perlu dicatat bahwa tanda tambah (+) merupakan simbol Boolean untuk OR.

Gambar 1. 4. Simbol Logika Gerbang OR dan Suatu Ekspresi Boolean  

Tabel 2. Tabel kebenaran Gerbang OR

MasukanKeluaran
BAOR
000
011
101
111


3. Gerbang NOT (Pembalik dan penyangga)
Rangkaian NOT seringkali disebut pembalik, dimana tugas rangkaian NOT (pembalik) memberikan suatu keluaran yang tidak sama dengan masukan. Simbol logika untuk pembalik (inverter, rangkaian NOT) diperlihatkan pada Gambar 3.
Gambar 3. Simbol dan Ekspresi Boolean Gerbang Pembalik



Tabel 3. Tabel Kebenaran Untuk Suatu Pembalik


MasukanKeluaran
AB
TeganganBinerTeganganBiner
Rendah0Tinggi1
Tinggi1Rendah0


Bila gerbang not (pembalik) diberikan suatu logika 1 ke masukan A pada Gambar 3, diperoleh hal yang berlawanan, atau suatu logis 0 pada keluaran Y. Gambar 1.7 juga memperlihatkan suatu ekspresi Boolean dituliskan untuk fungsi NOT atau PEMBALIK. 
Perhatikanlah penggunaan tanda strip (—) di atas keluaran untuk memperlihatkan bahwa A telah dibalik atau dikomplemenkan. Istilah Boolean “A” akan menjadi “not A (bukanA)”. 



Gambar 4. Pembalik Ganda  

4. Gerbang NAND
Gerbang AND, OR, dan NOT merupakan tiga rangkaian dasar yang dapat menghasilkan semua rangkaian digital. Gerbang NAND ialah suatu NOT AND, atau suatu fungsi AND yang dibalik. Simbol logika standar untuk gerbang NAND digambarkan pada Gambar 1.7. (a).
Gelembung pembalik kecil (lingkaran kecil) pada ujung kanan dan simbol berarti sebagai pembalik AND.

Gambar 5.(a) Simbol Iogika Gerbang NAND,
                (b) Ekspresi Boolean Keluaran Gerbang NAND
Gambar 1.7. (b) memperlihatkan suatu gerbang AND dan pembalik yang terpisah dan digunakan untuk menghasilkan fungsi logika NAND. Jika diperhatikan ekspresi Boolean untuk gerbang AND (A.B) dan NAND (A.B) yang diperlihatkan pada diagram logika pada Gambar 5 (b) dengan Tabel 4.
Tabel 4 Tabel kebenaran Gerbang AND dan NAND

MasukanKeluaran
BAANDNAND
0001
0101
1001
1110


5. Gerbang NOR
Gerbang NOR gabungan antar gerbang NOT OR yang memiliki keluaran gerbang OR yang dibalik. Simbol logika untuk gerbang NOR berupa suatu simbol OR dengan gelembung pembalik (lingkarankecil) pada sisi sebelah kanan.
Fungsi NOR diperlihatkan dengan suatu gerbang OR dan suatu pembalik pada Gambar 6 (b). Ekspresi Boolean untuk fungsi OR adalah Y = (A+B), diperlihatkan pada gambar tersebut.



Gambar 6. (a) Simbol logika gerbang NOR,

                       (b) Ekpresi Boolean untuk keluaran 


Tabel kebenaran untuk gerbang NOR pada Tabel 5. Tabel kebenaran gerbang NOR merupakan komplemen dan keluaran gerbang OR. Keluaran gerbang OR juga dimasukkan dalam tabel kebenaran pada gambar dibawah ini untuk acuan.
Tabel 5. Tabel kebenaran Gerbang OR dan NOR

MasukanKeluaran
BAORNOR
0001
0110
1010
1110


6. Gerbang OR EKSKLUSIF(XOR)
Gerbang OR eksklusif disebut “gerbang OR eksklusif’ sering disingkat dengan “gerbang XOR”. Simbol logika untuk gerbang XOR digambarkan pada :
Gambar 1.9. (a); Ekspresi Boolean untuk fungsi XOR digambarkan pada
Gambar 1.9.(b). Simbol berarti unsur tersebut di-XOR kan satu sama lain.
Suatu tabel kebenaran gerbang XOR pada Gambar 1.9. Bila tidak-semua masukan adalah 1, maka keluaran akan menjadi suatu biner, atau logis 1.
Tabel 1.12. Tabel kebenaran gerbang OR dan XOR dapat membandingkan tabel kebenaran gerbang OR dengan tabel kebenaran gerbang XOR.


Gambar 7. (a) Simbol logika gerbang XOR.
                                                     (b) Ekspresi Boolean keluran suatu gerbang XOR  


Tabel 6. Tabel Kebenaran gerbang OR dan XOR

MasukanKeluaran
BAORXOR
0000
0111
1011
1110


7. Gerbang NOREKSKLUSIF
Gambar 8 (a). merupakan simbol XOR dengan tambahan gelembung pembalik pada sisi keluaran. Gambar 8 (b) menggambarkan ekspresi Boolean yang digunakan untuk fungsi XNOR. 
Lihat bahwa ekspresi Boolean untuk gerbang XNOR adalah A ⊕ B . Tanda strip di atas ekspresi A⊕B menyatakan bahwa gerbang XOR tersebut dibalik. Periksalah tabel kebenaran pada Tabel 7.
Keluaran gerbang XNOR merupakan komplemen dari tabel kebenaran XOR, tabel gerbangnya di Tabel 1.13. untuk kemudahan pengertian.


Gambar 8. (a) Simbol logika gerbang XNOR,
                         (b) Suatu ekspresi Boolean untuk keluaran gerbang XNOR


Tabel 7. Tabel Kebenaran gerbang OR dan XNOR

MasukanKeluaran
BAORXOR
0001
0110
1010
1111

Sistem Bilangan

July 19, 2019 Add Comment
1. Pengertian Sistem Bilangan

Sistem bilangan (numbersystem) adalah suatu cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik.
Sistem bilangan yang banyak dipergunakan oleh manusia adalah system bilangan desimal, yaitu sistem bilangan yang menggunakan 10 macam simbol untuk mewakili suatu besaran. 
Sistem ini banyak digunakan karena manusia mempunyai sepuluh jari untuk dapat membantu perhitungan.
Lain halnya dengan komputer, logika di komputer diwakili oleh bentuk elemen dua keadaan yaitu off (tidak ada arus) dan on (ada arus). Konsep inilah yang dipakai dalam sistem bilangan biner yang mempunyai dua macam nilai untuk mewakili suatu besaran nilai. Selain sistem bilangan biner, komputer juga menggunakan sistem bilangan oktal dan heksadesimal.
2. Konsep sistem bilangan Desimal, Biner, Heksadesimal


Sistem bilangan desimal menggunakan 10 macam simbol bilangan berbentuk 10 digit angka, yaitu 0, 1 , 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9. Sistem bilangan desimal menggunakan basis atau radik s10. Bentuk nilai bilangan desimal berupa integer desimal atau pecahan desimal.
Tabel 1.1. Bilangan Desimal
Bilangan biner adalah bilangan yang berbasis 2 yang hanya mempunyai 2 digit yaitu 0 dan 1. 0 dan1 disebut sebagai bilangan binary digit atau bit. Bilangan biner ini digunakan sebagai dasar kompetensi digital. Bobot faktor untuk bilangan biner adalah pangkat / kelipatan 2.
Sistem bilangan biner menggunakan 2 macam simbol bilangan berbentuk 2 digit angka, yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner menggunakan basis 2.

Tabel 1.2. Bilangan Biner


Sistem bilangan oktal menggunakan 8 macam simbol bilangan, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7. Sistem bilangan oktal menggunakan basis 8. Nilai tempat sistem bilangan oktal merupakan perpangkatan dari nilai 8 sebagai berikut.
Tabel 1.3. Bilangan Oktal


Sistem bilangan heksadesimal menggunakan 16 macam simbol, yaltu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C. D, E, dan F. Sistem bilangan heksadesimal menggunakan basis 16. Sistem bilangan heksadesimal digunakan untuk alasan alasan tertentu di beberapa komputer.
Nilai tempat sistem bilangan heksadesimal merupakan perpangkatan dari nilai 16, seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 1.4. Bilangan Heksadesimal



3. Pengubahan Biner ke Desimal
Berikut ini prosedur pengubahan bilangan biner menjadi bilangan desimal. Misalnya, diberikan bilangan 110011B. Pertama kali dituliskan bilangan biner sebagai berikut. (Akhiran B untuk menyatakan bahwa angka di depannya adalah bilangan biner (demikian juga D untuk desimal, H untuk heksadesimal, O untuk oktal).
Gambar 1. Pengubahan bilangan Biner ke desimal

Tambahkan empat bilangan desimal untuk mendapatkan ekuivalen desimal. Maka akan didapatkan bahwa biner 110011B sama dengan angka desimal 51D.

4. Pengubahan Desimal keBiner

Pada saat bekerja dengan peralatan elektronik digital, seringkali harus dapat mengubah bilangan desimal ke bilangan biner. Pembahasan selanjutnya dengan suatu metode yang membantu menyelesaikan pengubahan ini. 
Salah satu cara mengubah bilangan desimal 13 ke bilangan biner, adalah sebagai berikut:

Gambar 2. Pengubahan bilangan Desimal 13D ke biner 1101B  
Pengubahan bilangan pada Gambar 2. dimana bilangan 13D sama dengan bilangan biner 1101B.

5. Bilangan Heksadesimal
Sistem bilangan heksadesimal menggunakan 16 simbol 0,1,2,3,4,5,6,7, 8, 9, A, B, C, D, E, dan F disebut sebagai sistem berdasar 16. Heksadesimal dan biner adalah ekuivalen untuk bilangan desimal 0 sarnpai 17. Perlu dicatat bahwa huruf “A” merupakan singkatan untuk 10D, “B” untuk 11D, dan sebagainya.
Kelebihan dari sistem heksadesimal ialah mampur nengubah secara langsung dan bilangan biner empat bit. Sebagai contoh, bilangan heksadesimal A6H akan menyatakan bilangan biner delapan-bit 10100110B.
Berdasarkan tabel dapat langsung mengubah bilangan dari biner ke desimal atau sebaliknya.
Tabel 1.5. Bilangan Desimal, Biner, Oktal, dan Heksadesimal



Konversi dari bilangan heksadesimal ke bilangan biner dapat dilakukan dengan mengkonversikan masing-masing digit heksadesimal ke 4 digit biner sebagai berikut. Berarti bilangan heksadesimal D4H adalah 11010100B dalam bilangan biner.

Konversi dari bilangan biner ke bilangan heksadesimal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap empat buah digit biner. Misalnya bilangan biner 11010100 dapat dikonversikan ke bilangan heksadesimal dengan cara:
Bilangan heksadesimal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing digit bilangan dengan nilai tempatnya.


6. Bilangan Oktal
Sistem bilangan oktal menggunakan delapan simbol yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan7. Bilangan oktal juga berhubungan dengan bilangan dasar 8. Keekuivalenan antara bilangan biner dan bilangan oktal untuk bilangan desimal 0 sampai 17.
Kelebihan bilangan oktal pada saat pengubahan langsung sebuah bilangan oktal ke bilangan biner 3-bit. Notasi oktal digunakan untuk menyatakan bilangan biner.
Pengubahan bilangan oktal ke bilangan biner adalah operasi yang biasa apabila menggunakan sistem komputer. Misalkan pengubahan bilangan oktal 67O (dibaca “enam tujuh basis delapan”) ke bilangan biner ekuivalennya.
Setiap bilangan oktal diubah ke dalam 3-bit bilangan biner yang ekuivalen. Bilangan oktal 6 sama dengan 110, 7 sama dengan 111. Penggabungan grup bilangan biner tersebut menghasilkan 67O =110111B
Tabel 6. 
Keekuivalenan antara bilangan biner dan oktal 
untuk bilangan desimal 0 sampai 17

Konversi dari bilangan oktal ke bilangan biner dapat dilakukan dengan cara mengkonversikan masing-masing digit oktal ke 3 digit biner, sebagai berikut.
Berarti bilangan biner 110101000010B adalah 6502O di dalam oktal.
Konversi dari bilangan biner ke bilangan oktal dapat dilakukan dengan mengkonversikan tiap-tiap tiga buah digit biner. Misalnya, bilangan biner 11010100B dapat dikonversikan ke oktal dengan cara :

Bilangan oktal dapat dikonversikan ke bilangan desimal dengan cara mengalikan masing-masing bit dalam bilangan dengan nilai tempatnya.
324O = 3x82 +2x81+4x82
         = 3x64+2x8+4x1
         = 192+16+4
         = 212D