Showing posts with label LAN. Show all posts
Showing posts with label LAN. Show all posts

VLAN Pada Jaringan

June 27, 2019 Add Comment
1. Pengenalan VLAN
VLAN (Virtual Local Area Network) merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. VLAN dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. 
VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. 
Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai Access Port.




2. Keuntungan Menggunakan VLAN

Berikut ini beberapa keuntungan menggunakan VLAN:

a. Security : 
keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secara logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya.
b. Cost Reduction : 
Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk Upgrades Jaringan dan efisiensi penggunaan Bandwidth dan Uplink yang tersedia.
c. Higher Performance : 
Pembagian jaringan layer 2 ke dalam beberapa kelompok Broadcast Domain yang lebih kecil, yang tentunya akan mengurangi lalu lintas packet yang tidak dibutuhkan dalam jaringan.
d. Broadcast Storm Mitigation : 
Pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain.
e. Improved IT staff efficiency : 
VLAN memudahkan manajemen jaringan karena pengguna yang membutuhkan sumber daya yang dibutuhkan berbagi dalam segmen yang sama.
f. Simpler project or application management : 
VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis.


3. Jenis VLAN

Berdasarkan perbedaan pemberian membership VLAN terbagi menjadi lima, yaitu :

a. Port Based : 
Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP).
b. MAC Based : 
Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Tiap switch memiliki tabel MAC Address tiap komputer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada.
c. Protocol Based : 
Karena VLAN bekerja pada layer 2 (OSI) maka penggunaan protokol (IP dan IP Extended) sebagai dasar VLAN dapat dilakukan.
d. IP Subnet Address Based : 
Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN.
e. Authentication Based : 
Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol 802.1x.

4. VLAN ID

Untuk memberi identitas sebuah VLAN digunakan nomor identitas VLAN yang dinamakan VLAN ID. Digunakan untuk menandai VLAN yang terkait. Dua range VLAN ID adalah:

a. Normal Range VLAN (1 – 1005). 
Digunakan untuk jaringan skala kecil dan menengah.
1) Nomor ID 1002 s.d. 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI VLAN.
2) ID 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat dihilangkan.

3) Konfigurasi disimpan di dalam file database VLAN, yaitu vlan.dat. file ini disimpan dalam memori flash milkik switch.
4) VLAN trunking protocol (VTP), yang membantu manajemen VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database VLAN.
b. Extended Range VLANs (1006 – 4094)
Memungkinkan para service provider untuk memperluas infrastrukturnya kepada konsumen yang lebih banyak. Dibutuhkan untuk perusahaan skala besar yang membutuhkan jumlah VLAN lebih dari normal.Memiliki fitur yang lebih sedikit dibandingakn VLAN normal range.
1) Disimpan dalam NVRAM (file running configuration).
2) VTP tidak bekerja di sini.

5. Terminologi VLAN

Berikut ini terminologi di dalam VLAN :

a. VLAN Data
VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN.
b. VLAN Default
Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus.
c. Native VLAN
Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN.
d. VLAN Manajemen
VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP.
e. VLAN Voice
VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara.

6. Tipe Koneksi VLAN
Tipe koneksi dari VLAN dapat di bagi menjadi 3 yaitu:
a. Trunk Link
b. Access Link
c. Hibrid Link (Gabungan Trunk dengan Access)


7. Prinsip Kerja VLAN
a. Filtering Database
Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Terdiri dari:
1) Static Entries
a) Static Filtering Entries: Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang atau juga di masukkan ke dalam dinamic entries
b) Static Registration Entries: 
  • Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab untuk jaringan VLAN tersebut
2) Dynamic Entries
a) Dynamic Filtering Entries: 
  • Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang
b) Group Registration Entries: 
  • Mespesifisifikasikan apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau tidak.
c) Dynamic Registration Entries: 
  • Menspesifikasikan port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN
b. Tagging
Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan Tujuan data tersebut (VLAN tujuan). Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja (user tujuan), didalamnya berisi format MAC Address.
Jenis dari tag header:
1) Ethernet Frame Tag Header
2) Token Ring and Fiber Distributed Data Interface (FDDI) tag header Networking

8. Contoh Konfigurasi VLAN

a. Static VLAN 
Port switch dikonfigurasi secara manual.
SwUtama#config Terminal
Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z.
Sw02(config)#VLAN 10
Sw02(config-vlan)#nameVLAN_Mahasiswa
Sw02(config-vlan)#exit
Sw02(config)#Interface fastEthernet 0/2
Sw02(config-if)#switchport mode access
Sw02(config-if)#switchport access VLAN 10

b. Dynamic VLAN
Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). 
Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN? secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.
c. Voice VLAN 
Port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung.
Sw02(config)#VLAN 120
Sw02(config-vlan)#nameVLAN_Voice
Sw02(config-vlan)#exit
Sw02(config)#Interface fastEthernet 0/3
Sw02(config-if)#switchport voice VLAN 120.






Operasi Protokol dan Akses Media

February 17, 2016 Add Comment

Protocol adalah aturan yang digunakan untuk berkomunikasi antar komputer dalam suatu jaringan. 

Aturan tersebut meliputi aturan tentang karakteristik sebuah jaringan: metode akses, topologi yang digunakan, tipe kabel yang digunakan, dan kecepatan data yang disalurkan.

Protocol juga menentukan prosedure penanganan hilang atau rusaknya data.

1. TCP/IP 
Untuk UNIX, Windows NT, Windows 95/ME, Windows 2000 
2. IPX 
Untuk Novell NetWare
3. DECnet 
Untuk komputer jaringan Digital Equipment Corp.), 
4. AppleTalk 
Untuk komputer Macintosh dan 
5. NetBIOS/NetBEUI 
Untuk LAN Manager dan Windows) merupakan protokol yang banyak digunakan saat ini.
1. Jenis-Jenis Protocol
Pada sistem jaringan lokal (LAN) memiliki sistem pengkabelan yang relatif sama antara satu dengan lainnya, perbedaan terletak pada setiap protocol jaringan.
Protokol yang mendukung berbagai persyaratan jaringan lokal dan populer digunakan meliputi:
1) Ethernet/IEEE 802.3
2) Token Ring/IEEE 802.5
3) Local Talk
4) FDDI
5) ATM
1.1) Ethernet
Protocel Ethernet sangat popular dan digunakan secara luas. Hal tersebut dikarenakan Protocol Ethernet mempunyai kekuatan yang setimbang antara kecepatan, harga/biaya, dan kemudahan instalasi, mempunyai teknologi jaringan yang ideal bagi hampir semua pengguna komputer saat ini.
Protocol Ethernat menggunakan metode akses yang disebut CSMA/CD (Carrier Sense Multiple Access/Collision Detection). Protocol Ethernet digunakan pada topologi linear bus, star, atau tree.

1.2) Fast Ethernet
Protocol fast Ethernet digunakan untuk transfer data 100 Mbps. Protocol ini memerlukan piranti hub dan interface card yang lebih mahal.
1.3) Gigabit Ethernet
Protocol fast Ethernet digunakan untuk transfer data 1 Gbps. Protocol ini khusus digunakan untuk jaringan utama. Protocol ini menggunakan kabel serat optik atau tembaga.

2. Spesifikasi Jaringan Ethernet.

2.1) 10BASE2
10BASE2 –nama lain dari jaringan murah (cheapnet)- adalah spesifikasi jaringan yang dirancang pada worksgroup lingkungan Ethernet, mudah, tidak mahal, dan fleksibel bila harus dipindahkan.
Angka "2" menunjukkan batas maksimum panjang kabel antar segmen yaitu 200 meter (atau lebih tepatnya, 185 meter). Media transmisi yang digunakan adalah jenis "Thin Coaxial‟. 10Base2 menggunakan topologi Bus.
2.2) 10BASE5
10BASE5 –atau Ethernet Thickwire- adalah spesifikasi jaringan yang dirancang untuk tulang punggung jaringan (backbone) Ethernet , tempat yang permanen atau dalam jangka waktu penggunaan yang lama.
Angka "5" menunjukkan batas maksimum panjang kabel antar segmen yaitu 500 meter. Media transmisi yang digunakan adalah ‟Thick Coaxial‟. 
Sama dengan 10Base2, 10Base5 menggunakan topologi Linear Bus.
2.3) 10BASET
Spesifikasi jaringan Ethernet untuk media transmisi kabel twisted-pair, yang mentransmisikan sinyal 10 Mbps dengan jarak maksimum antar segmen 100 meter.
Berbeda dengan 10Base2 maupun 10Base5, 10BaseT menggunakan topologi Star.
2.4) 10BASEF
Spesifikasi jaringan Ethernet untuk media transmisi kabel serat optik, yang mentransmisikan sinyal 10 Mbps dengan jarak maksimum antar segmen 2000 meter.
Umumnya digunakan untuk penghubung (link) antar segmen, dan untuk jenis ini yaitu 10BaseF jarang digunakan karena biayanya mahal dan pemasangannya pun tidak semudah ethernet tipe lainnya.

Tabel 1 berikut menunjukan jarak maksimum yang digunakan untuk beberapa spesifikasi jaringan sperti dijelaskan pada paraghrap sebelumnya, pada kolom pertama menunjukan spesifikasi jaringan, kolom ke dua menunjukan jenis kabel yang digunakan dan kolom ke tiga menunjukan panjang jarak maksimum antar segmen dalam satuan meter.



Tabel 1 Spesifikasi Jaringan Ethernet



3. Token Ring
Protokol jaringan yang menggunakan sistem Token Ring, lebih effektif dalam memberi kesempatan bagi setiap PC yang tersambung ke jaringan untuk mengakses media komunikasi yang digunakan. Teknik Token Ring digunakan oleh jaringan yang di kembangkan oleh IBM.
Pada protocol Token Ring, komputer saling terhubung sehingga sinyal melalui sepanjang jaringan dari satu komputer ke komputer lain pada ring logikal.
3.1) Local Talk
Local Talk adalah protokol jaringan yang dikembangkan oleh Apple Computer, Inc. untuk komputer Macintosh (Mac). Metode akses yang digunakan adalah CSMA/CA (Carrier Sense Multiple Access with Collision Avoidance). 
Mirip dengan metode akses CSMA/CD (lihat Prinsip Dasar Metode Akses Media. Sistem operasi komputer bisa digunakan untuk jaringan peer-to-peer tanpa membutuhkan software tambahan. Apabila dikehendaki untuk jaringan client/server, hanya dengan menambah software server AppleShare.
Protokol Local Talk bisa digunakan pada topologi linear bus, star, atau tree dengan menggunakan kabel twisted pair. Kelemahan utama protokol Local Talk adalah kecepatan. Kecepatan transmisi data hanya 230 Kbps.
3.2) FDDI
Fiber Distributed Data Interface (FDDI) adalah protokol jaringan yang digunakan terutama untuk saling menghubungkan (interconnect) dua atau lebih local area networks (LAN).
Metode akses yang digunakan adalah token-passing. Keuntungan menggunakan protokol ini adalah kecepatan, karena beroperasi dengan menggunakan media transmisi kabel serat optik yang dapat memindahkan data dengan kecepatan sebesar 100 Mbps.
3.3) ATM
Asynchronous Transfer Mode (ATM) adalah protokol jaringan yang dapat memindahkan data dengan kecepatan 155 Mbps atau lebih. ATM mendukung berbagai bentuk media/data seperti video, audio CD, dan gambar. 
ATM bekerja pada topologi, yang dapat bekerja baik dengan menggunakan media transmisi kabel serat optik sekualitas dengan kabel twisted pair. ATM sering digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih LAN. Juga sering dipakaiISP(Internet Service Providers=penyedia layanan internet) untuk menyediakan internet kecepatan tinggi kepada para pelanggannya
4. Kesimpulan



Artikel Terkait
Komunikasi Data
15. Topologi Jaringan Liniear Bus
14. Media Transmisi Jaringan
13. Perangkat Keras Jaringan 2 (Repeaters, Birdges dan Routers)
12. Perangkat Keras Jaringan 1 (File Servers, WorkStation, NIC dan Hubs)
11. Sistem Jaringan Lokal
10. Kode Blok Data dan Kode Humming
9. Unipolar, Polar dan Bipolar Line Coding dalam Slide
8. Kode 2B1Q, Kode Blok dan Kode ASCII
7. Unipolar Line Coding, Polar Line Coding dan Bipolar Line Coding
4. OSI (Open System Interconnection)
3. Aplikasi Komunikasi
2. Pengantar Sistem komunikasi Data
1. Glosarium Komunikasi Data.

Topologi Jaringan Liniear Bus

February 16, 2016 Add Comment

Topologi adalah peta atau rancangan dari sebuah jaringan. 
Topologi fisik menjelaskan bagaimana kabel-kabel, komputer dan peralatan lainnya dipasang, dan 
Topologi logikal (logical topology) menjelaskan bagaimana pesan/data mengalir. Topologi logikal akan dibahas di bagian protokol jaringan.
Pada bagian ini akan dibahas tentang tipe-tipe topologi fisik seperti di bawah ini, serta akan diulas keuntungan dan kerugiannya. Salah satu tipe Topologi jaringan yang umum digunakan adalah : 


1. Topologi Linear Bus

Merupakan topologi dengan medium akses broadcast. Setiap workstation dari LAN tersambung ke media transmisi yang umumnya berupa kabel dan dipergunakan bersama melalui perangkat yang sesuai. 
Workstation mempunyai interface (antar muka) untuk melakukan akses ke media transmisi. Informasi yang dikirimkan melalui saluran transmisi ini akan sampai ke semua workstation.

Tiap-tiap workstation akan memeriksa address dari informasi yang dikirimkan Untuk menentukan penerimanya. Workstation yang mengenali alamatnya akan mengambil paket tersebut: pemeriksaan terjadi sekaligus sehingga tid.ak ada workstation yang harus meneruskan informasi tersebut. 

Akibatnya LAN jenis ini tidak tergantung pada salah satu workstation karena kendalinya tersebar (distributed). Jumlah workstation dapat ditambahkan atau dikurangi dengan mudah tanpa mengganggu operasi yang telah ada.

Kalau tingkat lalu lintas tinggi dapat terjadi collision (tabrakan). Konfigurasi yang cocok bila terdapat banyak workstation atau terminal. Tree merupakan bentuk umum dari bus. Topologi bus/tree pada dasarnya merupakan konfigurasi multipoint yang berarti bahwa ada lebih dari dua workstation yang tersambung pada media transmisi dan masing-masing dapat mengirimkan informasi. 

Karena saluran hanya ada satu maka harus hanya satu workstation yang dapat melakukan transmisi maka harus ada cara mengendalikan akses ke medium ini. Media transmisi yang banyak dipergunakan adalah twisted pair, kabel coaxial.


Gambar 1 Topologi Linier Bus


Keuntungan:
 Mudah dalam pemasangan, penambahan ataupun pengurangan stasiun.
 Membutuhkan kabel yang lebih pendek daripada Topologi Star
Kerugian:
 Apabila kabel utama putus atau terganggu, maka semua jaringan akan putus/mati.
 Membutuhkan terminator di kedua sisinya .
 Sulit mengidentifikasi problem bila jaringan putus/mati.

2. Topologi Star
Jaringan dengan topologi bintang mempunyai sebuah titik pusat, yaitu hub, dimana semua stasiun di'dalam LAN terhubung secara radial dan lewat titik inilah semua komunikasi akan diteruskan. 
LAN dengan topologi bintang mempunyai kerugian karena biasanya berkecepatan relatif rendah, dan operasinya secara mutlak sangat bergantung pada hub. Tetapi, topologi ini murah dan mudah untuk. dilakukan karena menggunakan protokol yang relatif sederhana. (lihat gambar 2).
Data di jaringan topologi Star menuju ke hub atau concentrator terlebih dahulu sebelum diteruskan ke komputer tujuan. Hub atau concentrator mengatur dan mengontrol seluruh pekerjaan di jaringan, juga berlaku seolah-olah sebagai repeater untuk aliran data. Konfigurasi ini biasanya menggunakan kabel twisted pair; akan tetapi bisa juga menggunakan kabel coaxial atau kabel serat optik.


Gambar 2 Topologi Star

Keuntungan:
 Instalasi dan pengkabelan mudah.
 Tidak akan mengganggu jaringan apabila ada penambahan atau pengurangan stasiun.
 Mudah mendeteksi kesalahan-kesalahan yang terjadi.
Kerugian:
 Kebutuhan kabel lebih banyak.
 Apabila hub/concentrator rusak/bermasalah, semua jaringan tidak berfungsi.
 Lebih mahal dibandingkan topologi linear bus karena harus menambah
hub atau concentrator.

3. Topologi Tree
Topologi Tree merupakan kombinasi topologi linear bus dan topologi star. Topologi ini terdiri atas satu atau beberapa grup topologi star yang dihubungkan dengan kabel utama (backbone cable) linear bus. (lihat gambar 3).
Topologi tree membolehkan pengembangan lebih dari stasiun yang ada.

Gambar 3 Topologi Tree



Keuntungan:
 Point-to-point wiring for individual segments.
 Mendukung produk dari beberapa pembuat hardware dan software.

Kerugian:
 Bila kabel utama rusak, semua stasiun yang terhubung akan mati/putus.
 Lebih sulit dalam instalasi dan pengkabelan.

4. Topologi Ring
Topologi ring sekilas sama seperti topologi star, perbedaannya bahwa topologi ring menggunakan hub khusus yaitu Multistation Acess Unit (MAU/MSAU) dan adapter ethernet. Topologi ring digunakan bersama protokol jaringan Token Ring.
Kelemahan topologi ini adalah sulit untuk melakukan perbaikan. Bila ada perubahan di jaringan, akan berpengaruh kepada banyak user.

5. Pertimbangan dalam memilih Topologi
 Keuangan. Topologi linear bus mungkin merupakan pilihan pertama, karena topologi yang paling murah; dan tidak perlu membeli hub atau concentrator.
 Kabel. Topologi linear bus memerlukan kabel yang tidak panjang.
 Pengembangan. Topologi star memungkinkan pengembangan jaringan, hanya dengan menambah hub atau concentrator.
 Tipe Kabel. Kabel yang paling sering digunakan adalah unshielded twisted pair, dan tipe kabel ini sering digunakan pada topologi star.

Artikel Terkait
Komunikasi Data
15. Topologi Jaringan Liniear Bus
14. Media Transmisi Jaringan
13. Perangkat Keras Jaringan 2 (Repeaters, Birdges dan Routers)
12. Perangkat Keras Jaringan 1 (File Servers, WorkStation, NIC dan Hubs)
11. Sistem Jaringan Lokal
10. Kode Blok Data dan Kode Humming
9. Unipolar, Polar dan Bipolar Line Coding dalam Slide
8. Kode 2B1Q, Kode Blok dan Kode ASCII
7. Unipolar Line Coding, Polar Line Coding dan Bipolar Line Coding
4. OSI (Open System Interconnection)
3. Aplikasi Komunikasi
2. Pengantar Sistem komunikasi Data
1. Glosarium Komunikasi Data.



Media Transmisi Jaringan

January 14, 2016 Add Comment

Kabel adalah suatu media dimana informasi biasa lewat dari satu bagian piranti jaringan ke piranti yang lain. Banyak ragam kabel yang digunakan dalam sebuah jaringan. Pada suatu kasus, sebuah jaringan akan memanfaatkan satu tipe kabel saja, namun ada kalanya menggunakan banyak ragam tipe kabel.
Memahami karakteristik dan perbedaan tipe-tipe kabel dan bagaimana aspek aspek hubungan timbal balik dalam sistem jaringan adalah penting sebagai dasar pertimbangan dalam membangun sebuah jaringan.
Pada dasarnya segala media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik dapat dipergunakan sebagai media transmisi pengiriman data di dalam suatu LAN. 
Tetapi yang paling banyak dipergunakan adalah kabel twisted pair, coaxial den serat optik. Pemilihan tipe kabel sangat tergantung pada topologi jaringan, protocol, dan seberapa besar jaringan.
Bagian ini akan dibahas tentang media transmisi sebagai berikut :
1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
2. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
3. Kabel Coaxial
4. Fiber Optic Cable (Kabel Serat Optik)
5. Microwave (Gelombang Micro)

1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel Twisted pair mempunya dua jenis: berpelindung (shielded) and tanpa pelindung (unshielded). Kabel Unshielded twisted pair (UTP) adalah kabel yang paling popular, mudah digunakan dan murah serta dalam membangun sebuah jaringan (LAN). (lihat gambar 1).

Kabel UTP mempunyai empat pasang kawat di dalamnya. 
Masing masing pasangan saling terbelit untuk mengurangi interferensi dengan pasangan yang lain.


Gambar 1. Kabel UTP
Berikut ini adalah tabel konfigurasi kabel UTP pada jaringan LAN sederhana dua komputer dan jaringan lebih kompleks dengan banyak komputer dan HUB.

Gambar 2