Showing posts with label Unshielded Twisted Pair. Show all posts
Showing posts with label Unshielded Twisted Pair. Show all posts

Analisis Kebutuhan Bandwidth

February 28, 2017 Add Comment



Pengertian Bandwidth, Throghtout

Bandwidth adalah suatu ukuran dari banyaknya informasi yang dapat mengalir dari suatu tempat ke tempat lain dalam suatu waktu tertentu. Bandwidth dapat dipakai untuk mengukur baik aliran data analog maupun aliran data digital.

Troughtout adalah bandwidth yang sebenarnya (aktual) yang diukur dengan satuan waktu tertentu dan pada kondisi jaringan tertentu yang digunakan untuk melakukan transfer file dengan ukuran tertentu.

Kebutuhan Bandwidth dalam Jaringan

Ada dua langkah dasar dalam menghitung bandwidth:
  1. Menentukan jumlah bandwidth jaringan yang sudah ada.
  2. Menentukan penggunaan rata-rata aplikasi tertentu.
Kedua langkah ini harus dinyatakan dalam Bps. Jika jaringan Anda dalah GbE (Gigabyte Ethernet), berarti tersedia 125,000,000 Bps. Ini dihitung dengan mengambil 1000 Mbps (untuk jaringan Gigabit); yang setara dengan 1 milyar (1,000,000,000) bps dan membaginya dengan 8 untuk mendapatkan byte.
(1,000,000,000 bps / 8 = 125,000,000 Bps)

Keragaman Kebutuhan Bandwidth sesuai Kebutuhan

Bandwidth mengacu pada data rate yang didukung oleh koneksi jaringan yang terhubung ke jaringan. Ia biasanya diekspresikan dalam istilah bit per sekon (bps), atau kadangkala byte per sekon (Bps). 

Bandwidth jaringan mewakili kapasitas koneksi jaringan, walaupun penting untuk memahami beda antara throughput secara teoretis dan hasil nyatanya. Misalnya, jaringan Ethernet Gigabit 1000BASE-T (yang menggunakan kabel UTP – unshielded twisted-pair) secara teoretis mendukung 1,000 megabit per sekon (Mbit/s), tapi level ini tidak pernah bisa dicapai dalam prakteknya karena perangkat keras dan sistem perangkat lunak yang digunakannya. Inilah yang menjadi tantangan dalam menghitung bandwidth.

Setelah memastikan besar bandwidth jaringan, Anda perlu menentukan berapa banyak bandwidth yang digunakan aplikasi. Gunakan network analyzer untuk mendeteksi angka Bps dari aplikasi yang dikirim melintasi jaringan. Untuk itu, Anda perlu mengaktifkan kolom Cumulative Bytes pada network analyzer.

https://blogger-mycomputer.blogspot.co.id/2015/04/blog-post.html


Media Transmisi Jaringan

January 14, 2016 Add Comment

Kabel adalah suatu media dimana informasi biasa lewat dari satu bagian piranti jaringan ke piranti yang lain. Banyak ragam kabel yang digunakan dalam sebuah jaringan. Pada suatu kasus, sebuah jaringan akan memanfaatkan satu tipe kabel saja, namun ada kalanya menggunakan banyak ragam tipe kabel.
Memahami karakteristik dan perbedaan tipe-tipe kabel dan bagaimana aspek aspek hubungan timbal balik dalam sistem jaringan adalah penting sebagai dasar pertimbangan dalam membangun sebuah jaringan.
Pada dasarnya segala media yang dapat menyalurkan gelombang listrik atau elektromagnetik dapat dipergunakan sebagai media transmisi pengiriman data di dalam suatu LAN. 
Tetapi yang paling banyak dipergunakan adalah kabel twisted pair, coaxial den serat optik. Pemilihan tipe kabel sangat tergantung pada topologi jaringan, protocol, dan seberapa besar jaringan.
Bagian ini akan dibahas tentang media transmisi sebagai berikut :
1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
2. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
3. Kabel Coaxial
4. Fiber Optic Cable (Kabel Serat Optik)
5. Microwave (Gelombang Micro)

1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
Kabel Twisted pair mempunya dua jenis: berpelindung (shielded) and tanpa pelindung (unshielded). Kabel Unshielded twisted pair (UTP) adalah kabel yang paling popular, mudah digunakan dan murah serta dalam membangun sebuah jaringan (LAN). (lihat gambar 1).

Kabel UTP mempunyai empat pasang kawat di dalamnya. 
Masing masing pasangan saling terbelit untuk mengurangi interferensi dengan pasangan yang lain.


Gambar 1. Kabel UTP
Berikut ini adalah tabel konfigurasi kabel UTP pada jaringan LAN sederhana dua komputer dan jaringan lebih kompleks dengan banyak komputer dan HUB.

Gambar 2