Showing posts with label Recovery. Show all posts
Showing posts with label Recovery. Show all posts

Cara Membuat Reset Recovery Image di Windows 10

July 22, 2019 Add Comment

Tergantung pada bagaimana anda menggunakan PC Windows anda, ini bisa menjadi sangat lambat dan bahkan mungkin penuh dengan masalah aneh. Ini terutama benar jika anda menginstal dan menghapus banyak software atau ketika system terinfeksi virus, malware, adware, dll. Dalam situasi itu, hal terbaik yang harus dilakukan adalah mereset PC anda.

Untungnya, Windows 10 membuatnya sangat mudah. Yang harus anda lakukan adalah beberapa klik di aplikasi Settings. Jika anda membeli PC built up dari produsen seperti Dell, HP, dll., atau memiliki partisi recovery maka itu akan mudah,  namun jika PC anda adalah rakitan maka Windows akan meminta anda untuk memasukkan media instalasi saat mereset komputer.

Meskipun langkah ini sangat mudah, namun bisa sangat menjengkelkan jika anda tidak memiliki DVD atau drive USB instalasi Windows 10. Untuk menghadapi situasi seperti ini, anda dapat membuat reset image recovery anda sendiri sehingga anda dapat mereset komputer Windows tanpa khawatir tentang media instalasi.


Membuat Reset Recovery Image

Untuk membuat Reset Recovery Image, anda perlu menyalin file dari media instalasi Windows 10. Pertama, pastikan bahwa versi Windows 10 yang anda gunakan dan versi media instalasi adalah sama. Misalnya, jika anda menggunakan Windows 10 versi 1903 (19H1) maka anda harus memiliki ISO Windows 10 versi 1903 (19H1). Untuk melihat versi Windows anda, tekan tombol Win + R dan ketik winver, lalu tekan Enter atau OK.


Jika anda tidak yakin, maka pastikan anda menggunakan versi terbaru Windows 10. Sekarang, download Windows 10 ISO dari situs web Microsoft.

Setelah anda memilikinya, klik doble atau klik kanan dan pilih Mount pada file ISO. Windows akan secara otomatis memasang ISO di drive virtual. Buka drive dan arahkan ke folder Sources. Kemudian klik kanan pada file install.wim dan klik pada opsi Copy.


Sekarang, buka drive atau partisi pilihan anda, buat folder baru dan beri nama RecoveryImage. Dalam kasus saya, saya membuat folder saya di drive C. Anda dapat memberi nama folder dengan nama apapun yang anda inginkan.


Buka folder yang baru dibuat dan Pastekan file yang anda copy sebelumnya menggunakan pintasan keyboard Ctrl + V.


Setelah menyalin file, cari Command Prompt di Start Menu, klik kanan padanya dan pilih opsi Run as Administrator.


Tindakan di atas akan membuka Command Prompt dengan hak admin. Di command prompt, jalankan perintah di bawah ini dan menekan tombol Enter. Jangan lupa untuk mengganti jalur dalam tanda kutip dengan jalur sebenarnya dari folder yang anda buat sebelumnya. Dalam kasus saya, jalur yang sebenarnya adalah C:\RecoveryImage.



Segera setelah anda menjalankan perintah, Windows akan mengatur OS image dan akan memberitahu anda hal yang sama.


Sekarang, hanya untuk memastikan bahwa Windows Recovery Environment diaktifkan, gunakan perintah di bawah ini.


Mulai saat ini, setiap kali anda mencoba mereset PC, Windows akan menggunakan reset recovery image ini.

Berikan komentar di bawah ini untuk membagikan pemikiran dan pengalaman anda tentang menggunakan metode di atas untuk membuat reset recovery image di Windows 10. Terimakasih dan GBU.

Cara Membuat dan Menggunakan Recovery Drive Windows 10

July 05, 2019 Add Comment

Apakah anda khawatir file system Windows 10 menjadi rusak? Dari virus ke kerusakan sederhana, kerusakan pada system operasi yang dapat mencegah PC dari boot ke Windows 10. Untuk membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi, Windows dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat USB recovery drive. Kemudian, jika system operasi anda rusak, anda dapat mencolokkan recovery drive ini dan mem-bootnya. Ini kemudian akan memberi anda menu dengan beberapa opsi yang dapat anda gunakan untuk membantu menghidupkan kembali Windows.

Dengan demikian, recovery drive bagus untuk dimiliki saat PC anda mengalami masalah. Sayangnya, tidak secara jelas bagaimana cara membuatnya, kapan anda harus, atau apa yang anda butuhkan untuk itu. Artikel ini akan membahas tiga topik ini sehingga anda dapat membuat USB recovery drive sendiri dengan mudah di dalam Windows 10.


Apa Yang Anda Butuhkan

Sesuai dengan namanya, anda mungkin sudah menebak bahwa USB recovery drive membutuhkan USB drive untuk menjalankannya. Untuk membuat recovery drive, Windows 10 perlu menghapus USB drive dari data yang ada didalamnya, jadi anda akan memerlukan USB drive yang tidak anda gunakan secara aktif. Sejauh berapa besar memori yang diperlukan USB drive, itu dapat bervariasi dari komputer ke komputer. Drive 32-bit membutuhkan ruang lebih sedikit daripada drive 64-bit, misalnya. Secara umum, jika anda memiliki USB drive yang memiliki penyimpanan 16GB atau lebih, itu sudah cukup untuk membuat recovery drive.


Jika anda tidak memiliki USB drive dan anda sedang mempertimbangkan untuk membeli USB drive untuk membuat recovery drive khusus, jangan membelinya dulu! Anda dapat mengikuti langkah-langkah di bawah ini, dan Windows akan memberi tahu anda berapa banyak ruang yang anda butuhkan untuk membuat recovery drive untuk komputer anda. Kemudian anda dapat membeli yang sesuai dengan yang diminta oleh Windows anda.


Kapan Melakukannya?

Ada jawaban yang sangat mudah untuk ini; waktu terbaik adalah sekarang!

Tidak ada ruginya membuat recovery disk sebelumnya. Karena itu, selalu ideal untuk membuatnya sesegera mungkin. Dengan begitu, jika komputer anda rusak, anda akan memiliki drive yang siap dan menunggu untuk mengatasi masalah tersebut.


Bagaimana Jika PC Saya Berjalan Dengan Baik?

Anda mungkin merasa sedikit aneh untuk membuat recovery drive ketika komputer anda saat ini bekerja dengan sempurna. Tidak bisakah anda membuat drive setelah PC rusak?

Sayangnya, cara termudah untuk membuat recovery drive adalah dengan menggunakan salinan Windows 10 anda sendiri. Untuk melakukan ini, anda harus dapat mem-boot ke Windows 10 sehingga anda dapat memerintahkannya untuk membuat drive. Jika anda menunggu hingga salinan Windows 10 anda rusak, anda tidak dapat mem-bootnya untuk membuat drive. Karena itu sebaiknya buat sebelum Windows 10 mendapatkan masalah.


Apakah Ada Cara Lain?

Terkadang anda memiliki OS yang rusak dan tidak ada recovery drive untuk memperbaikinya. Meskipun menggunakan OS anda sendiri untuk membuat recovery drive adalah cara termudah, itu jelas bukan satu-satunya. Misalnya, anda dapat menginstal ulang Windows 10 menggunakan media instalasi yang dapat anda buat menggunakan Media Creation Tool dari Microsoft. Anda juga dapat menggunakan komputer lain yang menjalankan Windows 10 untuk membuat recovery drive, kemudian menggunakannya sendiri untuk memperbaikinya. Pastikan komputer yang anda gunakan untuk membuat drive memiliki tipe system yang sama (32-bit atau 64-bit) seperti milik anda.


Cara Membuat Recovery Drive

Jika anda ingin membuat recovery drive pada copy Windows 10 yang berfungsi, ikuti saja langkah-langkah ini.

Pertama, akses fitur Search atau pencarian Windows 10 dan di kotak search ketik Recovery Drive dan klik Open untuk membukanya.


Sebuah jendela akan muncul dan memberitahu anda bahwa ini akan memulai membuat recovery drive.

Di jendela tersebut ada kotak ceklist yang mengatakan Back up system files to the recovery drive. Pada kotak ini secara default di beri ceklist. Jika anda tetap memberi ceklist pada kotak ini, itu akan memungkinkan anda menginstal ulang Windows melalui recovery drive jika terjadi kesalahan, yang tentunya sangat berguna. Dan otomatis ini akan membutuhkan lebih banyak ruang penyimpanan untuk membuat cadangan system, tetapi sangat layak dilakukan jika anda mempunyai penyimpanan USB drive yang besar.


Ketika anda mengklik Next, Windows akan mengambil waktu untuk menghitung berapa banyak ruang yang dibutuhkan.


Ketika selesai, ia akan memberitahu anda ruang yang dibutuhkan untuk membuat recovery drive. Jika anda ingin membeli USB drive sebagai recovery drive, gunakan informasi di halaman ini untuk mengukur seberapa besar memory USB yang harus anda beli. Jika anda memiliki USB drive yang sesuai dengan yang diminta Windows, hubungkan sekarang.


Ingatlah bahwa membuat recovery drive menghapus semua data pada USB drive! Periksa USB drive anda untuk file-file penting sebelum anda membuat recovery drive.

Setelah anda menyambungkan USB drive dan klik Next.

Akan ada peringatan di halaman selanjutnya, klik Create dan itu akan memakan waktu untuk memformat drive baru anda.


Setelah selesai, anda dapat menggunakannya untuk melakukan booting dan mengakses tindakan reparatif khusus lainnya.



Cara Menggunakannya

  • Hubungkan USB recovery drive dan nyalakan PC anda.
  • Tekan tombol Windows + L untuk sampai ke layar sign-in, dan kemudian Restart PC anda dengan menekan tombol Shift saat anda memilih tombol Power - Restart di sudut kanan bawah layar.
  • PC anda akan restart di lingkungan Windows Recovery Environment (WinRE).
  • Pada layar Choose an option, pilih Troubleshoot. (Jika anda tidak melihat layar Choose your option, PC anda mungkin tidak diatur untuk boot dari USB drive. Ubah pengaturannya di BIOS. Periksa situs web produsen PC anda untuk info tentang cara mengubah urutan boot PC anda).
  • Lalu pilih Recover from a drive. Jika diminta key recovery, pilih Skip this drive di bagian bawah layar.
  • Pilih Just remove my files atau Fully clean the drive. Opsi untuk Fully clean the drive lebih aman tetapi membutuhkan waktu lebih lama.
  • Pilih Recover.
  • Windows akan Restart dan proses reset akan berlanjut. Ini bisa memakan waktu beberapa menit. Tunggu hingga selesai dan Windows anda akan kembali seperti semula.
Jika opsi diatas tidak bekerja maka pada layar Choose an option, pilih Troubleshoot dan kemudian pilih dua opsi dibawah ini. 

  • Untuk restore dari system restore point, pilih Advanced Options - System Restore. Ini tidak akan memengaruhi file pribadi anda, tetapi itu akan menghapus aplikasi, driver, dan update yang baru saja diinstal yang mungkin menyebabkan masalah PC anda.
  • Untuk menginstal ulang Windows 10, pilih Advanced Options - Recover from a drive. Ini akan menghapus file pribadi anda, aplikasi dan driver yang anda instal, dan perubahan yang anda buat pada settings.

Catatan:

Jika anda menggunakan recovery drive Windows 8.1 pada PC yang diupgrade ke Windows 10, pilih Refresh your PC - No atau Reset your PC - No, mempertahankan partisi yang ada tidak akan berfungsi.

Sebagai gantinya, coba pilih Reset your PC - Yes, partisi ulang drive. Jika anda memilih untuk tidak menyalin partisi recovery saat anda membuat recovery drive, Reset your PC - Yes, opsi partisi ulang drive tidak akan tersedia.

Membuat drive pemulihan untuk Windows 10 mudah dilakukan dan sangat berguna untuk masalah pada Windows anda di masa mendatang. Sekarang anda tahu cara membuatnya, kapan harus membuat, dan apa yang anda butuhkan untuk membuatnya.

Pernahkah anda membuat recovery drive untuk komputer anda? Beritahu saya di kolom komentar dibawah ini. Terimakasih dan GBU.

Manajemen Backup Dan Restore Pada Linux

January 24, 2019 Add Comment
A. Backup dan Recovery
Sebuah sistem yang besar dan krusial harus selalu diatur setiap waktunya. Bukan hanya diatur untuk selalu mendapatkan data yang baru, tapi juga diatur supaya data yang lama tetap terjaga dengan aman.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan backup dan recovery. Backup dan recovery merupakan kata yang saling berkaitan. Backup berarti kita membuat cadangan dari data yang sudah ada untuk disimpan dalam bentuk yg lain atau sama. Recovery, adalah merubah bentuk dari cadangan untuk dikembalikan menjadi data yang semula sudah ada.
Banyak data yang sudah ada di backup, lalu apabila dibutuhkan lagi akan dilakukan recovery sehingga data-data tersebut kembali seperti semula kepada sistem.
Data-data tersebut biasanya diklasifikasikan. Jenis klasifikasi ini tidak baku, namun yang paling baik adalah klasifikasi berdasarkan konten. Jadi kita bisa pisahkan data-data di sistem menjadi klasifikasi seperti berikut.

Kita mengklasifikasikan data sistem menjadi dua kelompok, primer dan sekunder. Data primer ini sangat penting dan sistem bergantung kepadanya. Semua inti dari sistem, baik saat masih baru atau beserta update, serta konfigurasi tambahan yang diperlukan. 
Data database, mulai dari skema dari database dan isinya. Lalu disertai dengan data aplikasi beserta konfigurasi dan datanya. Menyusul data sekunder yang berisi data pribadi pengguna yang tidak berdampak langsung kepada sistem, tapi berdampak kepada pengguna. 
Pembagian file backup pun juga dibagi berdasarkan klasifikasi ini, jadi kita bisa tidak langsung melakukan backup satu sistem penuh. Kita pilih untuk melakukan backup data system, lalu biarkan satu file backup itu hanya berisi data sistem, jangan dicampuri dengan backup lainya.
Hal ini ditujukan supaya hendak dilakukan recovery, tidak semua data berubah kembali menjadi seperti semula, mungkin hanya ada kesalahan pada database, dan kita ingin mengembalikanya. Dengan pembagian seperti di atas, maka kita bisa hanya mengembalikan data database dan data lainnya tetap baru dan berjalan lancar. 
Selain itu, backup dalam skala yang kecil juga berjalan lebih cepat, dan juga bisa dipecah-pecah untuk diberikan kepada bagian-bagian yang bertanggung jawab untuk data tersebut.
Meskpun begitu, melakukan backup dalam skala besar keseluruhan sistem juga terkadang dianjurkan. Ini dapat dilakukan apabila ada media penyimpanan yang cukup besar, dan waktu yang tidak terbatas untuk melakukan backup. Apabila waktu dan media penyimpanan yang ada sangat terbatas, dianjurkan untuk memecah-mecah konsentrasi backup. 
Kebanyakan sistem sudah mempunyai media dan waktu yang cukup, jadi memecah-mecah konsentrasi bukan lagi pilihan. Melakukan backup satu disk penuh adalah satu-satunya cara yang paling efisien apabila disertai dengan infrastruktur yang memadai. 
Backup biasanya dilakukan secara berkala, dengan waktu yang teratur. Semisal setiap 2 bulan sekali, atau apabila sistem benar-benar penting, kompak, dan berubah dengan cepat, maka backup per hari bukanlah hal yang tidak mungkin.

B.Alasan Kenapa Backup Penting 
Hilangnya file-file yang penting sangat mempengaruhi jalanya suatu kegiatan yang bergantung terhadap file tersebut. Dengan backup, ketakutan akan kehilangan file tersebut sedikit berkurang.
Ada beberapa hal yang bisa membuat file hilang.
a. Kegagalan Hardware
b. Salah Hapus
c. Pencurian
d. Virus
Apabila terjadi kegagalan hardware, seperti disk yang rusak, jatuh, terkena air. Ini sudah pasti sangat susah untuk dikembalikan. Sebab lainnya adalah salah hapus, meskipun salah hapus, beberapa aplikasi ada yg dikhususkan untuk mengembalikan file yang terhapus. 
Pencurian, secara fisik, akan mengakibatkan hardware dan software ikut hilang. Virus juga bisa merusak file, menghancurkan file tersebut sampai titik di mana file tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
Oleh karena itu, melakukan backup sangatlah penting, dan usahakan tempat penyimpanan backup tersimpan aman. Server cloud atau hardisk eksternal merupakan solusi yang cukup baik.

C. Backup dan Recovery di Sistem Linux Debian 

Sistem Linux Debian juga diberi kemampuan untuk melakukan backup dan recovery untuk sistem. Dengan aplikasi DD (Dataset Definition), bisa dilakukan sebuah backup penuh terhadap satu disk yang langsung bisa ditaruh disk lainya atau diteruskan sebagai output yang nantinya akan diproses menjadi sebuah file. 
Sebelum memulai backup, pilih disk yang akan di backup. Untuk melihat daftar disk bisa dicari di direktori /dev.
Gunakan, 
ls –l /dev | more 
Untuk melihat isi dari direktori /dev secara rinci, dan juga membatasi outputnya supaya bisa dibaca. Kegunaan dari operator | (pipa) adalah untuk mengarahkan output ke perintah di sebelah kanan dari operator. 
Dalam kasus ini more, digunakan untuk melihat file sedikit demi sedikit.


Tekan enter untuk menggeser ke bawah, dan cari bagian yang ada tulisan disk. Yang berarti file tersebut adalah representasi dari disk yang ada di sistem kita. 
Dalam contoh ini, ada disk dengan nama sdb yang berisi data dummy untuk dibackup ke dalam file. Dalam kasus nyata, data yang dibackup seharusnya data penting dan tidak diarahkan ke dalam file, tapi ke media yang lebih aman dan terjamin.
Gunakan perintah dari program dd, 
dd if=/dev/sdb | gzip > /usr/sdb.bak
Kita menggunakan dd, dengan input file /dev/sdb dan hasilnya di arahkan ke program gzip untuk melakukan kompresi data dan disimpan di file /user/sdb.bak.
Apabila ingin mencoba untuk melakukan backup langsung ke media, gunakan perintah ini.
dd if=/dev/sdb of=/dev/<media_backup
Lalu biarkan proses berjalan, proses akan memakan waktu cukup lama tergantung dari jumlah data yang diproses.

Terlihat bahwa sudah berhasil dilakukan backup pada disk sdb ini. Ukuran dari disk sdb ini hanya 64 MB sehingga proses tidak membutuhkan waktu terlalu lama, yaitu cuma 26.0691 detik. Sekarang kita sudah berhasil membuat backup. 
Sekarang kita membutuhkan cara untuk mengembalikan hasil backup kita (recovery) ke disk semula. Gunakan perintah ini untuk melakukan recovery dari data yang sudah di backup menggunakan kompresi gzip. 
gzip –dc /usr/sdb.bak | dd of=/dev/sdb 
Kita melakukan dekompresi pada data sdb.bak, lalu memberikan output hasil dekompresi tersebut kepada dd, yang akan memasukan data tersebut ke dalam disk /dev/sdb. Dengan begitu data sudah kembali seperti semula tepat seperti saat data dibackup.
Dengan menggunakan cara seperti ini, maka keamanan data bisa terjamin. Usahakan untuk selalu menggunakan media eksternal untuk dijadikan sebagai media penyimpanan hasil backup. Lalu simpan media tersebut di tempat yang aman.

D.  Pengamanan Data Backup 
Data yang sudah dibackup bukan berarti kebal dari segala macam gangguan. Justru yang harus dilakukan adalah menjaga data backup tersebut aman dan jelas. Apabila data perusahaan penuh dengan rahasia perusahaan dibackup, lalu hasil backup itu tercuri maka akan merugikan perusahaan dalam jumlah yang besar. 
Karena itu, pengamanan data backup harus dilakukan sebaik mungkin, secara fisik maupun logik. Apabila memungkinkan, digunakan ruangan khusus untuk menyimpan media backup dilengkapi dengan keamanan dari api, air, suhu, penyusup dan berbagai macam pengganggu lainya.
Lengkapi dengan peralatan keamanan seperti kapak, pemadam api, kamera CCTV, sensor panas, dsb. 
Apabila data tersebut bisa dilakukan enkripsi, maka lakukan ekripsi terhadap data tersebut dan pastikan bahwa enrkipsi tersebut menjamin keaslian dan keamanan data. Dengan proses enkripsi, akan memakan waktu dan proses dua kali, tapi keamanan akan terjaga dan meskipun ada pencurian, tidak akan bisa membuka rahasia dari perusahaan. 
Penyimpanan dari hasil backup juga harus dilakukan serapi dan sejelas mungkin, sehingga apabila terjadi apa-apa tidak perlu mencari-cari data backup mana yang harus direcovery. 
Membuat sebuah rak penyimpanan juga dianjurkan, di mana ditata media-media backup tersebut dan diberi label berdasarkan tanggal saat dilakukan backup terakhir hingga saat backup tersebut terjadi. 
Apabila jelas inti dari perubahan data dalam jangka waktu itu, berikan informasi jelas tentang apa saja yang berubah dalam rentang waktu backup tersebut.

Recovery Moves Along After 2016 Floods

April 02, 2017 Add Comment
Between August and September 2016, floods ravaged the northern reaches of North Korea. As I wrote about in December, satellite images showed us the devastation caused by these floods which affected over half a million people.

I'd like to now discuss the satellite images showing the recovery process. These images taken on October 25, 2016, focus on the hard-hit city of Hoeryong, North Hamgyong Province.

Image of the flood damage along the river. Google Earth, 9/14/16.

Dyke reconstruction work. Google Earth, 10/25/16.

Reporting coming out of North Korea claim that over a kilometer of dykes has been fully repaired.

In this next image we see new housing being constructed.

Image source: Google Earth, 10/25/16.

This is the DPRK/China border crossing. It received only minor damage, but you can see repair efforts under way as well as trucks coming in from China with relief and construction supplies.
The repair of this border crossing comes after North Korea constructed a new border crossing in Rason (which will be the subject of my next post).

Image source: Google Earth, 10/25/16.

Annual floods cause a fair amount of destruction and death in North Korea, but the northern provinces are often the most badly hit. UNICEF sent aid (including $1 million from the US) to help children and families affected by last year's flood.

-- Jacob Bogle, 4/2/2017
www.JacobBogle.com
Facebook.com/JacobBogle
Twitter.com/JacobBogle - Use the hashtag #AccessDPRK to join the conversation!