Showing posts with label Backup. Show all posts
Showing posts with label Backup. Show all posts

Codeigniter - Tutorial Mudah Backup File dan Database | Anibar Studio

October 04, 2019 Add Comment
Asalamualaikum Wr Wb,
Anibar Studio - Selamat malam teman-teman semua semoga kita selalu ada dalam kebaikan dan selalu diberikan petunjuk untuk bisa berubah menjadi semakin lebih baik, Aamiin

Pada kesempatan kali ini saya akan membuat tutorial Codeigniter - Tutorial Mudah Backup File dan Database sekaligus juga memberikan source code backup tersebut untuk digunakan teman-teman semua yang membutuhkan, mudah-mudahan ini bisa bermanfaat.

Kenapa backup iu penting.? menurut saya pribadi justru backup itu sangat penting karena terkadang server atau komputer yang kita gunakan bisa saja mengalami kendala atau masalah, terutama ketika kendala terjadi pada hardis yang akhirnya data tidak bisa diselamatkan, untuk meminimalisir kehilangan data itu terjadi maka alangkah lebih baiknya kita rutin melakukan backup.

Aplikasi ini saya buat sengaja untuk melakukan backup dengan mudah, tidak perlu login ke PhpMyadmin ataupun login ke FTP server, tapi cukup membuka link URL yang sudah kita siapkan untuk prosess backup.

Untuk prosess penggunaan aplikasi yang saya buat ini ada beberapa hal yang perlu teman-teman lakukan agar prosess backup berjalan lancar, perhatikan langkah-langkah yang harus dilakukan dibawah ini.

Persiapan


  1. Siapkan Webserver Xampp
  2. Install Notepad ++
  3. Source code aplikasi Backup


Tahap pertama silahkan simpan source code ci-backup di folder xampp/htdocs/(disini)

Konfigurasi | Backup Files

Di sini kita mengatur folder/file mana yang akan kita backup, perhtikan gambar dibawah ini.


File yang akan saya backup adalah folder ci-backup.
Silahkan lakukan konfigurasi bahwa folder ci-backuplah yang akan kita backup, silahkan buka folder xampp/htdocs/ci-backup/PudinTea/application/modules/Backup/controllers/
 perhatikan gambar dibawah ini.


Selanjutnya buka file Backup.php dengan menggunakan aplikasi Notepad++, dan masukan konfigurasinya, perhatikan gambar dibawah ini yang saya berikan angka 1 (satu).


Keterangan:

  • perhatikan pada kolom src
  • tanda ../ menandakan kita mundur satu folder
  • ci-backup adalah nama folder yang semua file yang ada dalam folder tersebut akan kita backup.

format file backupanya adalah .zip jadi setelah anda backup silahkan extrak file zipnya dan lihat apakah semua file dan folder yang ada didalamnya sudah berhasil terbackup atau tidak.


Konfigurasi | Backup Database

Selanjutnya kita konfigurasi databases yang akan kita backup, silahkan masuk ke PhpMyadmin dan tentukan database mana yang akan dibackup, perhatikan gambar dibawah ini.


dalam contoh disini saya akan melakukan backup pada database ci_wp, saya menggunakan user root dan tanpa password, jika anda tidak menggunakan webserver xampp, silahkan sesuaikan sendiri, tapi jika anda menggunakan xampp maka tidak akan jauh beda dengan apa yang saya contohkan.

Selanjutnya lakukan konfigurasi pada config databases, silahkan masuk ke folder xampp/htdocs/ci-backup/PudinTea/application/config/
Perhatikan gambar dibawah ini.


Selanjutnya buka file database.php menggunakan notepad ++ lalu sesuaikan seperti contoh gambar dibawah ini.


Keterangan :

  • User : root
  • Password : (kosong)
  • Nama Database : ci_wp

Setelah bagian ini kita sesuaikan, selanjutnya kita pindah ke folder xampp/htdocs/ci-backup/PudinTea/application/modules/Backup/controllers/. Buka file Backup.php dengan menggunakan aplikasi Notepad++,  perhatikan pada gambar  yang saya tandai dengan angka 2 (dua) dan 3 (tiga) dibawah ini.


Keterangan :

  • Yang saya tandai dengan angka 2 (dua) adalah nama file dan format hasil backup, jadi nanti nama file backupnya my_db_backup(tanggal,bulan,tahun,jam,menit,detik).sql (format SQL).
  • Yang saya tandai dengan nomer 3 (tiga) adalah nama file zip yang akan membungkus file SQL pada angka 2 (dua) di atas.

Sampai disini kita sudah selesai konfigurasi untuk emmbackup databases

Tahap Melakukan Backup

Setelah semua settingan sesuai, silahkan anda buka browser lalu ketik http://localhost/ci-backup, maka akan keluar halaman seperti pada gambar dibawah ini.



dan silahkan dana klik tombol backup tersebut.

Catatan :

  • Jika ada pertanyaan silahkan tulis pada kolom komentar, biasakan berkomentar dengan baik dan sopan.
  • Hasil backupan berupa file .zip


Alhamdulilah sudah selesai,
Terimakasih atas perhatianya dan semoga bermanfaat
Selamat mencoba dan semoga berhasil

Strategi Backup dan Restore Windows Yang Baik Yang Perlu Anda Ketahui

May 20, 2019 Add Comment

Dunia berjalan dengan Windows. Lebih banyak bisnis yang berjalan di platform Windows daripada yang lainnya walaupun itu semua digabungkan. Veteran Windows manapun dapat memberitahu anda bahwa anda akan mengalami masalah yang mengharuskan anda untuk membangun kembali PC anda di beberapa titik, dan itulah sebabnya memiliki backupannya sangat penting. Pada artikel ini kita akan berbicara tentang apa yang perlu anda ketahui untuk mengembangkan strategi backup yang baik dan memastikan data anda tersedia saat anda membutuhkannya.

Sekarang, sebelum kita melangkah terlalu jauh, anda mungkin ingin terlebih dahulu membaca tentang Apa Yang Dapat dan Tidak Dapat Dilakukan System Restore di System Windows Anda. System Restore adalah awal dari proses pemulihan/restore yang dibangun ke dalam Windows 8.x dan Windows 10. Memahami permulaannya dapat memberikan upaya system restore anda peluang keberhasilan yang lebih baik.

Catatan: mengurangi kekhawatiran dan stres karena komputer atau hard drive yang mati atau sekarat adalah soal persiapan. Jika anda memahami bahwa anda pasti harus bergantung pada semacam  rencana strategi backup dan restore, maka anda sudah setengah jalan.


Kembangkan Strategi Backup

Seberapa baik anda dapat mengembalikan komputer anda ke kondisi kerja sebelumnya tergantung pada seberapa baik anda telah membuat backup-an data anda. Singkatnya, strategi backup anda dan implementasinya adalah kunci untuk memulihkan data anda.

Rencana backup yang baik harus terdiri dari yang berikut:
  • Local backup untuk memastikan bahwa jika anda perlu mematikan komputer anda, anda memiliki cara cepat dan mudah untuk kembali seperti semula.
  • Offsite backup untuk berjaga-jaga jika cadangan lokal anda rusak atau terinfeksi malware, menjadikannya tidak dapat digunakan.
  • Sinkronisasi cloud karena tidak hanya menawarkan cara tercepat untuk mendapatkan kembali data anda, ini juga memberi anda akses ke data anda di perangkat apapun yang mendukung Internet.


Onsite Backup

Ini biasanya sebuah program yang akan membackup hard drive anda ke lokasi lokal, atau di tempat. Di Windows anda dapat menggunakan Windows Backup untuk menangani kebutuhan program backup anda. Windows Backup memiliki pengaturan wizard yang akan membawa anda melalui menentukan dimana, kapan dan seberapa sering anda membuat backup data anda.


Ada juga banyak software pihak ketiga yang dapat anda gunakan untuk mengotomatiskan backup. SyncToy adalah salah satu tools berguna yang dibuat oleh Microsoft.

Selain data anda, jangan lupa untuk membuat backup registry, profil pengguna, dan juga driver anda.


Offsite Backup

Aplikasi offsite backup sangat mirip dengan aplikasi onsite backup dengan dua pengecualian yang sangat besar:
  • Semua data backup anda disimpan di offsite.
  • Ada biaya bulanan untuk layanan ini.

Namun, itu adalah sesuatu yang anda benar-benar harus mempertimbangkan penempatannya, mungkin terjadi kebakaran, kegagalan hardware, atau sejumlah masalah lain yang dapat terjadi, terutama ketika anda tidak mengharapkannya. Semua itu dapat merusak atau menghancurkan local backup anda. Ketika itu terjadi dan anda ingin memulihkan system anda seperti sebelumnya, memiliki backup-an kedua yang tidak terpengaruh oleh masalah local backup apapun dapat membantu anda.

Masalah besar yang harus anda lewati disini adalah waktu. Butuh waktu untuk menyelesaikan backup-an awal anda. Faktanya, tergantung pada seberapa banyak data yang anda buat untuk backup. Backup awal dapat memakan waktu begitu lama untuk diselesaikan tergantung pada seberapa cepat koneksi internet anda. Diperlukan waktu untuk mendownload restore point jika anda memerlukannya, TETAPI salinan backup ini sepertinya aman, tidak rusak, dan bebas virus. Itu juga harus dienkripsi untuk keselamatan anda.


Beberapa kandidat yang dapat anda pertimbangkan:
  • Wowrack Backup Solutions menawarkan backup secara fisik perangkat/virtual baik itu Windows, Linux ataupun Mac OSX Desktop dan Server, dan juga semua mayoritas virtualisasi. Teknologi duplikasi drive dimana menyediakan backup dan restore dari hanya satu file sampai ke semua system perangkat. Wowrack Backup Solutions juga menawarkan pemulihan secara satu system ke perangkat yang berbeda dan juga perlindungan dengan teknologi AES-256 security, perlindungan password dan juga SSL security.
  • Carbonite menawarkan rencana dasar sebesar $60 per tahun, paket plus untuk $100 per tahun, dan rencana utama sebesar $150 per tahun. Carbonite menawarkan diskon 30% untuk langganan multi-year.
  • Idera R1Soft dari Exabytes : Layanan Backup Idera R1Soft CDP (sebelumnya R1Soft CDP) adalah proteksi data berbasis disk-based yang menyediakan penyimpanan data berkala yang dapat diakses melalui server manajemen terpusat. Solusi Idera melindungi data hosting anda dengan menggunakan metode replikasi dan sinkronisasi melalui jaringan, dan menyimpan point-in-time snapshots pada penyimpanan berbasis disk-based. Proses ini memastikan bahwa Sistem Operasi, Aplikasi, Fail dan data akan terbackup dan mudah untuk direstorsi (melalui teknologi Bare-Metal Disaster Recovery), terutama apabila terjadi bencana.


Dan masih banyak lagi layanan bakup data. Semua hal di atas menawarkan backup tanpa batas (kecuali jika disebutkan) dan 256bit AES atau enkripsi yang lebih baik.


Sinkronisasi Cloud

Dropbox adalah pilihan paling populer disini, meskipun anda dapat menggunakan Onedrive, Google Drive atau layanan penyimpanan cloud lainnya di luar sana. Sebagian besar dari mereka datang dengan klien desktop tempat anda dapat dengan mudah memasukkan file ke folder dan menyinkronkannya ke cloud.


Restore Plan

Menentukan cara terbaik untuk memulihkan komputer anda seperti itu tergantung pada sejauh mana kerugian yang terjadi. Pertimbangan umum meliputi hal berikut ini.
  • Cloud Sync Restore : Jika anda membangun kembali dan tidak khawatir tentang memulihkan aplikasi anda atau memiliki rencana terpisah untuk menginstalnya kembali, instal ulang aplikasi cloud sync anda dan turunkan semua data anda. Ini harus menjadi pertimbangan pemulihan pertama anda, karena dapat mengembalikan semuanya seperti semula dalam hitungan menit atau jam.
  • Onsite Restore : Salah satu cara termudah untuk mendapatkan kembali semua aplikasi anda adalah dengan melakukan local restore. Ini akan mengembalikan semua aplikasi anda dan juga semua data anda, tetapi tergantung pada ukuran set restore, ini bisa memakan waktu lebih lama daripada hanya membawa data anda dari aplikasi cloud sync anda. Namun, ini mungkin cara termudah untuk mengembalikan komputer anda persis seperti sebelum bencana yang menyebabkan perlunya restore di tempat pertama.
  • Offsite Restore : Ini adalah restore pilihan terakhir. Ketika anda membutuhkan lebih dari sekadar data anda kembali dan pengembalian di tempat anda rusak, offsite restore dapat membuat komputer anda kembali seperti semula. Tergantung pada layanan yang anda pilih, anda bisa mendapatkan hard drive anda kembali dengan mengunduh image, atau anda mungkin mendapat hard drive dari layanan backup anda. Opsi-opsi ini akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk diselesaikan dan/atau kemungkinan akan membebani anda sejumlah uang tambahan. Lihat opsi-opsi ini hanya ketika semua opsi lain gagal menghasilkan hasil yang anda butuhkan.
Terkadang anda hanya perlu menghapus komputer anda dan memulai dari awal. Untuk ini, penting bagi anda untuk memiliki strategi cadangan dan rencana pemulihan. Sinkronisasi cloud adalah cara termudah untuk membackup data anda saja. Ini juga cara termudah dan tercepat untuk mendapatkannya kembali.

Onsite backup adalah cara yang baik untuk mengembalikan tidak hanya data anda, tetapi juga semua aplikasi dan konfigurasi komputer anda. Menyiapkan ini untuk dijalankan di background sehingga anda tidak perlu memikirkannya adalah cara terbaik untuk mencapai ini.

Offsite Restore adalah elemen kunci dalam strategi backup dan restore serta memastikan bahwa anda selalu memiliki salinan data penting anda, terlepas dari masalah lokal seperti banjir, kebakaran atau sekadar hardware atau kegagalan hard drive. Mengatur ini untuk dijalankan di background adalah cara terbaik untuk menyelesaikan ini tetapi mungkin akan memakan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk mendownload kembali semua data di Internet.

Membuat komputer anda seperti itu tidak sulit, tetapi memang membutuhkan persiapan. Semoga menambah wawasan dan dapat membantu anda. GBU

Manajemen Backup Dan Restore Pada Linux

January 24, 2019 Add Comment
A. Backup dan Recovery
Sebuah sistem yang besar dan krusial harus selalu diatur setiap waktunya. Bukan hanya diatur untuk selalu mendapatkan data yang baru, tapi juga diatur supaya data yang lama tetap terjaga dengan aman.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan backup dan recovery. Backup dan recovery merupakan kata yang saling berkaitan. Backup berarti kita membuat cadangan dari data yang sudah ada untuk disimpan dalam bentuk yg lain atau sama. Recovery, adalah merubah bentuk dari cadangan untuk dikembalikan menjadi data yang semula sudah ada.
Banyak data yang sudah ada di backup, lalu apabila dibutuhkan lagi akan dilakukan recovery sehingga data-data tersebut kembali seperti semula kepada sistem.
Data-data tersebut biasanya diklasifikasikan. Jenis klasifikasi ini tidak baku, namun yang paling baik adalah klasifikasi berdasarkan konten. Jadi kita bisa pisahkan data-data di sistem menjadi klasifikasi seperti berikut.

Kita mengklasifikasikan data sistem menjadi dua kelompok, primer dan sekunder. Data primer ini sangat penting dan sistem bergantung kepadanya. Semua inti dari sistem, baik saat masih baru atau beserta update, serta konfigurasi tambahan yang diperlukan. 
Data database, mulai dari skema dari database dan isinya. Lalu disertai dengan data aplikasi beserta konfigurasi dan datanya. Menyusul data sekunder yang berisi data pribadi pengguna yang tidak berdampak langsung kepada sistem, tapi berdampak kepada pengguna. 
Pembagian file backup pun juga dibagi berdasarkan klasifikasi ini, jadi kita bisa tidak langsung melakukan backup satu sistem penuh. Kita pilih untuk melakukan backup data system, lalu biarkan satu file backup itu hanya berisi data sistem, jangan dicampuri dengan backup lainya.
Hal ini ditujukan supaya hendak dilakukan recovery, tidak semua data berubah kembali menjadi seperti semula, mungkin hanya ada kesalahan pada database, dan kita ingin mengembalikanya. Dengan pembagian seperti di atas, maka kita bisa hanya mengembalikan data database dan data lainnya tetap baru dan berjalan lancar. 
Selain itu, backup dalam skala yang kecil juga berjalan lebih cepat, dan juga bisa dipecah-pecah untuk diberikan kepada bagian-bagian yang bertanggung jawab untuk data tersebut.
Meskpun begitu, melakukan backup dalam skala besar keseluruhan sistem juga terkadang dianjurkan. Ini dapat dilakukan apabila ada media penyimpanan yang cukup besar, dan waktu yang tidak terbatas untuk melakukan backup. Apabila waktu dan media penyimpanan yang ada sangat terbatas, dianjurkan untuk memecah-mecah konsentrasi backup. 
Kebanyakan sistem sudah mempunyai media dan waktu yang cukup, jadi memecah-mecah konsentrasi bukan lagi pilihan. Melakukan backup satu disk penuh adalah satu-satunya cara yang paling efisien apabila disertai dengan infrastruktur yang memadai. 
Backup biasanya dilakukan secara berkala, dengan waktu yang teratur. Semisal setiap 2 bulan sekali, atau apabila sistem benar-benar penting, kompak, dan berubah dengan cepat, maka backup per hari bukanlah hal yang tidak mungkin.

B.Alasan Kenapa Backup Penting 
Hilangnya file-file yang penting sangat mempengaruhi jalanya suatu kegiatan yang bergantung terhadap file tersebut. Dengan backup, ketakutan akan kehilangan file tersebut sedikit berkurang.
Ada beberapa hal yang bisa membuat file hilang.
a. Kegagalan Hardware
b. Salah Hapus
c. Pencurian
d. Virus
Apabila terjadi kegagalan hardware, seperti disk yang rusak, jatuh, terkena air. Ini sudah pasti sangat susah untuk dikembalikan. Sebab lainnya adalah salah hapus, meskipun salah hapus, beberapa aplikasi ada yg dikhususkan untuk mengembalikan file yang terhapus. 
Pencurian, secara fisik, akan mengakibatkan hardware dan software ikut hilang. Virus juga bisa merusak file, menghancurkan file tersebut sampai titik di mana file tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
Oleh karena itu, melakukan backup sangatlah penting, dan usahakan tempat penyimpanan backup tersimpan aman. Server cloud atau hardisk eksternal merupakan solusi yang cukup baik.

C. Backup dan Recovery di Sistem Linux Debian 

Sistem Linux Debian juga diberi kemampuan untuk melakukan backup dan recovery untuk sistem. Dengan aplikasi DD (Dataset Definition), bisa dilakukan sebuah backup penuh terhadap satu disk yang langsung bisa ditaruh disk lainya atau diteruskan sebagai output yang nantinya akan diproses menjadi sebuah file. 
Sebelum memulai backup, pilih disk yang akan di backup. Untuk melihat daftar disk bisa dicari di direktori /dev.
Gunakan, 
ls –l /dev | more 
Untuk melihat isi dari direktori /dev secara rinci, dan juga membatasi outputnya supaya bisa dibaca. Kegunaan dari operator | (pipa) adalah untuk mengarahkan output ke perintah di sebelah kanan dari operator. 
Dalam kasus ini more, digunakan untuk melihat file sedikit demi sedikit.


Tekan enter untuk menggeser ke bawah, dan cari bagian yang ada tulisan disk. Yang berarti file tersebut adalah representasi dari disk yang ada di sistem kita. 
Dalam contoh ini, ada disk dengan nama sdb yang berisi data dummy untuk dibackup ke dalam file. Dalam kasus nyata, data yang dibackup seharusnya data penting dan tidak diarahkan ke dalam file, tapi ke media yang lebih aman dan terjamin.
Gunakan perintah dari program dd, 
dd if=/dev/sdb | gzip > /usr/sdb.bak
Kita menggunakan dd, dengan input file /dev/sdb dan hasilnya di arahkan ke program gzip untuk melakukan kompresi data dan disimpan di file /user/sdb.bak.
Apabila ingin mencoba untuk melakukan backup langsung ke media, gunakan perintah ini.
dd if=/dev/sdb of=/dev/<media_backup
Lalu biarkan proses berjalan, proses akan memakan waktu cukup lama tergantung dari jumlah data yang diproses.

Terlihat bahwa sudah berhasil dilakukan backup pada disk sdb ini. Ukuran dari disk sdb ini hanya 64 MB sehingga proses tidak membutuhkan waktu terlalu lama, yaitu cuma 26.0691 detik. Sekarang kita sudah berhasil membuat backup. 
Sekarang kita membutuhkan cara untuk mengembalikan hasil backup kita (recovery) ke disk semula. Gunakan perintah ini untuk melakukan recovery dari data yang sudah di backup menggunakan kompresi gzip. 
gzip –dc /usr/sdb.bak | dd of=/dev/sdb 
Kita melakukan dekompresi pada data sdb.bak, lalu memberikan output hasil dekompresi tersebut kepada dd, yang akan memasukan data tersebut ke dalam disk /dev/sdb. Dengan begitu data sudah kembali seperti semula tepat seperti saat data dibackup.
Dengan menggunakan cara seperti ini, maka keamanan data bisa terjamin. Usahakan untuk selalu menggunakan media eksternal untuk dijadikan sebagai media penyimpanan hasil backup. Lalu simpan media tersebut di tempat yang aman.

D.  Pengamanan Data Backup 
Data yang sudah dibackup bukan berarti kebal dari segala macam gangguan. Justru yang harus dilakukan adalah menjaga data backup tersebut aman dan jelas. Apabila data perusahaan penuh dengan rahasia perusahaan dibackup, lalu hasil backup itu tercuri maka akan merugikan perusahaan dalam jumlah yang besar. 
Karena itu, pengamanan data backup harus dilakukan sebaik mungkin, secara fisik maupun logik. Apabila memungkinkan, digunakan ruangan khusus untuk menyimpan media backup dilengkapi dengan keamanan dari api, air, suhu, penyusup dan berbagai macam pengganggu lainya.
Lengkapi dengan peralatan keamanan seperti kapak, pemadam api, kamera CCTV, sensor panas, dsb. 
Apabila data tersebut bisa dilakukan enkripsi, maka lakukan ekripsi terhadap data tersebut dan pastikan bahwa enrkipsi tersebut menjamin keaslian dan keamanan data. Dengan proses enkripsi, akan memakan waktu dan proses dua kali, tapi keamanan akan terjaga dan meskipun ada pencurian, tidak akan bisa membuka rahasia dari perusahaan. 
Penyimpanan dari hasil backup juga harus dilakukan serapi dan sejelas mungkin, sehingga apabila terjadi apa-apa tidak perlu mencari-cari data backup mana yang harus direcovery. 
Membuat sebuah rak penyimpanan juga dianjurkan, di mana ditata media-media backup tersebut dan diberi label berdasarkan tanggal saat dilakukan backup terakhir hingga saat backup tersebut terjadi. 
Apabila jelas inti dari perubahan data dalam jangka waktu itu, berikan informasi jelas tentang apa saja yang berubah dalam rentang waktu backup tersebut.