Showing posts with label Database. Show all posts
Showing posts with label Database. Show all posts

Cara mudah mengatasi error mysql Unknown collation: utf8mb4_unicode_520_ci

December 17, 2019 Add Comment
Asalamualaikum Wr Wb.
Anibar Studio - Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan sebuah tutorial bagaimana cara mengatasi error mysql Unknown collation: utf8mb4_unicode_520_ci, pada mulanya error ini terjadi setelah saya membuat sebuah website dengan menggunakan CMS Wordpress, setelah website tersbut selesai maka saya berencana untuk mempublish nya atau menyimpanya di hosting panel.

Pada saat saya mengimport mysql terjadilah error seperti ini, ERROR 1273 (HY000) at line 25: Unknown collation: 'utf8mb4_unicode_520_ci' perhatikan gambar dibawah ini :




Saya tidak tahu kenapa error ini terjadi ya intinya bahwa collation utf8mb4_unicode_520_ci tidak ada di mysql yang ada di panel saya, mungkin karena beda versi atau semacamnya, lalu bagaimana caranya mengatasinya.?

silahkan cari databases mysql yang akan kita import tadi, buka menggunakan notepad ++ lalu tekan CTRL + F dan cari menu replace. silahkan isi pada kolom Find what : dengan utf8mb4_unicode_520_ci dan pada kolom Replace with: dengan utf8mb4_unicode_ci, perhatikan gambar dibawah ini .



Pengertian dai gambar di atas adalah kita kan mengganti (replace) text : utf8mb4_unicode_520_ci  dengan  utf8mb4_unicode_ci , setelah sama seperti gambar diatas lau klik tombol replace All, maka hasilnya akan seperti pada gambar dibawah ini.



itu artimya semua text utf8mb4_unicode_520_ci sudah berubah menjadi utf8mb4_unicode_ci, silahkan import kembali database mysql anda.

itulah tutorial Cara mudah mengatasi error mysql Unknown collation: utf8mb4_unicode_520_ci.
Terimakasih atas perhatianya dan semoga bermanfaat

Manajemen Backup Dan Restore Pada Linux

January 24, 2019 Add Comment
A. Backup dan Recovery
Sebuah sistem yang besar dan krusial harus selalu diatur setiap waktunya. Bukan hanya diatur untuk selalu mendapatkan data yang baru, tapi juga diatur supaya data yang lama tetap terjaga dengan aman.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan backup dan recovery. Backup dan recovery merupakan kata yang saling berkaitan. Backup berarti kita membuat cadangan dari data yang sudah ada untuk disimpan dalam bentuk yg lain atau sama. Recovery, adalah merubah bentuk dari cadangan untuk dikembalikan menjadi data yang semula sudah ada.
Banyak data yang sudah ada di backup, lalu apabila dibutuhkan lagi akan dilakukan recovery sehingga data-data tersebut kembali seperti semula kepada sistem.
Data-data tersebut biasanya diklasifikasikan. Jenis klasifikasi ini tidak baku, namun yang paling baik adalah klasifikasi berdasarkan konten. Jadi kita bisa pisahkan data-data di sistem menjadi klasifikasi seperti berikut.

Kita mengklasifikasikan data sistem menjadi dua kelompok, primer dan sekunder. Data primer ini sangat penting dan sistem bergantung kepadanya. Semua inti dari sistem, baik saat masih baru atau beserta update, serta konfigurasi tambahan yang diperlukan. 
Data database, mulai dari skema dari database dan isinya. Lalu disertai dengan data aplikasi beserta konfigurasi dan datanya. Menyusul data sekunder yang berisi data pribadi pengguna yang tidak berdampak langsung kepada sistem, tapi berdampak kepada pengguna. 
Pembagian file backup pun juga dibagi berdasarkan klasifikasi ini, jadi kita bisa tidak langsung melakukan backup satu sistem penuh. Kita pilih untuk melakukan backup data system, lalu biarkan satu file backup itu hanya berisi data sistem, jangan dicampuri dengan backup lainya.
Hal ini ditujukan supaya hendak dilakukan recovery, tidak semua data berubah kembali menjadi seperti semula, mungkin hanya ada kesalahan pada database, dan kita ingin mengembalikanya. Dengan pembagian seperti di atas, maka kita bisa hanya mengembalikan data database dan data lainnya tetap baru dan berjalan lancar. 
Selain itu, backup dalam skala yang kecil juga berjalan lebih cepat, dan juga bisa dipecah-pecah untuk diberikan kepada bagian-bagian yang bertanggung jawab untuk data tersebut.
Meskpun begitu, melakukan backup dalam skala besar keseluruhan sistem juga terkadang dianjurkan. Ini dapat dilakukan apabila ada media penyimpanan yang cukup besar, dan waktu yang tidak terbatas untuk melakukan backup. Apabila waktu dan media penyimpanan yang ada sangat terbatas, dianjurkan untuk memecah-mecah konsentrasi backup. 
Kebanyakan sistem sudah mempunyai media dan waktu yang cukup, jadi memecah-mecah konsentrasi bukan lagi pilihan. Melakukan backup satu disk penuh adalah satu-satunya cara yang paling efisien apabila disertai dengan infrastruktur yang memadai. 
Backup biasanya dilakukan secara berkala, dengan waktu yang teratur. Semisal setiap 2 bulan sekali, atau apabila sistem benar-benar penting, kompak, dan berubah dengan cepat, maka backup per hari bukanlah hal yang tidak mungkin.

B.Alasan Kenapa Backup Penting 
Hilangnya file-file yang penting sangat mempengaruhi jalanya suatu kegiatan yang bergantung terhadap file tersebut. Dengan backup, ketakutan akan kehilangan file tersebut sedikit berkurang.
Ada beberapa hal yang bisa membuat file hilang.
a. Kegagalan Hardware
b. Salah Hapus
c. Pencurian
d. Virus
Apabila terjadi kegagalan hardware, seperti disk yang rusak, jatuh, terkena air. Ini sudah pasti sangat susah untuk dikembalikan. Sebab lainnya adalah salah hapus, meskipun salah hapus, beberapa aplikasi ada yg dikhususkan untuk mengembalikan file yang terhapus. 
Pencurian, secara fisik, akan mengakibatkan hardware dan software ikut hilang. Virus juga bisa merusak file, menghancurkan file tersebut sampai titik di mana file tersebut tidak bisa dikembalikan lagi.
Oleh karena itu, melakukan backup sangatlah penting, dan usahakan tempat penyimpanan backup tersimpan aman. Server cloud atau hardisk eksternal merupakan solusi yang cukup baik.

C. Backup dan Recovery di Sistem Linux Debian 

Sistem Linux Debian juga diberi kemampuan untuk melakukan backup dan recovery untuk sistem. Dengan aplikasi DD (Dataset Definition), bisa dilakukan sebuah backup penuh terhadap satu disk yang langsung bisa ditaruh disk lainya atau diteruskan sebagai output yang nantinya akan diproses menjadi sebuah file. 
Sebelum memulai backup, pilih disk yang akan di backup. Untuk melihat daftar disk bisa dicari di direktori /dev.
Gunakan, 
ls –l /dev | more 
Untuk melihat isi dari direktori /dev secara rinci, dan juga membatasi outputnya supaya bisa dibaca. Kegunaan dari operator | (pipa) adalah untuk mengarahkan output ke perintah di sebelah kanan dari operator. 
Dalam kasus ini more, digunakan untuk melihat file sedikit demi sedikit.


Tekan enter untuk menggeser ke bawah, dan cari bagian yang ada tulisan disk. Yang berarti file tersebut adalah representasi dari disk yang ada di sistem kita. 
Dalam contoh ini, ada disk dengan nama sdb yang berisi data dummy untuk dibackup ke dalam file. Dalam kasus nyata, data yang dibackup seharusnya data penting dan tidak diarahkan ke dalam file, tapi ke media yang lebih aman dan terjamin.
Gunakan perintah dari program dd, 
dd if=/dev/sdb | gzip > /usr/sdb.bak
Kita menggunakan dd, dengan input file /dev/sdb dan hasilnya di arahkan ke program gzip untuk melakukan kompresi data dan disimpan di file /user/sdb.bak.
Apabila ingin mencoba untuk melakukan backup langsung ke media, gunakan perintah ini.
dd if=/dev/sdb of=/dev/<media_backup
Lalu biarkan proses berjalan, proses akan memakan waktu cukup lama tergantung dari jumlah data yang diproses.

Terlihat bahwa sudah berhasil dilakukan backup pada disk sdb ini. Ukuran dari disk sdb ini hanya 64 MB sehingga proses tidak membutuhkan waktu terlalu lama, yaitu cuma 26.0691 detik. Sekarang kita sudah berhasil membuat backup. 
Sekarang kita membutuhkan cara untuk mengembalikan hasil backup kita (recovery) ke disk semula. Gunakan perintah ini untuk melakukan recovery dari data yang sudah di backup menggunakan kompresi gzip. 
gzip –dc /usr/sdb.bak | dd of=/dev/sdb 
Kita melakukan dekompresi pada data sdb.bak, lalu memberikan output hasil dekompresi tersebut kepada dd, yang akan memasukan data tersebut ke dalam disk /dev/sdb. Dengan begitu data sudah kembali seperti semula tepat seperti saat data dibackup.
Dengan menggunakan cara seperti ini, maka keamanan data bisa terjamin. Usahakan untuk selalu menggunakan media eksternal untuk dijadikan sebagai media penyimpanan hasil backup. Lalu simpan media tersebut di tempat yang aman.

D.  Pengamanan Data Backup 
Data yang sudah dibackup bukan berarti kebal dari segala macam gangguan. Justru yang harus dilakukan adalah menjaga data backup tersebut aman dan jelas. Apabila data perusahaan penuh dengan rahasia perusahaan dibackup, lalu hasil backup itu tercuri maka akan merugikan perusahaan dalam jumlah yang besar. 
Karena itu, pengamanan data backup harus dilakukan sebaik mungkin, secara fisik maupun logik. Apabila memungkinkan, digunakan ruangan khusus untuk menyimpan media backup dilengkapi dengan keamanan dari api, air, suhu, penyusup dan berbagai macam pengganggu lainya.
Lengkapi dengan peralatan keamanan seperti kapak, pemadam api, kamera CCTV, sensor panas, dsb. 
Apabila data tersebut bisa dilakukan enkripsi, maka lakukan ekripsi terhadap data tersebut dan pastikan bahwa enrkipsi tersebut menjamin keaslian dan keamanan data. Dengan proses enkripsi, akan memakan waktu dan proses dua kali, tapi keamanan akan terjaga dan meskipun ada pencurian, tidak akan bisa membuka rahasia dari perusahaan. 
Penyimpanan dari hasil backup juga harus dilakukan serapi dan sejelas mungkin, sehingga apabila terjadi apa-apa tidak perlu mencari-cari data backup mana yang harus direcovery. 
Membuat sebuah rak penyimpanan juga dianjurkan, di mana ditata media-media backup tersebut dan diberi label berdasarkan tanggal saat dilakukan backup terakhir hingga saat backup tersebut terjadi. 
Apabila jelas inti dari perubahan data dalam jangka waktu itu, berikan informasi jelas tentang apa saja yang berubah dalam rentang waktu backup tersebut.

Bekerja dengan Aplikasi Database

July 16, 2016 Add Comment

Bekerja dengan Aplikasi Database


Untuk Pengoprasian Komputer Dasar, aplikasi database menggunakan aplikasi dari Microsoft yaitu Microsoft Access, berikut ini adalah contoh membuat aplikasi sederhana menggunakan Microsoft Access.




Mengenal Aplikasi Database

July 16, 2016 Add Comment

Mengenal Aplikasi Database


Sebuah database merupakan kumpulan data yang memiliki hubungan satu data dengan data lainnya dan dibuat tampilan data berupa informasi hasil dari hubungan data yang disepakati.

Basis data yang kita kenal misalnya :
  • Basis Data Mahasiswa yang terdiri dari data mahasiswa, yang kemudian dihubungkan dengan data mata kuliah dan data pembayaran kuliah
  • Basis Data Mata Kuliah terdiri dari data kode mata kuliah, nama mata kuliah, sks mata kuliah dan semester mata kuliah yang kemudian dihubungkan dengan data Dosen sebagai pengampu mata kuliah.
Aplikasi database yang akan dibahas dalam mata kuliah Pengoprasian Komputer Dasar adalah aplikasi database yang dibuat oleh Microsoft yaitu Microsoft Access, hal ini dilakukan untuk mempermudah memahami database dan diharapkan bisa bekerja dengan aplikasi database ini dengan model database sederhana.