Showing posts with label Pesawat Latih. Show all posts
Showing posts with label Pesawat Latih. Show all posts

Yak-130 For TNI-AU?

January 01, 2020 Add Comment
02 Januari 2020


Yak-130 and Sukhoi Flanker family (photo : Aleksey Vlasov)

It has been said that while the Indonesian Air Force (TNI-AU) is happy with its South Korean made KAI T-50i Golden Eagle Advanced Jet Trainer/ Lead-in Fighter Trainer (AJT/LIFT), there has been indication that the aircraft might not be able to address training needs of future pilots destined to fly its yet to be procured KNAAPO built Sukhoi Su-35 Super Flanker multi role combat aircraft (MRCA).

The T-50i was developed based on the design of LockheedMartin F-16 Fighting Falcon hence it is a natural options for countries which operate the F-16 and its spin off variants including the soon to be developed KAI KF-X fifth generation fighter.

Using Western made or Western inspired AJT/LIFT platform still works well with Russian jet operators. The Royal Malaysian Air Force (RMAF) uses the Aermacchi MB-339AM to train Mig-29 pilots while Alenia MB-339CM to train Su-30MKM pilots. Despite its vintage design that stems back to the development of MB-326 jet trainer, an obviously of late 1950’s design, the adoption of open architecture and flexibility of its cockpit design means that the Italian trainers could be used to train most of the pilots that flies 4.5 generation combat aircraft.

Su-35 is single seater, T-50i as LIFT platform doesn't match with Russian system (photo :  Randommization)

MB-339 and its further development, the Russo-Italian Yak/AEM-130 were conceived with the realisation that the cockpit layout should be as general as possible so that any pilots could transition from it into any sorts of aircraft.

Despite both the Russians and the Italians parting ways which spawned the respective Irkutsk built Yakovlev Yak-130 (NATO Reporting Name: Mitten) and Leonardo M-346 Master, they still maintain the concept of open architecture which allows both of the aircraft to penetrate larger market.

The Yak-130 is the leading contender in the RMAF Light Combat Aircraft (LCA) project, followed closely by the M-346 and the FA-50.

Yak-130 and its equivalent might soon becomes the region’s standard training platform after Myanmar and Laos proudly inducted the aircraft into their services. The Singaporean is the only operator of the M-346 in the region.

These aircraft will butt heads with the T-50/FA-50 currently in service with Indonesia, Thailand and the Philippines. It will all now depends on whether Malaysia, Vietnam and Indonesia will eventually bought the Yaks afterall.

(MFH)

Puspenerbal Mendapatkan 5 Pesawat Latih Piper Archer Dx PA-28-181

December 23, 2019 Add Comment
23 Desember 2019


Pesawat Latih Piper Archer (photo : Puspenrbal)

Pesawat Latih Piper Archer Sap Membantu Puspenerbal Mencetak Prajurit Penerbang yang Handal

Penghormatan militer mengawali kedatangan 5 Pesawat Latih Piper Archer Dx PA-28-181 buatan Florida USA yang telah hadir dijajaran Puspenerbal pada Jum'at tanggal 20 Desember 2019 di Apron Base Ops Lanudal Juanda, kebutuhan akan pesawat latih sangat diperlukan sebagai bagian dari sub system pembangunan Sistem senjata Armada Terpadu (SSAT).

Sebelumnya Puspenerbal mengirimkan 5 Pilot Dan 6 teknisi untuk mendapatkan pelatihan di Fasilitas Legacy Training, Vero Beach, Florida, USA sebagai bekal dalam mengawaki pesawat latih Piper tersebut. Sehingga akan meningkatkan profesionalisme para Penerbang TNI AL dalam mengemban tugas yang lebih kompleks di masa mendatang khususnya untuk mendukung tugas pokok Puspernerbal dalam menjamin tegaknya Kedaulatan Negara di laut dan menjaga keutuhan wilayah serta melindungi kepentingan di laut Yurisdiksi Nasional.


Pesawat Piper Archer Pusat Penerbangan TNI AL (photo : Puspenerbal)

Pesawat baru ini akan di operasional di Skuadron 200 Wing Udara 2 guna untuk mendukung terciptanya generasi baru prajurit – prajurit Penerbang TNI AL yang handal dan professional.

Acara dilaksanakan dengan prosesi penerimaan water salute (Penyiraman Air) ke pesawat latih dan dilanjutkan penyerahan secara simbolis dan penandatanganan dari Aslog Kasal Laksda TNI Moelyanto, M.Si (Han) kepada Komandan Puspernerbal yang diwakili oleh Wadan Puspernerbal Kolonel Laut (P) Sisyani Jaffar. Acara dilanjutkan dengan prosesi Penyiraman air bunga ke moncong dan ke kedua Wing pesawat latih oleh Aslog Kasal, dilanjutkan penyiraman oleh Pangarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto sampai dengan penyiraman air bunga oleh Wadan Puspernerbal.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Inspektorat Jenderal Angkatan Laut Kepala Staf Angkatan Laut (Irjenal Kasal) Laksamana Muda TNI Suselo, Komandan Brigif Mar 2 Sidoarjo beserta pejabat TNI-AL lainnya.

(Puspenerbal)

Skuadron 200 Puspenerbal Berlatih dengan Pesawat TB Series

December 15, 2019 Add Comment
16 Desember 2019


Pesawat Socata TB-9 Tampico TNI AL. TB-10 Tobago dan TB-9 Tampico adalah buatan Socata Prancis, kata "TB" sendiri adalah singkatan dari Tarbes kota di selatan Prancis tempat pesawat ini dibuat. Ada beberapa tipe pesawat Socata TB ini meskipun perbedaannya hanya pada kekuatan mesin saja. TB-9 dilengkapi dengan mesin single engine piston 160 horsepower, sedangkan TB-10 dengan mesin 180 hp, ada lagi TB-200 dengan 200 hp, dan juga TB-20 dengan 250 hp dan TB-21 dengan 250 hp turbocharged engine. Selain TNI AL yang menggunakan pesawat ini adalah STPI Curug (photo : Antara)

Siswa Dik Penerbang Angkatan XXIV memasuki fase Pattern dalam rangka menghadapi terbang Solo Pattern

Siswa Dik Penerbang Angkatan XXIV yang terbagi menjadi 2 kelompok setiap hari bergiat di Skuadron 200 Wing Udara 2, kelompok pertama terdiri dari 7 siswa yang memasuki fase terbang familirisasi menggunakan pesawat latih jenis Tobago TB-10 dan kelompok kedua terdiri 6 siswa saat ini memasuki fase terbang Pattern menggunakan pesawat latih jenis Tampico TB-9C dan sudah memasuki fase Pattern.

Pesawat Socata TB-9 Tampico TNI AL, dipakai untuk terbang permulaan (photo : Puspenerbal)

Fase Pattern adalah fase dimana seorang Pilot melaksanakan terbang berdasarkan aturan circuit di aerodrome bandara tersebut. Seorang Pilot harus menguasai prosedur traffic entry dan radio telephony Bandara agar tidak terjadi incident maupun accident pada saat melaksanakan penerbangan, dimana pada aerodrome bandara telah berlaku aturan-aturan tertentu sesuai dengan kepadatan dari traffic yang akan arrival maupun departure, tutur Ltt. Aditya Mulyarajasa, salah seorang Instructor pilot TB-9 Tampico.

Lebih lanjut beliau menyampaikan tujuan dari Latihan ini agar siswa Dik Penerbang mampu melaksanakan terbang dengan baik dan benar serta dapat mengatasi segala permasalahan selama terbang mulai dari sebelum take off, setelah take off sampai dengan landing , menghadapi emergency, dan pada akhir  nantinya siswa diharapkan dapat melaksanakan terbang solo pattern tanpa didampingi oleh Instruktur Penerbang dengan aman dan selamat.

(Puspenerbal)

Myanmar's Yak-130 Trainings with Various Weapons

December 06, 2019 Add Comment
07 Desember 2019


Myanmar Air Force's Yak-130 trainer/light attack aircraft with various weapons include R-73E short-range air-to-air missiles, S-13 122mm rocket on B-13 rocket pod, S-8 80mm rocket on B-8 rocket pod and SNPU-130 pod 23mm gun pod (all photos : Tatmadaw Lay)

The images published on Burma's online social media show images of advanced Yakolev Yak-130 Russian jet fighters of the Myanmar Air Force (Tatmadaw Lay) on the ground and while flying in the air equipped with various weapons on the plane. Confirms that the Myanmar Air Force is ready to practice the use of these weapons with the aircraft.





12 Russian Yak-130 jet fighters assigned by the Russian Air Force has the first set of revealing pictures showing various types of weapons, including short range air-to air R-73E missile launcher, 122mm S-13 air-to-surface rocket in 5 B-13 rocket tubes, 80mm S-8 air-to-ground rocket in capacity B-8 rocket 20 rounds and a SNPU-130 air cannon with a 23mm GSh-23L air cannon with 120 ammunition capacity.

(AAG)

Tes Kelaikan Terbang Pesawat Bonanza G-36 TNI AL

December 03, 2019 Add Comment
04 Desember 2019


Pesawat Bonanza G-36 TNI AL (photos : Puspenerbal)

Pesawat Bonanza G-36 Skuadron 200 Wing Udara 2 Laksanakan Test Flight Kelaikan Terbang

Pada hari Kamis,28 November 2019, telah dilaksanakannya Test flight kelaikan terbang Pesud Bonanza G-36 yang dimiliki oleh Skuadron 200 Wing Udara 2 yang diterbangkan oleh pilot Mayor Laut (P) Eko Andriyanto dan didampingi oleh co-pilot Kapten laut (P) Adhitya Tri Widyastama.

Pelaksanakan test flight kelaikan terbang ini adalah persyaratan untuk mendapatkan Sertifikat Laik Udara dan Pesud Bonanza G-36 yang diuji saat itu memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam mendukung operasi dan latihan. Pelaksanaan terbang uji kelaikan dilakukan apa bila masa berlaku SLU habis atau setelah Pesud menyelesaikan  perbaikan atau pemeliharaan berkala yang dilaksanakan oleh Fasharkan Pesud.



Kegiatan kelaikan tersebut juga diiikuti oleh personil dari Satlaik atau Dislaikmatal sebagai instansi TNI AL yang berwenang mengeluarkan tanda bukti lullus uji kelaikan berupa SLU/ Surat Laik Udara.

Dalam pelaksanaan terbang kelaikan ini apabila pesawat Bonanza G-36 telah dinyatakan lulus dalam berbagai penilaian dan persyaratan yang dinyatakan dengan dikeluarkan SLU maka pesawat Bonanza G-36 dapat beroperasi kembali dan mendukung pelaksanakan kegiatan di Skuadron Udara 200 sebagai Skuadron latih pembentuk penerbang penerbang muda TNI AL. Pada intinya kegiatan Test Kelaikan ini sangat berguna dalam penentuan layak atau tidaknya suatu pesawat itu untuk diterbangkan atau dioperasikan.

Surat Laik Udara sendiri mempunyai masa berlaku yang sudah ditentukan secara berjangka selama Satu tahun dan akan dilaksanakan uji kelaikan kembali apabila sudah habis masa berlakunya.

(TNI AL)