Showing posts with label Server. Show all posts
Showing posts with label Server. Show all posts

Lengkap Rekomendasi Spesifikasi Komputer Server untuk UNBK terbaru | Anibar Studio

October 16, 2019 Add Comment
Server UNBK terbaru


Asalamualaikum Wr Wb.
Anibar Studio - Selamat pagi teman-teman semua, semoga kita selalu ada dalam kebahagiaan dan selalu semangat dalam menjalani setiap aktifitas pekerjaan yang kita kerjakan, Aamiin.

Hai bapak/ibu guru yang ditunjuk sebagai proktor UNBK di sekolah, tidak terasa bahwa sebentar lagi kita akan dihadapkan dengan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer), karena ini momen setahun sekali, pastinya para bapak/ibu sudah harus mulai mempersiapkan diri belajar lagi, bagaimana tahapan-tahapan instalasi dan sampai ke prosess upload nilai ketika anak-anak sudah selesai mengerjakannya.

Tapi buat bapak/ibu yang masih belum mempunyai server untuk digunakan, dan diminta oleh kepala sekolah untuk mengacukan rekomendasi spesifikasi, maka kali ini saya akan membantu bapak/ibu dalam hal tersebut, spesifikasi yang saya berikan ini adalah spesifikasi yang berasal dari kemendikbud dan dari kajian saya sendiri, silahkan lihat spesifikasinya dibawah ini.

Speck Server UNBK Kelas Minimal:


  • PC (jangan menggunakan laptop).
  • Processor dengan 4 core dan frekuensi clock 1.6 GHz 64 Bit (support virtuaisasi)
  • RAM 8 GB (nanti di konfigurasi untuk VM RAM 4 GB).
  • Harddisk 250 GB.
  • Power Supply 80 - 450W 
  • Exam Browser Admin ExambroCBTSync (diberikan oleh kemendikbud)
  • Browser/Peramban internet Google Chrome maksimal versi 64.0
  • System Oprasi (64 bit): Windows Server 2012/Windows 8/Windows 7.
  • Kartu Jaringan 10/100/1000 Mbps dua unit (satu untuk ke jaringan internet dan satu ke Jaringan lokal).
  • Keyboard + Mouse
  • Monitor 21"



Speck Server UNBK Kelas Tinggi:


  • PC (jangan menggunakan laptop).
  • Processor : i7 4770 atau i7 5820 atau i5 8600 atau i5 8600k (support virtuaisasi)
  • Harddisk 1 TB (1000 GB).
  • RAM 16 gb 133-322 DDR 4
  • Power Supply 450W 
  • Kartu Jaringan 10/100/1000 Mbps dua unit (satu untuk ke jaringan internet dan satu ke Jaringan lokal).
  • Exam Browser Admin ExambroCBTSync (diberikan oleh kemendikbud)
  • Browser/Peramban internet Google Chrome maksimal versi 64.0
  • System Oprasi (64 bit): Windows Server 2012/Windows 8/Windows 7.
  • Keyboard + Mouse
  • Monitor 21"

BACA JUGA : Cara Install Server UNBK

Bapak/ibu di atas sudah saya sediakan dua spesifikasi, yang paling minimal dan yang menurut saya maksimal di tahun ini.
kenapa saya menyertakan spesifikasi tinggi, karena terkadang ada permintaan spesifikasi yang bisa digunakan minimal 5 tahun, jadi tiap tahun tidak perlu menganggarkan lagi pembelian server dan servernyapun tidak ketinggalan zaman dari segi performa, makanya saya sarankan dua ini.

Silahkan dikaji kembali oleh bapak dan ibu yang membutuhkan atau sedang mencari insfirasi spesifikasi komputer server untuk UNBK.

Terimakasih atas perhatianya dan semoga bermanfaat.
Jika ada pertanyaan, silahkan tulis pada kolom komentar dan berkomentarlah dengan baik dan sopan.

Refrensi:

  • unbk.kemdikbud.go.id/catunbk

Pengantar Sistem Operasi Jaringan

July 23, 2019 Add Comment


1. Penggunaan Sistem Operasi Jaringan

Secara umum, Jaringan komputer membantu user menghubungkan berbagai perangkat untuk dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya. Internet adalah pengembangan dari Sistem Jaringan Komputer.
Internet tetap menggunakan Sistem Operasi Jaringan. Sehingga  secara tidak langsung Sistem Operasi Jaringan  memiliki andil terhadap dampak positif dan negatif internet.
Sistem operasi jaringan adalah sebuah sistem sumber daya dalam sistem komputer yang menyediakan pengaturan dan fasilitas agar User mendapatkan kemudahan dan kenyamanan ketika mengaplikasikan berbagai perangkat dalam jaringan tersebut.
Sistem operasi memiliki layanan layanan bagi user, misalnya :
  •  Layanan berbagi berkas (Dokumen),
  •  Layanan berbagi alat pencetak (Printer),
  •  DNS Service
  •  HTTPS Service, dan lain sebagainya. 
Beberapa karakteristik sistem operasi jaringan adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki pusat kendali sumber daya jaringan
  2. Memiliki akses aman ke sebuah jaringan
  3. Mengizinkan remote user untuk dapat terkoneksi ke suatu jaringan.
  4. Mengizinkan user untuk dapat terkoneksi ke jaringan lainnya (misalnya internet)
  5. Melakukan back up data dan memastikan data tersebut tersedia untuk jangka waktu tertentu.
Penggunaan Sistem Operasi Jaringan lainnya :
  • Administrasi pengguna, 
  • Pemantauan terhadap keamanan sumber daya yang ada di jaringan, 
  • Aktivitas perawatan pada sistem dan 
  • Manajemen file tertentu.
Berdasarkan penggunaannya terdapat dua tipe sistem operasi jaringan. Tipe sistem operasi jaringan tersebut adalah sistem operasi jaringan yang berbentuk  :
  • Peer-to-peer
  • Client/Server.
Sistem operasi jaringan peer-to-peer 
Sistem operasi jaringan peer-to-peer memungkinkan pengguna untuk berbagi sumber daya maupun file tertentu yang berada pada komputer mereka disertai juga dengan akses tertentu kepada perangkat lainnya yang ada dalam jaringan yang telah terhubung.
Sistem operasi jaringan client/server
Sedangkan sistem operasi jaringan client/server memungkinkan jaringan untuk memiliki fungsi dan juga pengaplikasian suatu layanan pada satu atau beberapa server komputer.
Komputer Server 
Komputer server akan bertindak sebagai :
  • Pusat sistem yang memungkinkan pengaturan akses,
  • Sumber daya serta keamanan bagi perangkat – perangkat yang terhubung.
  • Menyatukan semua perangkat yang terhubung pada jaringan.
  • Berbagai pengguna komputer dapat berbagi sumber daya yang mereka miliki pada waktu bersamaan, meskipun berbeda lokasi.
Media Penghubung
Agar dapat saling terhubung satu sama lain diperlukan :
  • Kabel jaringan.
  • Sambungan Nirkabel.
Sistem Operasi pada Jaringan Client/ Server
Sistem operasi oleh jaringan client/ server yang umum digunakan adalah  :
  • Windows NT Server Family (WIndows Server 2000 dan 2003),
  • Novel Netware,
  • UNIX/LINUX.
Untuk Windows 98, Windows 2000 Professional, Windows XP Professional, dan juga Windows NT Workstation tidak lagi digunakan oleh server, tetapi dapat juga digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti dapat mengakses file dan printer.
Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut
  • Microsoft MS-NET
  • Microsoft LAN Manager
  • Novell NetWare
  • Microsoft Windows NT Server
  • GNU/LINUX
  • Banyan Vines
  • Beberapa Varian UNIX sperti SCO OpenServer, Novell UnixWare atau Solaris
  • Redhat Linux 9 merupakan salah satu dari sistem operasi jaringan berbasis GUI yang banyak digunakan karena sifatnya yang gratis.

2. Jenis – Jenis Sistem Operasi Jaringan
Jenis – jenis sistem operasi jaringan dapat dibagi menjadi dua jenis yakni
  1. Sistem operasi jaringan berdasarkan GUI (Graphical User Interface) 
  2. Sistem operasi jaringan berdasarkan CLI (Command Line Interface) 
Sistem Operasi Jaringan Berbasis Grafis
Sistem operasi jaringan berbasis grafis sesuai dengan namanya menggunakan tampilan gambar/ grafis untuk memudahkan proses konfigurasi atau penggunaan sistem operasi jaringan ini.
Para pengguna tidak perlu menghafal sintax- sintax atau perintah bahasa pemograman tertentu yang biasa digunakan pada sistem operasi jaringan seperti yang ditemukan pada sistem operasi jaringan berbasis teks. 
Berikut merupakan beberapa contoh sistem operasi jaringan berbasis GUI
  • Linux Redhat
  • Windows NT 3.51
  • Windows 200 (NT 5.0)
  • Windows Server 2003
  • Windows XP
  • Microsoft MS-NET
  • Microsoft LAN Manager
  • Novel Netware
Sistem Operasi Jaringan Berbasis Teks
Sistem operasi jaringan berbasis teks sesuai dengan namanya menggunakan perintah berupa teks atau perintah DOS yang digunakan untuk menjalankan sistem operasi serta untuk melakukan proses konfigurasi.
Para pengguna seringkali diharapkan untuk menghafal sintax-sintax atau perintah DOS yang sering digunakan agar bisa menjalankan sistem operasi jaringan berbasis teks dengan baik.
Berikut merupakan beberapa contoh dari sistem operasi jaringan berbasis teks
  • Linux Debian
  • Linux Suse
  • Sun Solaris
  • Linux Mandrake
  • Knoppix
  • MacOS
  • UNIX
  • Windows NT
  • Windows 2000 Server
  • Windows 2003 Server

3. Fungsi Sistem Operasi Jaringan

Setelah mengetahui Sistem Operasi Jaringan, selanjutnya kita akan membahas fungsi Sistem Operasi Jaringan. Berikut ini 10 fungsi sistem operasi jaringan :
  1. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lain ke sebuah jaringan yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Mengelola sumber daya jaringan yang telah terbuat.
  3. Menyediakan layanan bagi perangkat – perangkat yang terhubung dengan jaringan.
  4. Menyediakan keamanan jaringan bagi Multiple User yang terhubung dalam jaringan.
  5. Membantu kemudahan dalam menambah perangkat Client dan sumber daya lainnya.
  6. Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen jaringan.
  7. Melakukan proses distribusi program dan update software kepada perangkat client yang terhubung jaringan.
  8. Membantu efisiensi penggunaan server pada jaringan komputer.
  9. Menyediakan toleransi kesalahan yang mungkin terjadi.
  10. Membantu Server Jaringan mengelola data keluar dan data masuk pada suatu jaringan komputer. 
Beberapa fitur yang ada pada sistem operasi jaringan :
  • Fitur sistem keamanan seperti otorisasi,
  • Fitur Pembatasan akses tertentu, dan
  • Fitur Pengontrolan akses secara umum. 
  • Fitur yang mengatur pelayanan percetakan dan jaringan internet
  • Fitur Dukungan pada prosesor,
  • Fitur Dukungan pemrosesan ganda untuk aplikasi tertentu,
  • Fitur Deteksi Hardware
  • Fitur Dukungan Protokol dan
  • Fitur Manajemen Pengguna.

Sumber :

Database Server

June 30, 2019 Add Comment



Server basis data adalah sebuah program komputer yang menyediakan layanan pengelolaan basis data dan melayani komputer atau program aplikasi basis data yang menggunakan model klien/server.



Database adalah tempat dimana kalian meletakkan file-file data yang diperlukan oleh sebuah website ataupun aplikasi. Berhubung pada saat ini hampir seluruh website sudah berwujud dinamis yang pastinya membutuhkan database, maka kalian juga perlu menginstall sebuah Database Server sebagai lanjutan dari penginstalan Web Server di pembahasan sebelumnya.



1. Penginstalan

Pertama install dulu aplikasi mysql dengan perintah 

#sudo apt-get install mysql-server mysql-client
Setelah itu kalian harus memasukkan password "root" di aplikasi mysql. Setelah itu kalian akan di perintah untuk memasukkan password "root" mysql yang tadi
Setelah itu Proses Instalasi Mysql telah selesai

2. Cara menggunakan Database Server 
Dengan mengetikkan perintah :
#mysql -u root -p
Lalu masukkan password root mysql tadi dan akan muncul tulisan seperti dibawah ini:
Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.
Your MySQL connection id is 43
Server version: 5.5.31-0+wheezy1 (Debian)
Copyright (c) 2000, 2013, Oracle and/or its affiliates. All rights reserved.
Oracle is a registered trademark of Oracle Corporation and/or its affiliates.
Other names may be trademarks of their respective owners.
Type 'help;' or '\h' for help. Type '\c' to clear the current input statement. mysql>
Jika kita ingin mengelola Database Server dengan menggunakan GUI maka kita harus menginstal aplikasi phpmyadmin untuk mengelola dengan web browser.

1. Pertama kita install aplikasi phpmyadmin dengan mengetikkan perintah
#apt-get install phpmyadmin
2. Setelah itu akan muncul seperti gambar di bawah ini :

Pilih apache2 dengan tekan spasi di tulisan apache2
3. Lalu klik yes seperti gambar di bawah ini

 4. Setelah itu akan kita akan diminta untuk memasukkan password mysql yang telah dibuat

5. Setelah itu akan kita akan diminta untuk memasukkan password mysql yang telah dibuat


6. Lalu kita akan diminta untuk membuat password baru dari administrative user. kita bisa memasukkan password yang sama dengan password mysql yang telah dibuat.


7. Setelah itu kita diminta untuk mengkonfirmasi password administrative user yang telah dibuat. masukkan password yang sama dengan password administrative user yang telah dibuat.
8. setelah itu proses penginstalan telah selesai sekarang kita akan mengujinya dengan cara buka web browser dan mengetikkan IP server seperti gambar di bawah ini

9. Jika sudah muncul tampilan seperti di atas maka Database Server dengan Mysql telah berhasil, sekarang masuk dengan akun "root" dan masukkan password administrative user yang telah dibuat


Cara Konfigurasi FTP di Debian 7 termudah

April 22, 2019 Add Comment
Pada tutorial selanjutnya adalah tentang cara konfigurasi FTP di debian 7 sebelum anda membaca tutorial tentang konfigurasi ftp alangkah baiknya jika anda mengetahui apa itu FTP ?



FTP yang memiliki singkatan File Transfer Protocol merupakan sebuah layanan merupakan protokol internet yang digunakan untuk pengiriman data dalam jaringan komputer, seperti upload dan download file yang dilakukan oleh FTP Client dan FTP Server.

Dari pengertian tersebuat terdapat istilah ftp client dan ftp server. Perbedaan dari kedua istilah tersebut dapat terletak dari kata server dan client, kata Server berarti adalah pihak yang melayani atau menyediakan sebuah service kepada pihak yang meminta yaitu client.

Jadi ftp server merupakan suatu layanan protokol yang bertugas memberikan sebuah layanan pengiriman atau tukar menukar sebuah data sedangkan ftp client adalah sebuah computer atau perangkat jaringan yang meminta layanan pengiriman atau tukar menukar data yang disediakan oleh ftp server.

Secara singkat ftp server adalah server sedangkan ftp client adalah client.

Berikut ini adalah step-step nya

1. Ketikan : apt-get install proftpd 
Untuk menginstall ftp, paket proftpd ada di DVD 2.



Kemudian pilih standalone atau mandiri.



2.  Buat folder tempat penyimpanan file transfer protocol di server dengan perintah :
mkdir /home/ftp-sharing



3. Berikan hak akses secara penuh untuk folder agar dapat di write and read atau dapat diakses secara penuh oleh user.
chmod 777 /home/ftp-sharing



4. Hapus user ftp dengan cara userdel ftp kemudian tambahkan user ftp di folder ftp di server yang telah anda buat untuk lebih jelasnya.
userdel ftp
useradd -d /ftp-sharing/ftp
passwd ftp 
5. Lalu buka directory penginstallan paket proftpd letaknya di /etc/proftpd/ kemudian edit file profrpd.conf
nano /etc/proftpd/proftpd.conf


6. Setelah itu buat user authentication berupa user login atau anonymous yang dapat diakses oleh semua user. Pada tutorial ini saya menggunakan anonymous. untuk menggunakan user login cukup hapus user aliasnya. Paling Bawah!



7. Kemudian restart konfigurasi ftp dengan cara : 
/etc/init.d/proftpd restart atau
service proftpd restart.


8. Test di web browser ftp://ip sever anda



9. Lalu lakukan upload file melalui ftp dengan cara buka software ftp login dengan cara masukkan host berupa ip server dengan user anonymous password blank karena saya tadi menggunakan user anonymous.




10. Untuk meng upload file click kanan file yang ingin anda upload lalu refresh browser anda.



Sekian tutorial dari saya tentang cara konfigurasi ftp di debian 7 semoga bermanfaat dan pastinya selamat mencoba! Jangan lupa untuk menantikan tutorial menarik yang lainnya dari catatan-pedia dan juga tutorial networking , web design dan android lainnya hanya di catatan-pedia.blogspot.co.id

Sumber :
http://catatan-pedia.blogspot.com/2017/04/cara-konfigurasi-ftp-di-debian-7.html

Fungsi Sistem Operasi Jaringan

July 17, 2018 Add Comment

Hasil gambar untuk Penggunaan Sistem Operasi Jaringan
Setelah mengetahui lebih lanjut mengenai sistem operasi jaringan yang telah dibahas pada pembahasan sebelumnya. 

Selanjutnya kita akan membahas fungsi Sistem Operasi Jaringan. 

Berikut merupakan 9 fungsi sistem operasi jaringan yang umum ditemukan.

  1. Menghubungkan sejumlah komputer dengan perangkat lainnya ke sebuah jaringan yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Mengelola sumber daya jaringan yang telah terbuat.
  3. Menyediakan layanan tertentu bagi perangkat – perangkat yang terhubung dengan jaringan ini.
  4. Menyediakan keamanan jaringan bagi Multiple User yang terhubung dengan suatu jaringan.
  5. Membantu kemudahan dalam proses penambahan perangkat Client dan juga sumber daya lainnya.
  6. Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen suatu jaringan.
  7. Melakukan proses distribusi program dan juga update software kepada perangkat client yang terhubung jaringan.
  8. Membantu menggunakan kemampuan server pada jaringan komputer secara efisien.
  9. Membantu menyediakan toleransi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.
Selain fungsi – fungsi yang sudah disebutkan sebelumnya perlu diingat juga sistem operasi jaringan memiliki kemampuan untuk membantu suatu server jaringan mengelola data yang keluar ataupun masuk pada suatu jaringan komputer. 

Beberapa fitur yang ada pada sistem operasi jaringan juga termasuk fitur sistem keamanan seperti otorisasi, pembatasan akses tertentu, dan juga pengontrolan akses secara umum. 

Ini termasuk fitur yang mengatur pelayanan percetakan dan jaringan internet serta dukungan sistem operasi dasar seperti dukungan prosesor, dukungan pemrosesan ganda untuk aplikasi tertentu, pendeteksian hardware serta dukungan protokol dan juga fitur manajemen pengguna.

Dengan memahami fungsi sistem operasi jaringan. Sebagai pengguna anda pasti akan dihadapkan dengan dampak positif dan negatif penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Jangan lupa untuk selalu bijak dalam menyikapi hal tersebut.

Itu tadi pembahasan mengenai fungsi sistem operasi jaringan. Sampai jumpa lagi di pembahasan selanjutnya.

Penggunaan Sistem Operasi Jaringan

July 14, 2018 Add Comment

Hasil gambar untuk Penggunaan Sistem Operasi Jaringan
Fungsi sistem operasi jaringan merupakan sistem jaringan yang dapat dengan mudah kite temui di tengah – tengah kehidupan kita di era modern. 

Internet yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari – hari banyak orang, baik itu disadari atau tidak sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari fungsi sistem operasi sistem operasi jaringan. 

Keberadaan sistem operasi jaringan juga secara tidak langsung memungkinkan kita untuk merasakan dampak positif dan negatif internet.
ads
Sistem operasi jaringan merupakan suatu sistem sumber daya yang terdapat pada sistem komputer dan menyediakan sekumpulan pengaturan ke pengguna yang memudahkan dan juga memberikan kenyamanan dalam pengaplikasian berbagai perangkat yang terhubung dengan jaringan tersebut. Prinsip kerja jaringan komputer umumnya membantu menghubungkan berbagai perangkat untuk dapat saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Umumnya sistem operasi ini tediri atas banyak layanan atau service yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti layanan berbagi berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS service, HTTPS Service, dan lain sebagainya. 

Istilah ini populer digunakan pada akhir dekade 1980-an hingga awal dekade tahun 1990-an. Untuk dapat membuat berbagai komputer saling terhubung satu sama lain maka diperlukan keberadaan perangkat keras jaringan komputer yang memungkinkan terjadinya sambungan pada sistem jaringan tersebut.

Ada beberapa karakteristik yang dapat dilihat pada sistem operasi jaringan. Karakteristik – karakteristik tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Memiliki pusat kendali sumber daya jaringan
  2. Memiliki akses aman ke sebuah jaringan
  3. Mengizinkan remote user untuk dapat terkoneksi ke suatu jaringan.
  4. Mengizinkan user untuk dapat terkoneksi ke jaringan lainnya (misalnya internet)
  5. Melakukan back up data dan memastikan data tersebut tersedia untuk jangka waktu tertentu.

Penggunaan Sistem Operasi Jaringan

Tugas umum yang biasa diasosiasikan dengan penggunaan sistem operasi jaringan termasuk administrasi pengguna, pemantauan terhadap keamanan sumber daya yang ada di jaringan, aktivitas perawatan pada sistem dan juga tugas – tugas yang berkaitan dengan manajemen file tertentu.

Berdasarkan penggunaannya terdapat dua tipe sistem operasi jaringan. Tipe sistem operasi jaringan tersebut adalah sistem operasi jaringan yang berbentuk peer-to-peer dan juga client/server.

Sistem operasi jaringan peer-to-peer memungkinkan pengguna untuk berbagi sumber daya maupun file tertentu yang berada pada komputer mereka disertai juga dengan akses tertentu kepada perangkat lainnya yang ada dalam jaringan yang telah terhubung. Sedangkan sistem operasi jaringan client/server memungkinkan jaringan untuk memiliki fungsi dan juga pengaplikasian suatu layanan pada satu atau beberapa server komputer.

Komputer server akan bertindak sebagai pusat sistem yang memungkinkan pengaturan akses, sumber daya serta keamanan bagi perangkat – perangkat yang terhubung. Sistem ini nantinya akan memberikan mekanisme yang akan menyatukan semua perangkat yang terhubung pada jaringan yang memungkinkan berbagai pengguna komputer untuk berbagi sumber daya yang dimiliki oleh mereka pada waktu bersamaan, tidak perduli dimana lokasi perangkat tersebut berada.

Biasanya untuk dapat saling terhubung satu sama lain diperlukan juga jenis – jenis kabel jaringan yang membantu proses penyambungan antara perangkat yang satu dengan perangkat lainnya. Seiring dengan perkembangan jaman sambungan ini tidak hanya terbatas pada kabel jaringan dan dapat dilakukan dengan proses nirkabel.

Sistem operasi oleh jaringan client/ server yang umum digunakan oleh para pengguna komputer adalah Windows NT Server Family (WIndows Server 2000 dan 2003), Novel Netware, dan berbagai sistem operasi berbasis UNIX/LINUX. Untuk Windows 98, Windows 2000 Professional, Windows XP Professional, dan juga Windows NT Workstation tidak lagi digunakan oleh server, tetapi dapat juga digunakan untuk menyediakan sumber daya untuk jaringan, seperti dapat mengakses file dan printer.

Beberapa sistem operasi jaringan yang umum dijumpai adalah sebagai berikut
  1. Microsoft MS-NET
  2. Microsoft LAN Manager
  3. Novell NetWare
  4. Microsoft Windows NT Server
  5. GNU/LINUX
  6. Banyan Vines
  7. Beberapa Varian UNIX sperti SCO OpenServer, Novell UnixWare atau Solaris
  8. Redhat Linux 9 merupakan salah satu dari sistem operasi jaringan berbasis GUI yang banyak digunakan karena sifatnya yang gratis.