Showing posts with label PERUSAHAAN TEKNO. Show all posts
Showing posts with label PERUSAHAAN TEKNO. Show all posts

Digicoop, Smartphone Buatan Anak Bangsa Indonesia

January 28, 2017 Add Comment

Dunia digital merupakan hal yang sangat berpengaruh di Inilah Digicop Ponsel Pintar Buatan Indonesiazaman ini, berbagai teknologi terbarukan diciptakan demi memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya. salah satu yang terkena dampak ke dalam perkembangan teknologi yaitu dunia Ponsel. Banyak sekali vendor yang mengelurakan berbagai produk ponsel pintar dengan teknologi yang terbaru guna memenuhi kebutuhan pekerjaan manusia dan memudahkan untuk berkomunikasi sehari-hari.

Tak terkecuali di indonesia salah satu Ponsel pintar yang di buat oleh sekelompok orang asli dari indonesia yang dinamakan dengan Koperasi Digital Indonesia atau dalam bahasa inggris disebut Digital Cooperation (Digicoop). Ponsel yang mereka buat rencannya membidik pasar low end atau menengah ke bawah.
Smartphone atau ponsel pintar yang mereka buat diberi nama dengan Digicop yang merupakan kepanjangan dari digital cooperation membawa teknologi jaringan terbaru yaitu 4G LTE.
Tentunya dengan diluncurkannya Smartphone buatan anak negri tersebut menjadikan kembanggaan tersendiri karena bangsa indonesia juga mampu membuat sebuah smartphone yang memiliki teknologi jaringan terbaru yaitu 4G LTE.
Memang jika dibandingkan dengan negara lain kita sudah sangat tertinggal namun dengan hadirnya smartphone yang diluncurkan oleh Koperasi digital indonesia tersebut membuktikan bahwa semangat untuk membangun perindustrian smartphone di indonesia sangat patut kita berikan apresiasi.
Smartphone yang dirancang oleh salah satu perguruan negri yang ada di bandung yaitu ITB (Institut Teknologi Bandung) tersebut membawa spesifikasi yang cukup untuk kebutuhan komunikasi hingga kegiatan browsing sehari-hari.
Smartphone Digicop ini dibekali dengan spesifikasi Jaringan terbaru yaitu 4G LTE untuk kebutuhan mengakses internet, smartphone ini juga dibekali dengan RAM sebesar 1 GB, Resolusi layar sebesar 4,7 inch, Prosesor berkekuatan 1,5 GHz bertipe Quad-core, Memori internal sebesar 8 GB, dengan daya baterai sebesar 1.800 mAh.
Sementara untuk kebutuhan kegiatan fotografi diberikan kamera dengan resolusi 8 MP pada bagian belakang dan pada bagian depan diberikan kamera dengan resolusi 2 MP. Untuk sistem operasi yang dijalankan pada smartphone digicop ini diberikan nama ID3OS atau ideos yang meruapakan customisasi dari sistem operasi android.
Dari spesifikasi yang ditawarkan Smartphone ini memang membidik kalangan menengah ke bawah dan dijual dengan harga terjangkau yaitu sekitar 1,2 Jutaan.
Lalu bagaimana untuk mendapatkan Smartphone yang meruapakn asli buatan dari indonesia ini?
Menurut Ketua Umum Koperasi Digital Indonesia Mandiri yaitu Hendri Kasyfi, Smartphone yang diberinama Digicop ini sementara hanya bisa dipesan oleh para anggota koperasi saja dan belum di pasarkan secara luas.
Mesikpun Smartphone Digicop ini memiliki spesifikasi yang low end tetapi untuk kegiatan komunikasi sehari-hari ponsel cerdas ini bisa dikatakan cukup.
Kita harus menunggu kapan Smartphone buatan anak negri ini dikomersilkan secara luas, mengingat kebutuhan akan perangkat mobile di indonesia sangat antusias.
Jangan sampai industri ponsel yang ada di indonesia hanya milik vendor dari negara lain saja, kita juga harus bisa bersaing dan mendukung para pakar serta ilmuan yang ada di indonesia menciptakan sebuah perangkat ponsel pintar yang berkualitas dan bisa bersaing dengan vendor dari negara lain.

Kembangkan VR, Hugo Bara Gabung Dengan Facebook

January 27, 2017 Add Comment
Kita semua masih terkejut dengan postingan Hugo Barra di Twitter yang mengumumkan bahwa ia akan berhenti dan keluar dari Xiaomi. Ia akan kembali ke Silicon Valley, meski untuk sementara waktu akan rehat sejenak. Namun pertanyaan banyak orang, setelah tidak lagi di Xiaomi, kemana Barra akan berlabuh? Hari ini kita mendapatkan informasinya.

Bersama Xiaomi selama 3,5 tahun, Hugo Barra akan melepaskan diri dari perusahaan China itu. Setelah menjadi ‘ibu’ dari Xiaomi, ia akan bergabung dengan Facebook, menjadi wakil presiden virtual reality di perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg itu. Informasi ini datang dari CEO Facebook sendiri, Mark Zuckerberg.
Hugo shares my belief that virtual and augmented reality will be the next major platform.
– Mark Zuckerberg
Dengan jabatan barunya itu, Barra akan memimpin tim Oculus. Disana ia akan membantu membuat terobosan teknologi dengan cepat dan tersedia seluas mungkin. Ia juga akan bekerjasama dengan pendiri Oculus Brendan Iribe dan CTO Facebook Mike Schroepfer.
Tak lupa Mark Zuckerberg dan Hugo Barra berselfie bersama dalam bentuk karakter AR. Keduanya berada di lokasi yang berbeda, karena Barra masih berada di Beijing saat ini.
Barra memang punya rekam  jejak yang mengesankan di industri teknologi. Sebelum bergabung dengan Xiaomi, ia pernah bekerja di Google dan berperan dalam kesuksesan sistem operasi Android. Barulah ia bergabung dengan Xiaomi 3,5 tahun yang lalu, dan bisa dibilang ia adalah ‘ibu’ bagi Xiaomi, karena berkat perannya-lah Xiaomi bisa menjadi sesukses seperti sekarang ini. Jadi tak heran jika Zuckerberg tertarik untuk merangkul Barra untuk bergabung dalam perusahaannya.

5 Fakta Unik Tentang Xiaomi

January 21, 2017 Add Comment
Xiaomi sebenarnya tak memiliki sejarah yang panjang. Baru berdiri sejak tahun 2010 lalu, namanya terus melambung hingga ke mancanegara. Bisnis cerdas Xiaomi yang pernah kita bahas sebelumnya membawanya menjadi vendor yang mampu bersaing di pasar Internasional. Di Indonesia sendiri nama Xiaomi sudah tak asing lagi. Bahkan saat ini fans Xiaomi kian bertambah banyak. Anyway, di kesempatan kali ini kami akan membagikan lima fakta menarik tenang Xiaomi yang wajib Anda ketahui.

Nama yang misterius

Tahukah Anda jika kata Xiaomi bukanlah kata asli dari Cina? Kata Xiaomi lahir dari sebuah transposisi huruf Cina dan huruf Barat. Tentu hal ini menimbulkan interpretasi yang sangat membingungkan bagi banyak orang. Di Cina sendiri pengucapan kata Xiaomi yang benar adalah Shao Mi, yang artinya adalah padi kecil atau nasi kecil. Terdengar lucu ya? Sekarang, makna padi kecil atau nasi kecil tersebut sungguh tak relevan karena Xiaomi telah tumbuh menjadi perusahaan yang besar.

Usaha bervariasi

Tak mau kalah dengan vendor besar lain seperti Samsung, Huawei, serta Sony. Xiaomi terus memperluas bisnisnya ke banyak bidang teknologi lainnya. Mulai dari powerbank, headphone, smartwatch, kamera, laptop, tablet, dan perangkat smarthome. Menariknya, Xiaomi terus konsisten memberikan harga yang lebih murah ketimbang produk milik vendor lainnya. Tak hanya itu saja, baru-baru ini Xiaomi juga merilis sebuah perangkat keren seperti router, gamepad, dan drone. Meski kadang produknya dihujat oleh para pembencinya, namun Xiaomi terus belajar untuk mengembangkan apa yang mereka punya.

Tenaga kerja pengalaman

Sebuah usaha akan sukses jika menjalin kerjasama dengan orang-orang hebat. Dan itulah yang Xiaomi lakukan. Tepat pada tahun 2013 lalu mereka berhasil merekrut Hugo Barra (mantan manajer produk Google dan Android) sebagai wakil presiden di Xiaomi. Tak berhenti di situ saja, Xiaomi juga berhasil “menggaet” satu dari tiga pendiri Apple, yakni Steve Wozniak sebagai salah satu fans-nya pada tahun 2014 lalu. Tak heran jika kini Xiaomi menjadi salah satu vendor besar di bidang teknologi.

Perjuangan mengesankan

Perlu diketahui, pada awalnya Xiaomi hanyalah sebuah startup yang kecil yang hanya beranggotakan 30 orang saja. Namun, berkat konsistensi dan kerja keras yang mereka lakukan kini Xiaomi mampu memperkerjakan 8.000 karyawan. Bahkan menurut beberapa sumber, saat ini Xiaomi memiliki omzet sekitar US$20 miliar. Tentu merupakan angka yang cukup besar untuk sebuah perusahaan yang baru.

Pernah dituduh mata-mata

Mungkin kita pernah mendengar kalau smartphone buatan Cina tertanam software mata-mata. Dan pada tahun 2014 lalu, pada dua smartphone Xiaomi, yakni Xiaomi Redmi Note dan Xiaomi Redmi 1S terdeteksi sebuah spyware yang diyakini sebagai alat mata-mata. Karenanya banyak tuduhan yang diterima oleh Xiaomi. Namun, pada tahun 2015, sebuah perusahaan yang menangani bagian data, yaitu G data, mengumumkan bahwa hal ini biasa terjadi pada smartphone-smartphone milik perusahaan baru, tak hanya Xiaomi.