Bell-412EPI (graphic : KataData) Kementerian Pertahanan membeli sembilan unit helikopter Bell 412EPI untuk memperkuat alat utama sistem senjata (alutsista) TNI Angkatan Darat. Dengan total senilai Rp 2,5 triliun, helikopter jenis ini memiliki spesifikasi lebih baik dari seri sebelumnya. Bell 412EPI menggunakan mesin Pratt & Whitney PT6T-9 dengan tenaga lepas landas 15 persen lebih besar, fitur nyala mesin otomatis, dan fitur kontrol mesin secara digital. Kemudian, helikopter ini memiliki perangkat avionik yang canggih, seperti teknologi kontrol penerbangan empat arah dan peta digital pada kokpitnya. Helikopter buatan Bell Textron asal Amerika Serikat ini juga dilengkapi dengan persenjataan, antara lain door gun, Fin Folding Aerial Rocket (FFAR), dan gattling gun. Sementara itu, PT Pindad akan menyuplai kebutuhan pelurunya. Bell 412EPI pun mampu membawa beban hingga 5,5 ton. Selain Indonesia, Filipina dan Jepang telah membeli helikopter Bell 412EPI untuk angkatan bersenjatanya, masing-masing sebanyak 16 unit dan 2 unit. (KataData)
Panser Anoa mengikuti parade kendaraan tempur TNI-AD wilayah Korem 161/Wirasakti Kupang di Kupang, NTT (photo : Antara) Kupang (ANTARA) - Wilayah Nusa Tenggara Timur akan dilengkapi lagi dengan 12 unit Tank Anoa dari Mabes TNI pada 2020 mendatang untuk menambah sistem peralatan utama dan sistem persenjataan (Alutsista) di wilayah Korem 161/Wirasakti Kupang yang telah diperkuat dengan enam Tank Anoa. "Saat ini kita menyaksikan ada enam Tank Anoa yang ditunjukkan di sini, nah tahun depan nanti akan ada lagi 12 Tank Anoa yang akan dikirim ke NTT untuk menambah sistem alutsista kita," kata Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman kepada wartawan di Kupang, Kamis (19/12). Hal ini disampaikan saat menghadiri acara syukuran HUT ke-74 Hari Juang TNI AD di Kupang yang dihadiri juga oleh Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dan sejumlah Forkompimda lainnya di NTT. Tank Anoa yang ada berada di bawah kendali satuan Batalyon Kavaleri yang nantinya akan ditempatkan di Atambua, ibu kota Kabupaten Belu yang berbatasan langsung dengan Timor Leste yang saat ini tengah dalam pembangunan fasilitas pendukungnya. Selain Tank Anoa ada juga fasilitas pendukung alutista lainnya berupa Meriam 155 Caesar yang akan datang bersamaan dengan satuan Batalyon Artileri Medan (Armed) yang bermarkas di Camplong, Kabupaten Kupang. "Meriam dengan jarak tembak 40 kilometer itu nantinya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia khususnya di wilayah Nusa Tenggara Timur," ujar dia. Namun, ujar dia, Meriam 155 itu untuk tahap pertama akan dikirim enam unit terlebih dahulu pada tahun depan. "Meriam 155 Caesar berjumlah 18 unit, dan akan dikirim secara bertahap ke NTT," katanya. Jenderal berbintang satu itu menambahkan pada tahun 2020, Batalyon Pertahanan Udara akan diperkuat dengan 18 pucuk senjata arteleri medan (Armed) di markas militer di Camplong, sekitar 40 km timur Kota Kupang. Tak hanya itu, TNI juga akan mengirim satu batalyon kesehatan, yang tidak hanya bermanfaat untuk militer tetapi juga untuk masyarakat sekitar yang bermukim tak jauh dari komplek militer tersebut. Danrem Wirasakti Kupang menegaskan keberadaan sejumlah alutsista dengan dukungan personel militer yang cukup memadai tersebut, bukan karena NTT atau Indonesia dalam keadaan tidak aman, tetapi ini merupakan bagian dari upaya militer menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI dari ancaman negara lain. (Antara)
Meriam Caesar TNI AD (photo : TNI) NTT Jadi Perhatian Pengembangan Alutsista Angkatan Darat POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kini tengah menjadi perhatian Markas Besar TNI Angkatan Darat. Sebagai provinsi perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dan Australia, NTT mendapat prioritas perhatian Mabes TNI AD untuk pengembangan kekuatan pertahanan. Selain pengembangan satuan, Mabes TNI juga melakukan pengembangan alutsista pertahanan Angkatan Darat di wilayah NTT. "Framenya, bahwa di NTT sedang dilaksanakan banyak sekali pengembangan satuan, jadi NTT saat ini menjadi pusat perhatian pimpinan dalam rangka pengembangan kekuatan," ujar Komandan Korem (Danrem) 161/Wirasakti Kupang Brigjen TNI Syaiful Rahman. Ia mengatakan pengembangan satuan telah mulai dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kupang NTT. Pengembangan tersebut antara lain, dibentuknya Batalyon Artileri Medan (Yon Armed) dan Batalyon Artileri Pertahanan Udara (Yon Arhanud) di wilayah Camplong Kabupaten Kupang. Saat ini juga telah dibangun satu Batalyon Kavaleri di wilayah Kabupaten Belu. Selain itu, diproyeksikan akan dibangun Batalyon Perbekalan dan dan Angkutan (Yonbekang) pada 2021 dan Batalyon Kesehatan Angkatan Darat (Yonkes) pada 2022 di Camplong Kabupaten Kupang. Dalam waktu lima tahun ini, juga direncanakan akan dibangun satu batalyon di Kabupaten Ende Pulau Flores dan satu batalyon di wilayah Pulau Sumba. "Masyarakat harus siap terhadap perubahan, baik perubahan ekonomi, perubahan edukasi dan perubahan pertahanan," ujarnya. Dengan adanya unsur ketahanan semakin banyak, jelasnya, maka secara otomatis akan ada jaminan peningkatan keamanan. "Ketika aparat makin banyak emang makin rawan? Kan tidak, pastinya makin aman, karena apa? Semakin banyak aparat yang melakukannya pengamanan," jelas Danrem. Di Yon Armed akan ditempatkan meriam sersan kaliber 155 sementara di Batalyon Kavaleri Atambua ditempatkan 12 unit tank Panser Anoa2 6x6. Setiap Batalyon, jelasnya, akan diperkuat pasukan sejumlah 500 hingg 1000 orang. "Semuanya terpusat di Kupang, itu kayak military base," katanya. Untuk pembangunan Korem, lanjutnya, saat ini sedang dilaksanakan kajian. Proses pembentukan telah dilaksanakan bertahap dengan pembangunan dan peresmian Kodim Sumba Barat Daya (SBD). "Ilustrasinya sama saat pengembangan atau pemekaran wilayah. Pengembangan satuan TNI selaras dengan kebutuhan pertahanan," katanya. Ia menjelaskan, pengembangan satuan selalu dilakukan berdasarkan kajian. Hal tersebut bukanlah sebuah perjalanan yang mutlak tapi terprediksi pasti akan terjadi. "Kita lihat bagaimana ancamannya, bagaimana kebutuhan mendesak dari situasi dan kondisi wilayah kita," pungkasnya. (TribunNews)
Arhanud TNI AD kini dilengkapi rudal (photo : SindoNews) KUPANG - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengunjungi Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung pembangunan satuan baru Armed, Arhanud dan Makodim 1629. Setibanya di VIP Room Bandara El Tari Kupang pada 13.45 Wita, KSAD beserta Ketua Umum Persit Kartika Chandra Kirana Hetty Andika Perkasa disambut Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan istri serta tarian adat selamat datang yakni Tarian Natoni. “Kedatangan KSAD dan rombongan di wilayah NTT ini dalam rangka melakukan kunjungan kerja selama tiga hari. Agendanya antara lain meninjau rencana lokasi pembangunan satuan baru Armed dan Arhanud serta meresmikan Makodim 1629 Sumba Barat Daya dan Kompi Kavaleri Komodo Ksatria Anuraga Camplong Kupang,” Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Candra Wijaya, dalam rilis tertulisnya yang diterima SINDOnews, Selasa (10/12/2019). Candra menjelaskan, dalam kunjunganya Ketua Umum Persit beserta rombongan menuju Makobrigif 21 Komodo untuk meninjau hasil kerajinan tangan Persit KCK Cabang XL Brigif 21 PD IX/Udayana. Di lokasi tersebut, tambah Candra, terdapat beberapa kerajinan antara lain Suminangasih yakni melukis di atas air, Kurumie yakni menempel gambar dengan kain, Ecoprint adalah memindahkan warna alami dari daun ke kain dengan cara dikukus, Sibori yakni, kesenian kain lipat dari Jepang, tas, kipas dan kerajinan tenun, produk makanan antara lain Stik kelor, kue ubi ungu dan produk minuman. “Selanjutnya Bapak KSAD bertatap muka dan memberikan pengarahan kepada 1.500 prajurit TNI, PNS beserta keluarga jajaran Korem 161/Kupang,” kata Candra. Dalam pengarahan yang berlangsung akrab dan penuh kekeluargaan, KSAD menekankan akan pentingnya menjaga kesehatan diri pribadi maupun keluarga, salah satunya dengan cara berolahraga secara teratur jalan kaki minimal satu jam serta harus makan makanan yang bergizi dan proporsional. Dalam kunjungannya kali ini KSAD didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Aster KSAD, dan Waasrena KSAD masing-masing bersama istri. (SindoNews)